Muktamar Berakhir Teduh, Gus Ipul Tekankan Sikap Kalah Terhormat dan Menang Bermartabat

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Jum'at, 11 September 2026 | 11:21 WIB
Muktamar Berakhir Teduh, Gus Ipul Tekankan Sikap Kalah Terhormat dan Menang Bermartabat
Acara pembubaran panitia Muktamar ke-35 NU di depan Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (10/9/2026) malam. (Dok: Kemensos)

Ketua Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai mekanisme pemilihan kepemimpinan baru PBNU berhasil menghadirkan kompetisi yang lebih sejuk sekaligus menjaga kehormatan seluruh pihak.

Suara.com - Menurut Gus Ipul, salah satu capaian penting Muktamar ke-35 NU adalah lahirnya proses pergantian kepemimpinan tanpa meninggalkan luka politik yang berkepanjangan.

“Hasilnya apa yang membanggakan? Yang paling penting ini adalah yang kalah terhormat, yang menang bermartabat,” kata Gus Ipul dalam acara pembubaran panitia Muktamar ke-35 NU di depan Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (10/9/2026) malam.

Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026 telah menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode lima tahun mendatang.

Gus Ipul mengatakan, sistem pemilihan yang diterapkan dalam Muktamar kali ini mampu menekan ketegangan kompetisi sekaligus mengembalikan proses pemilihan kepemimpinan pada semangat musyawarah dan tradisi organisasi NU.

Ia berharap pola tersebut tidak berhenti di tingkat PBNU, tetapi dapat menjadi rujukan dalam proses pergantian kepemimpinan NU di semua tingkatan.

“Itu saya kira akan diteruskan nanti sampai ke tingkat wilayah, ke tingkat cabang, dan seterusnya sampai ke ranting dan anak ranting,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, Muktamar ke-35 secara keseluruhan juga berlangsung tertib dan seluruh agenda dapat diselesaikan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.

“Yang kita syukuri bahwa seluruh penyelenggaraan Muktamar berjalan dengan baik, tertib, hasil-hasilnya juga sesuai harapan,” katanya.

baca juga

Acara pembubaran panitia tersebut dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekretaris Steering Committee Muktamar Prof. Mohammad Nuh, Gus Gudfan Arief, Nusron Wahid, KH Hasib Wahab Hasbullah, Gus Rozaq, serta jajaran panitia lokal dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Setelah Muktamar berakhir, tahapan berikutnya adalah penyusunan struktur lengkap kepengurusan PBNU.

Gus Ipul mengatakan penyusunan kepengurusan sepenuhnya menjadi kewenangan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih bersama tim formatur.

“Sepenuhnya bergantung kepada Rais Aam terpilih dan Ketua Umum terpilih dibantu oleh formatur. Mudah-mudahan targetnya bulan depan sudah tuntas semua,” katanya.

Gus Ipul berharap kepengurusan baru nantinya segera melakukan konsolidasi organisasi untuk menghadapi tantangan NU ke depan.

Menurut dia, sejumlah agenda yang perlu mendapat perhatian adalah penataan organisasi, penguatan struktur, konsolidasi, serta pengaderan secara berkelanjutan.

“NU harus bisa merespons berbagai tantangan yang ada dengan melakukan penataan organisasi, memperkuat struktur, konsolidasi, pengaderan,” ujarnya.

Selain memperkuat organisasi, Gus Ipul mengingatkan pentingnya memperkokoh jemaah dan memberikan perhatian khusus kepada generasi muda NU.

“Yang berikutnya adalah menguatkan jemaah, generasi-generasi yang memerlukan perhatian secara khusus dari Nahdlatul Ulama,” katanya.

Pemanfaatan teknologi juga dinilai penting untuk membangun tata kelola organisasi yang lebih rapi, terstruktur, transparan, dan mampu menggerakkan kader hingga tingkat bawah.

Gus Ipul berharap kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin dapat membawa NU semakin solid sekaligus memperkuat kontribusi organisasi bagi bangsa, kemanusiaan, dan pembangunan peradaban.

Bagi Gus Ipul, Muktamar ke-35 meninggalkan satu pesan penting mengenai cara NU mengelola perbedaan dan kompetisi: bertanding tanpa saling merendahkan, menang tanpa jumawa, dan menerima hasil dengan tetap menjaga kehormatan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim

Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:16 WIB

Lulus Sekolah Rakyat, Putri Dapat Beasiswa di Universitas Ary Ginanjar

Lulus Sekolah Rakyat, Putri Dapat Beasiswa di Universitas Ary Ginanjar

News | Kamis, 10 September 2026 | 09:27 WIB

Kemensos Catat 4,5 Juta Keluarga Ajukan Bansos hingga September 2026

Kemensos Catat 4,5 Juta Keluarga Ajukan Bansos hingga September 2026

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:33 WIB

Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Pekerja Terampil atau Melanjutkan Kuliah

Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Pekerja Terampil atau Melanjutkan Kuliah

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:58 WIB

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:00 WIB

Harga Bahan Pokok Naik, Perlukah Nominal Bansos Dinaikkan? Begini Jawaban Gus Ipul

Harga Bahan Pokok Naik, Perlukah Nominal Bansos Dinaikkan? Begini Jawaban Gus Ipul

News | Senin, 07 September 2026 | 12:27 WIB

Terkini

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

×