- Pemuda Jakarta bernama Raihandy belajar berdagang tanpa modal secara daring sejak masa sekolah dasar hingga menengah.
- Raihan menjalani kuliah S1 sambil bekerja di perusahaan IT dan membangun bisnis digital yang sempat terdampak pandemi Covid-19.
- Raihan mendirikan bisnis retail gadget bernama Inggrid Store bersama pasangannya untuk membuka lapangan pekerjaan baru.
Di sela kesibukan kuliah dan pekerjaan, Raihan kembali membangun usaha digital miliknya. Bisnis tersebut berkembang hingga mampu mempekerjakan lima orang.
Rutinitasnya pun semakin padat. Raihan harus membagi waktu antara perkuliahan, pekerjaan formal, dan tanggung jawab menjalankan bisnis sendiri.
Bisnis Sempat Terpukul Pandemi
Tantangan besar datang ketika pandemi Covid-19 melanda. Bisnis digital yang dijalankannya ikut terkena dampak, sementara keuntungan usaha mengalami penurunan tajam.
Situasi tersebut membuat Raihan harus kembali memutar otak agar bisnisnya tetap bertahan. Dia memilih tidak menyerah dan terus menjalankan usaha sembari menyelesaikan kuliah serta pekerjaan.
Menjelang akhir masa studinya, Raihan mengambil keputusan besar. Dia memilih mengundurkan diri dari perusahaan IT tempatnya bekerja untuk mencurahkan lebih banyak waktu dan tenaga mengembangkan bisnis.
Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kewirausahaannya. Pengalaman menghadapi berbagai tekanan sejak masih kecil membuatnya terbiasa menghadapi ketidakpastian.
Bangun Inggrid Store Bersama Pasangan
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Raihan memasuki fase baru sebagai pengusaha. Bersama pasangannya, dia kembali merintis bisnis retail dan jual-beli gadget dari nol melalui Inggrid Store.
Bisnis tersebut menjadi wadah bagi Raihan untuk menggabungkan pengalaman berdagang sejak kecil dengan pengetahuan yang diperolehnya dari dunia teknologi. Dia juga mengelola aktivitas bisnis melalui akun Instagram dan TikTok @inggridstore.
"Sekarang saya berusaha memulai lagi bisnis jual-beli gadget sekaligus berikhtiar membuka lapangan pekerjaan," ujar Raihan.
Dia berharap usaha yang dibangun bersama pasangan tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga berkembang menjadi bisnis yang mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
"Semoga bersama pasangan, merintis usaha dari nol ini bisa membukakan pintu rezeki yang lebih luas dan kami bisa menampung tenaga kerja sebanyak mungkin," katanya.