- Pemuda Jakarta bernama Raihandy belajar berdagang tanpa modal secara daring sejak masa sekolah dasar hingga menengah.
- Raihan menjalani kuliah S1 sambil bekerja di perusahaan IT dan membangun bisnis digital yang sempat terdampak pandemi Covid-19.
- Raihan mendirikan bisnis retail gadget bernama Inggrid Store bersama pasangannya untuk membuka lapangan pekerjaan baru.
Suara.com - Suara klakson kendaraan, teriakan pedagang, hingga lalu-lalang pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi bagian dari masa kecil Raihandy.
Pemuda kelahiran Jakarta, 13 Februari 1999 yang akrab disapa Raihan itu tumbuh di tengah aktivitas perdagangan bersama kedua orang tuanya.
Sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), Raihan sudah terbiasa mendampingi orang tua berjualan di kios.
Bagi dia, pasar bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga menjadi ruang belajar pertama untuk memahami arti kerja keras dan kemandirian.
Lingkungan tersebut perlahan membentuk mental dan naluri bisnis Raihan. Dia belajar membaca karakter pembeli, memahami perputaran barang, sekaligus merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan penghasilan dari kerja sendiri.
Kebiasaan itu terus dilakukannya hingga menyelesaikan pendidikan menengah. Memasuki masa SMP hingga SMA, keinginan Raihan untuk memiliki penghasilan sendiri semakin kuat.
Mulai Jualan Tanpa Modal
Alih-alih hanya mengandalkan uang saku, Raihan mulai mencari peluang melalui internet. Tanpa modal finansial, dia mencoba berjualan secara daring dengan menjadi perantara maupun pedagang kecil.
"Saya sudah dididik berdagang sejak kecil di pasar oleh orang tua. Pas masuk dari SD sampai SMK, saya coba jualan sendiri tanpa modal sama sekali, cuma mengandalkan koneksi internet," kata Raihan.
Dari pengalaman tersebut, dia mulai terbiasa mencari peluang sekaligus menghadapi persoalan secara mandiri. Perlahan, usaha yang dirintis sejak usia sekolah berkembang.
Bahkan setelah menyelesaikan pendidikan di SMK, Raihan sudah mampu mengelola usaha dengan sejumlah karyawan.
Pengalaman itu semakin menguatkan tekadnya untuk menjadikan bisnis sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Kuliah Sambil Kerja dan Bangun Bisnis
Perjalanan Raihan tidak berhenti setelah lulus SMK. Saat memasuki perguruan tinggi, dia memilih menjalani kuliah S1 sembari bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi (IT).
Pekerjaan tersebut menjadi kesempatan bagi Raihan untuk memperluas pengetahuan sekaligus mendapatkan pengalaman langsung di industri teknologi. Namun, aktivitas sebagai pekerja dan mahasiswa tidak membuat naluri bisnisnya berhenti.