- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penyelidikan atas temuan lahan bekas kebakaran hutan yang langsung dijadikan perkebunan sawit secara sengaja.
- Kepala BNPB melaporkan adanya pembakaran hutan berbayar di Jambi, sementara Kapolri mengamankan 138 tersangka serta memeriksa sejumlah korporasi.
- Prabowo meminta daftar nama korporasi yang terlibat untuk segera dicabut izin usahanya dan HGU-nya secara tegas.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto heran terhadap temuan bahwa lokasi kebakaran hutan justru menjadi lahan untuk penanaman sawit. Prabowo meminta ada penyelidikan.
Perintah itu disampaikan usai Prabowo menerima laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam rapat terbatas secara daring, Senin (7/9/2026).
Kepada Prabowo, Suharyanto menyampaikan memang ada upaya kesengajaan untuk membakar hutan dan lahan. Terbukti, ada pelaku yang ditangkap di Jambi. Berdasarkan keterangan, pelaku mengaku merupakan orang suruhan untuk membakar hutan dengan imbalan Rp500 ribu.
“Diberi uang dan kemudian di Kalimantan Barat terlihat di gambar lokasi yang baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, lokasi itu sudah berubah jadi rencana penanaman pohon, pohon sawit,” kata Suharyanto.
“Berapa oknum yang ditangkap?” tanya Prabowo.
![Foto udara Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XVII-OKI melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Rabu (26/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/61824-karhutla-di-kabupaten-oki-karhutla-di-sumsel.jpg)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kepolisian sudah memproses 200 laporan. Berdasarkan laporan, polisi mengamankan sebanyak 138 orang.
“119 sengaja dan 18 lalai. Kemudian ada 8 korporasi yang kami proses kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perusahaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi pembekuan atau pencabutan izin ,” kata Listyo.
Listyo menegaskan kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan pidana. Ia memastikan kepolisian akan menindaklanjuti bila terbukti ada unsur pidana.
Kekinian, kata Listyo, jumlah pelaku, baik perorangan maupun korporasi, akan terus bertambah. Sebab, tim di lapangan terus melakukan pendalaman.
Prabowo lantas meminta agar penyelidikan terus dilakukan terhadap dugaan kesengajaan membakar hutan, baik oleh perorangan maupun korporasi, untuk kemudian dijadikan lahan sawit.
“Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan apakah ini rakyat atau korporasi, tolong diselidiki terus,” kata Prabowo.
Prabowo sekaligus meminta daftar nama korporasi yang tengah diproses kepolisian.
“Dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18 dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan, ATR, dan juga Satgas PKH untuk menilai kalau perlu kita segera cabut semuanya semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya, ini sudah kelewatan, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa,” kata Prabowo.