Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 11 September 2026 | 19:00 WIB
Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (14/3/2023). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko].
baca 10 detik
  • Pakar UGM Agung Harijoko menyatakan fasilitas pemantauan 127 gunung api di Indonesia masih belum merata.
  • Gunung Merapi memiliki teknologi paling lengkap, sementara gunung lain hanya mengandalkan seismometer dasar di wilayah pelosok.
  • Penyebaran hoaks erupsi di media sosial mengancam publik, sehingga masyarakat harus memverifikasi data ke PVMBG.

Suara.com - Pakar Vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agung Harijoko, membeberkan bahwa fasilitas pemantauan gunung api di Indonesia belum merata.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Indonesia memiliki 127 gunung api aktif yang terbagi dalam tiga kategori.

Pemantauan utama sejauh ini diprioritaskan pada gunung api tipe A, yakni gunung yang memiliki catatan sejarah erupsi sejak tahun 1600.

Dari seluruh gunung api aktif yang ada, Gunung Merapi disebut menjadi lokasi dengan fasilitas dan teknologi pengamatan yang paling memadai.

"Yang paling lengkap itu memang di Gunung Merapi ya. Di Gunung Merapi ini pengamatannya paling lengkap, paling bagus teknologinya," kata Agung, Jumat (11/9/2026).

Sistem pemantauan pada gunung api aktif lainnya mayoritas masih sebatas instrumen dasar. Sebagian besar pos pengamatan di luar Gunung Merapi hanya mengandalkan seismometer untuk merekam aktivitas kegempaan visual dan geofisika.

"Kalau di beberapa gunung api, itu dikatakan proper ya proper. Jadi tapi masih terbatas hanya seismometer, itu yang paling utama," ucapnya.

Kondisi ini menyisakan celah mitigasi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api di daerah pelosok.

Meskipun teknologi pemantauan jarak jauh dari Bandung sudah berjalan, keterbatasan akses informasi di tingkat lokal masih menjadi kendala nyata.

baca juga
Penampakan Gunung Anak Krakatau erupsi. (Dok. esdm.go.id)
Penampakan Gunung Anak Krakatau erupsi. (Dok. esdm.go.id)

"Nah, ini mungkin masyarakat sekitar gunung api yang mungkin di daerah-daerah pelosok, ini bagaimana mungkin mereka tidak langsung bisa tahu informasinya kalau mereka tidak punya akses ke informasi yang di PVMBG," ungkapnya.

Selain masalah pemerataan fasilitas, penyebaran disinformasi atau hoaks terkait erupsi gunung api di media sosial juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Narasi palsu yang dikemas secara visual sering kali memicu kepanikan publik sebelum informasi resmi terverifikasi.

"Masalahnya adalah kadang masyarakat kita mudah termakan hoaks. Jadi kadang yang membuat hoaks itu sudah pintar, membuat video seolah-olah kejadiannya beneran, kemudian diberitakan secara cepat sehingga itu yang dikhawatirkan," tegas Agung.

Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap rumor atau unggahan tular di media sosial langsung ke saluran resmi PVMBG seperti aplikasi MAGMA Indonesia.

Lembaga resmi tersebut menjalankan pengamatan secara real time sehingga datanya dapat dipertanggungjawabkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

5 Gunung Aktif di Indonesia Kompak Erupsi, PVMBG Keluarkan Zona Merah

5 Gunung Aktif di Indonesia Kompak Erupsi, PVMBG Keluarkan Zona Merah

News | Minggu, 06 September 2026 | 14:16 WIB

Putusan MK soal MBG Dinilai Kompromistis, Pakar UGM Soroti Toleransi Pelanggaran Konstitusi

Putusan MK soal MBG Dinilai Kompromistis, Pakar UGM Soroti Toleransi Pelanggaran Konstitusi

News | Sabtu, 05 September 2026 | 16:23 WIB

Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen

Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen

Foto | Jum'at, 04 September 2026 | 19:30 WIB

Mengenal Proses Terbentuknya Gunung Berapi dan Tipe Letusannya

Mengenal Proses Terbentuknya Gunung Berapi dan Tipe Letusannya

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×