Gus Lilur Harapkan Gus Kikin Menjadi Pemutus Mata Rantai Konflik

Galih Prasetyo

Jum'at, 11 September 2026 | 10:15 WIB
Gus Lilur Harapkan Gus Kikin Menjadi Pemutus Mata Rantai Konflik
Pengusaha nasional asal Situbondo, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang dikenal sebagai Gus Lilur, mengungkapkan bahwa surat elektronik (surel) yang pernah ia kirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari pemerintah. [Dok Pribadi]
baca 10 detik
  • Gus Lilur mendukung langkah Gus Kikin mereformasi kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk mengevaluasi berbagai persoalan lalu.
  • Gus Kikin diminta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memilih figur strategis guna menghindari individu yang bermasalah hukum.
  • PBNU diharapkan mampu mengakhiri siklus konflik internal serta menolak kembalinya aktor-aktor yang memicu perpecahan organisasi.

Suara.com - Gus Lilur menyatakan dukungannya terhadap langkah Gus Kikin dalam menata dan melakukan reformasi kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ia menilai pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang muncul pada periode sebelumnya.

Menurut Gus Lilur, evaluasi tersebut tidak hanya menyangkut struktur organisasi, tetapi juga konflik internal, persoalan etik, hingga perkara hukum yang pernah menyeret sejumlah oknum pengurus. Ia berharap kepemimpinan baru tidak mengulangi persoalan yang sama.

Gus Lilur meminta Gus Kikin belajar dari pengalaman kepemimpinan sebelumnya. Menurutnya, periode Mandataris Muktamar NU ke-34 meninggalkan sejumlah persoalan yang perlu menjadi pelajaran dalam membangun kepengurusan PBNU ke depan.

Ia mencontohkan kasus yang pernah melibatkan Mardani H. Maming, yang saat itu menjabat Bendahara Umum PBNU. Pada 2022, PBNU menyatakan Mardani nonaktif dari jabatannya untuk fokus menghadapi proses hukum yang menjeratnya.

“Gus Kikin harus berani melakukan reformasi. Jangan sampai orang-orang yang selama ini menjadi sumber konflik justru kembali mendapatkan ruang strategis dalam kepengurusan. PBNU harus menjadi rumah besar yang teduh, bukan arena pertarungan kepentingan,” ujar Gus Lilur.

Gus Lilur juga mendorong adanya cleansing atau penataan ulang secara organisatoris di tubuh PBNU. Namun, ia menegaskan langkah tersebut tidak boleh dimaknai sebagai aksi balas dendam ataupun upaya menyingkirkan pihak tertentu hanya karena perbedaan pilihan politik.

Menurutnya, yang perlu dibenahi adalah kultur konflik dan praktik transaksional yang berpotensi mengganggu konsolidasi organisasi. Penempatan figur dalam struktur PBNU, kata dia, harus mempertimbangkan rekam jejak serta kemampuan membangun persatuan.

“Yang harus dibuang adalah kultur konfliknya, praktik transaksionalnya, dan orang-orang yang terbukti menjadi aktor konflik. PBNU membutuhkan orang-orang yang mampu merajut persatuan, bukan memperpanjang dendam dan faksi,” tegasnya.

baca juga

Ia juga meminta kepemimpinan Gus Kikin menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memilih figur yang akan mengisi posisi strategis. Terutama bagi mereka yang sedang menjadi sorotan dalam proses hukum.

Dalam pernyataannya, Gus Lilur menyinggung nama Nusron Wahid terkait perkara dugaan korupsi kuota haji yang sedang bergulir. Ia merujuk pada keterangan yang muncul dalam persidangan mengenai penyerahan uang sebesar US$400.000 kepada seseorang yang disebut sebagai perantara Zainal Abidin.

Dalam persidangan, Zainal Abidin disebut sebagai teman Nusron Wahid. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menyatakan fakta-fakta yang muncul di persidangan akan ditelaah dan dianalisis sebagai bagian dari proses pembuktian perkara.

Gus Lilur menegaskan sorotannya bukan berarti menyatakan seseorang bersalah sebelum adanya putusan pengadilan. Ia menyebut prinsip kehati-hatian diperlukan agar PBNU tidak ikut terseret persoalan yang sedang berproses secara hukum.

“Ini bukan soal menyatakan seseorang bersalah sebelum ada putusan hukum. Tetapi dalam konteks membangun PBNU yang bersih, Gus Kikin harus menerapkan prinsip kehati-hatian,” katanya.

Gus Lilur menilai PBNU membutuhkan kepengurusan yang mampu membangun persatuan, bukan memperpanjang konflik antarfaksi. Ia juga berharap kepemimpinan baru dapat bekerja secara profesional, egaliter, terbuka, dan berorientasi pada khidmah.

“PBNU tidak boleh menjadi tempat berlindung dari persoalan hukum, apalagi menjadi alat untuk membangun kembali pengaruh orang-orang yang memiliki beban persoalan masa lalu. Reformasi PBNU harus dimulai dari keberanian membersihkan warisan konflik,” ujarnya.

Menurut Gus Lilur, Gus Kikin memiliki kesempatan untuk mengakhiri siklus konflik yang terjadi di internal organisasi. Karena itu, seluruh jajaran PBNU diminta memberi ruang kepada kepemimpinan baru untuk bekerja tanpa dibebani kepentingan kelompok-kelompok lama.

“Gus Kikin jangan menjadi penerus konflik. Jadilah pemutus mata rantai konflik. PBNU harus kembali menjadi rumah bersama seluruh Nahdliyin,” pungkas Gus Lilur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muktamar Berakhir Teduh, Gus Ipul Tekankan Sikap Kalah Terhormat dan Menang Bermartabat

Muktamar Berakhir Teduh, Gus Ipul Tekankan Sikap Kalah Terhormat dan Menang Bermartabat

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:21 WIB

Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim

Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:16 WIB

Bawa-bawa HMI dan PMII, Gus Ipul Curiga Kritik Cak Imin ke PBNU Demi Kepentingan Sesaat

Bawa-bawa HMI dan PMII, Gus Ipul Curiga Kritik Cak Imin ke PBNU Demi Kepentingan Sesaat

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:16 WIB

Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'

Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

×