PBB Diminta Turun Tangan Soal Karhutla, Pemerintah Prabowo Didesak Tanggung Jawab

Galih Prasetyo

Kamis, 10 September 2026 | 15:04 WIB
PBB Diminta Turun Tangan Soal Karhutla, Pemerintah Prabowo Didesak Tanggung Jawab
Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
baca 10 detik
  • Organisasi Friends of the Earth Asia Pacific menuntut pemerintah Indonesia dan perusahaan bertanggung jawab atas pencemaran kabut asap lintas batas negara.
  • Asap dari kebakaran hutan di Kalimantan menyebar ke Malaysia dan Filipina sejak awal Agustus 2026, dengan Sarawak sebagai wilayah paling terdampak.
  • FoE APAC menyatakan bahwa deforestasi serta pengeringan lahan gambut menjadi pemicu utama kebakaran hutan berulang yang merugikan masyarakat ASEAN.

Suara.com - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah Malaysia dan Filipina.

Kondisi ini mendorong organisasi lingkungan Friends of the Earth Asia Pacific (FoE APAC) meminta pemerintah Indonesia dan perusahaan terkait bertanggung jawab.

FoE APAC menilai perusahaan yang memiliki operasi, investasi, kepemilikan, atau hubungan bisnis di sektor perkebunan dan kehutanan Indonesia harus ikut dimintai pertanggungjawaban atas pencemaran asap akibat kebakaran yang melintasi batas negara.

Organisasi tersebut juga mendesak pemerintah Indonesia segera menangani persoalan yang berulang setiap tahun dan berdampak terhadap masyarakat di sejumlah negara Asia Tenggara.

Malaysia menggelar operasi penyemaian awan tiga hari untuk mengatasi kabut asap racun di Sarawak. (CNA)
Malaysia menggelar operasi penyemaian awan tiga hari untuk mengatasi kabut asap racun di Sarawak. (CNA)

Sarawak Jadi Wilayah yang Paling Terdampak

FoE APAC mengatakan pencemaran asap dari kawasan terbakar di Kalimantan dilaporkan bergerak menuju Malaysia dan Filipina.

Masalah kabut asap lintas batas itu dinilai tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai persoalan musiman.

Sejumlah wilayah Malaysia telah dilanda kabut asap sejak awal Agustus 2026.

Sarawak menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak karena lokasinya berdekatan dengan Kalimantan, tempat sejumlah titik kebakaran dilaporkan terjadi.

baca juga

"Kami mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil tanggung jawab. Akuntabilitas juga harus diperluas kepada perusahaan yang memiliki operasi, investasi, kepentingan kepemilikan atau hubungan bisnis di sektor perkebunan dan kehutanan di Indonesia," kata FoE APAC dinukil dari Utusan Malaysia.

Deforestasi dan Gambut Disebut Jadi Masalah Utama

FoE APAC menilai kebakaran yang terus berulang tidak berdiri sendiri.

Persoalan tersebut disebut berkaitan dengan masalah lingkungan yang lebih dalam, termasuk deforestasi, pengeringan lahan gambut, perluasan perkebunan monokultur, serta lemahnya pengawasan terhadap aktivitas perusahaan.

"Pemusnahan hutan dan lahan gambut secara besar-besaran dan berulang, ditambah dampak parah serta berkepanjangan terhadap manusia dan ekosistem, harus diakui sebagai kejahatan lingkungan yang membutuhkan pertanggungjawaban lebih tegas," ujar organisasi tersebut.

Menurut FoE APAC, jutaan penduduk di sejumlah negara ASEAN terdampak kabut asap lintas batas.

Anak-anak, perempuan, lansia, masyarakat adat, serta komunitas yang tinggal di sekitar kawasan terdampak disebut menjadi kelompok yang paling rentan.

FoE APAC juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat internasional memperkuat pengakuan terhadap ecocide, yakni kerusakan lingkungan serius, dalam hukum internasional.

"Solusi jangka panjang membutuhkan perubahan mendasar dalam tata kelola hutan dan lahan, bukan hanya mengandalkan tindakan setelah asap melintasi perbatasan negara," kata FoE APAC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Perintahkan KSAL Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Anak Krakatau

Prabowo Perintahkan KSAL Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Anak Krakatau

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:54 WIB

Pemerintah Rencana Buka Rekening untuk Semua Warga, DPR Soroti Data Penduduk: Semua Sudah Terekam?

Pemerintah Rencana Buka Rekening untuk Semua Warga, DPR Soroti Data Penduduk: Semua Sudah Terekam?

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:52 WIB

Debu Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Negeri Jiran? Pemerintah Malaysia Buka Suara

Debu Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Negeri Jiran? Pemerintah Malaysia Buka Suara

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:48 WIB

Prabowo Minta Bansos Langsung Masuk ke Rekening, Luhut Justru Khawatir Dipakai Judol

Prabowo Minta Bansos Langsung Masuk ke Rekening, Luhut Justru Khawatir Dipakai Judol

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 14:38 WIB

Karhutla dan Budaya Menunggu Bencana: Mengapa Kita Tak Belajar Mencegah?

Karhutla dan Budaya Menunggu Bencana: Mengapa Kita Tak Belajar Mencegah?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:26 WIB

×