Abu Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, 2 Bandara di Lampung Belum Dibuka!

Muhamad Yasir

Selasa, 08 September 2026 | 09:27 WIB
Abu Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, 2 Bandara di Lampung Belum Dibuka!
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
baca 10 detik
  • Sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi normal sejak Selasa, 8 September 2026.
  • Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih ditutup menunggu perkembangan sebaran abu vulkanik.
  • Otoritas mewajibkan maskapai menginspeksi armada serta menghindari wilayah udara terlarang demi memastikan keselamatan penerbangan.

Suara.com - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) masih mengganggu operasional penerbangan di Lampung. Saat sejumlah bandara terdampak mulai kembali beroperasi, Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas masih menunggu perkembangan kondisi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak abu vulkanik GAK mulai dibuka kembali sejak Selasa (8/9/2026) dini hari setelah melalui evaluasi keselamatan penerbangan.

"Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Mulai Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB, operasional bandara kembali berjalan dengan normal," kata Dudy dikutip dari ANTARA.

Dudy menyampaikan pembukaan kembali operasional bandara tersebut dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa dini hari.

Per 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan kembali aktif.

"Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB,” ujarnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Lampung. Bandara Radin Inten II serta Bandara Muhammad Taufiq Kiemas masih belum dibuka dan menunggu perkembangan lebih lanjut terkait sebaran abu vulkanik.

Pembukaan kembali bandara dilakukan dengan sejumlah catatan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pertama, otoritas bandara bersama maskapai wajib melakukan inspeksi terhadap seluruh armada pesawat sebelum kembali beroperasi.

baca juga

Kedua, pilot dan kru operasional pesawat wajib mengetahui restricted polygon, yakni wilayah udara berbentuk poligon yang dibatasi atau dilarang untuk dilintasi karena terdeteksi memiliki sebaran abu vulkanik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) memantau secara langsung perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Kemenhub
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) memantau secara langsung perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Kemenhub

8 Bandara Ditutup

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada ruang udara dan operasional sejumlah bandara sejak Sabtu (5/9/2026).

Sebanyak delapan bandara sempat terdampak dan mengalami penutupan operasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Banten, Bandara Pondok Cabe Banten, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam pembaruan kondisi operasional, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumsel, yang sempat ditutup, telah kembali beroperasi normal sejak Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.

Menhub meminta seluruh maskapai terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, otoritas penerbangan, serta instansi terkait untuk memastikan operasional penerbangan berlangsung aman dan selamat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Abu Krakatau: Ribuan Penerbangan Batal, Delay, dan Dialihkan

Dampak Abu Krakatau: Ribuan Penerbangan Batal, Delay, dan Dialihkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 08:35 WIB

Akhirnya Dibuka! Bandara Soetta Beroperasi Bertahap, Disusul Halim dan Husein Sastranegara

Akhirnya Dibuka! Bandara Soetta Beroperasi Bertahap, Disusul Halim dan Husein Sastranegara

News | Selasa, 08 September 2026 | 07:48 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×