- Kawasan Pantjoran PIK menghadirkan Ciamsi Digital yang memadukan tradisi ciamsi langsung dengan teknologi modern.
- Pengunjung yang memasukkan nomor hasil ciamsi ke sistem akan menerima nasehat melalui aplikasi WhatsApp.
- Format digital ini memudahkan penyimpanan nasehat di ponsel tanpa perlu membawa lembaran kertas fisik.
Pengunjung tidak perlu membawa atau memotret lembaran hasil ciamsi karena nasehat sudah tersimpan dalam percakapan WhatsApp.
Selama percakapan tersebut tidak dihapus, hasilnya dapat ditemukan kembali melalui ponsel.
Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat digital, pendekatan tersebut membuat tradisi lama terasa lebih dekat dengan keseharian.
Kehadiran Ciamsi Digital juga memberikan pilihan aktivitas lain bagi pengunjung yang datang ke Pantjoran PIK.
Selain menikmati kuliner dan suasana kawasan, pengunjung dapat mengenal tradisi melalui pengalaman yang memadukan cara lama dengan teknologi masa kini.
Menariknya, kejutan justru datang setelah proses ciamsi selesai.
Beberapa saat kemudian, nasehat yang diperoleh muncul langsung di layar WhatsApp.