Badan Geologi Tak Perlu Dilebur ke BMKG: Dinilai Bisa Ganggu Fokus Mitigasi Bencana

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 10 September 2026 | 09:35 WIB
Badan Geologi Tak Perlu Dilebur ke BMKG: Dinilai Bisa Ganggu Fokus Mitigasi Bencana
Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Mantan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menolak wacana penggabungan seluruh Badan Geologi karena berpotensi merusak fokus utama penanganan bencana.
  • Dwikorita mengusulkan agar pemerintah hanya menarik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ke dalam struktur organisasi BMKG.
  • Integrasi tersebut bertujuan mengatasi kendala teknis pertukaran data secara real-time dan meningkatkan efektivitas peringatan dini bencana gunung api.

Suara.com - Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menanggapi wacana penggabungan Badan Geologi dengan BMKG.

Menurutnya, penggabungan seluruh unit kerja Badan Geologi ke dalam BMKG justru berpotensi merusak fokus utama penanganan bencana dan fungsi kedua lembaga.

Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menekankan bahwa skema yang ideal bukanlah melebur seluruh Badan Geologi, melainkan hanya menarik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ke dalam naungan BMKG. 

Usulan itu bahkan, kata Dwikorita sudah disampaikan sejak ia masih menjabat.

"BMKG itu sudah mengajukan usulan agar bukan Badan Geologi, tapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi itu bisa disatukan ke dalam BMKG," kata Dwikorita dikutip, Kamis (10/9/2026).

Dijelaskan Dwikorita, persoalan utama yang mendasari usulan integrasi tersebut adalah kendala teknis dalam pertukaran data secara real-time. Selama ini, BMKG mengemban mandat untuk menerbitkan peringatan dini bencana.

Namun seluruh peralatan pemantauan dan fasilitas observasi gunung api berada di bawah wewenang PVMBG.

"Pelajarannya adalah kami tidak bisa mengeluarkan peringatan dini karena semua fasilitas, perlengkapan monitoring, dan sebagainya ada di Pusat Vulkanologi tapi peringatan dininya di kami (BMKG)," ujarnya.

Kondisi ketimpangan struktur organisasi disinyalir turut mengganggu optimalisasi pemantauan bencana gunung api. Ia menuturkan bahwa PVMBG saat ini berstatus unit eselon II di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), struktur yang dinilai membatasi ruang gerak serta alokasi anggaran mitigasi bencana.

baca juga

"Dan sayangnya PVMBG itu eselon II. Eselon II itu kan anggarannya kalah dengan eselon II yang lain. Apalagi bencana itu kan orang berpikir Kementerian ESDM itu kan ngurusin sumber daya ya, bukan ngurusin bencana kan?" tuturnya.

Dwikorita membandingkan tata kelola ini dengan skema kelembagaan di Jepang melalui Japan Meteorological Agency. Lembaga tersebut mengintegrasikan seluruh fungsi mitigasi bencana.

Mulai dari pemantauan cuaca, gempa bumi, tsunami, hingga gunung api di bawah satu atap komando. Sehingga proses analisis dan pengeluaran peringatan dini berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi.

Dwikorita menegaskan bahwa melebur seluruh tugas Badan Geolog ke BMKG merupakan langkah yang tak tepat. Jika hal itu dilakukan, BMKG justru akan kehilangan fokus utamanya dalam menangani mitigasi bencana akibat beban kerja non-bencana yang terlampau luas.

"Nah, kalau itu semua satu badan dimasukkan BMKG, malah BMKG lupa tugas utamanya. Nanti jadi ngurus yang lain-lain," ucapnya.

Lebih dari itu, Ia mendorong agar usulan akademis yang pernah diajukan BMKG dikaji ulang oleh pemerintah. Penggabungan PVMBG ke dalam BMKG sebagai unit kedeputian setara eselon I dinilai sebagai jalan keluar paling tepat.

"Jadi perlu ada kajian akademik ya, kalau perlu ditinjau lagi usulan BMKG beberapa tahun yang lalu itu. Impian itu semoga bisa terwujud, tapi yang tepat. Jangan semua dibedol masuk itu malah saling menghancurkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB

Karhutla Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Indonesia, Capai 627 Kejadian

Karhutla Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Indonesia, Capai 627 Kejadian

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 07:00 WIB

AI Untuk Bencana: Jalan Pintas Menyelamatkan Nyawa atau Sekadar Tren Tanpa Solusi?

AI Untuk Bencana: Jalan Pintas Menyelamatkan Nyawa atau Sekadar Tren Tanpa Solusi?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 16:37 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×