- Sekjen PBNU Saifullah Yusuf menilai kritik Cak Imin terhadap kepemimpinan NU di Jakarta pada Rabu (2/9/2026) didasari kepentingan sesaat.
- Cak Imin sebelumnya mengajak kader PMII dan warga NU mengevaluasi kepengurusan baru PBNU dalam acara bedah buku di Jombang akhir Agustus.
- Gus Ipul menegaskan penilaian gagalnya kepemimpinan PBNU harus didasarkan pada data karena laporan pertanggungjawaban telah diterima Muktamar.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai kritik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengenai kondisi NU perlu dilihat secara proporsional.
Gus Ipul bahkan menduga kritik keras Cak Imin terhadap kiprah PBNU sebelumnya di bawah kepemimpinan Gus Yahya tersebut hanya berkaitan dengan kepentingan sesaat.
"Cukup disayangkan dan mudah-mudahan ya mudah-mudahan ini bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat. Bisa jadi ini hanya kepentingan sesaat Cak Imin aja," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya, Cak Imin menyinggung latar belakang organisasi kemahasiswaan dalam konteks kepemimpinan NU era Gus Yahya yang merupakan alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara bedah buku "Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik dan Kemasyarakatan" di Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus kemarin.
Cak Imin pun mengajak kader PMII serta warga NU untuk melakukan evaluasi dalam momen kepengurusan baru PBNU.
Gus Ipul mengakui kalau kritik terhadap PBNU sebenarnya merupakan hal yang sah. Namun, menurut dia, penilaian mengenai berhasil atau gagalnya kepemimpinan NU semestinya disertai fakta dan data yang jelas.
"Ya boleh saja menyatakan bahwa kurang berhasil dan seterusnya, tetapi hendaknya didasarkan pada fakta, didasarkan pada data yang ada," ujar Gus Ipul.
Ia mempertanyakan alasan Cak Imin berulang kali menyebut kepemimpinan PBNU gagal, sementara menurutnya forum Muktamar NU telah menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan dengan baik.
"Padahal ini adalah milik bersama-sama, kenapa juga harus menyatakan berulang-ulang kepemimpinan PBNU gagal," kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Muktamar NU sebelumnya juga merupakan hasil kerja bersama.
Ia menegaskan seluruh prosesnya dilakukan melalui mekanisme organisasi, bukan berdasarkan keputusan pribadi.
Karena itu, Gus Ipul meminta pernyataan mengenai kondisi NU tidak disampaikan hanya berdasarkan penilaian pribadi atau kepentingan tertentu.
Ia kembali menyatakan harapannya agar masyarakat dapat memahami polemik tersebut secara jernih.