Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 16 September 2026 | 12:16 WIB
Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya
PT Adhi Karya (Persero) Tbk menghadapi tekanan dari para pemegang obligasinya. Dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022, pemegang obligasi menolak mentah-mentah seluruh usulan restrukturisasi yang diajukan perseroan. Foto istimewa.
baca 10 detik
  • Pemegang obligasi menolak perubahan jatuh tempo Adhi Karya.
  • Perubahan bunga obligasi juga ditolak 99,48% suara.
  • Pengesampingan gagal bayar bunga ke-17 ditolak 94,73%.

Suara.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk menghadapi tekanan dari para pemegang obligasinya. Dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022, pemegang obligasi menolak mentah-mentah seluruh usulan restrukturisasi yang diajukan perseroan.

RUPO yang digelar pada Jumat, 11 September 2026 dan disampaikan pada Keterbukaan Informasi, Selasa (15/9/2026) tersebut membahas tiga agenda, yakni perubahan jatuh tempo obligasi, perubahan tingkat bunga, serta pengesampingan pelanggaran atas tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran bunga ke-17.

Pada agenda pertama terkait perubahan jatuh tempo, sebanyak 99,57% suara atau setara Rp2,321 triliun dari Rp2,331 triliun suara yang tercatat menyatakan tidak setuju. Hanya 0,43% atau Rp10 miliar yang menyetujui usulan tersebut.

Usulan perubahan tingkat bunga juga mendapat penolakan serupa. Sebanyak 99,48% suara atau Rp2,286 triliun dari Rp2,298 triliun suara yang tercatat menolak, sementara suara yang menyetujui hanya 0,52% atau Rp12 miliar.

Penolakan paling besar juga terjadi pada agenda ketiga, yakni pengesampingan pelanggaran terkait tidak terpenuhinya pembayaran bunga ke-17. Sebanyak 94,73% suara atau Rp2,177 triliun menolak usulan tersebut. Sementara suara yang menyetujui hanya 5,27% atau Rp121 miliar.

Dengan hasil tersebut, seluruh proposal Adhi Karya dalam RUPO dinyatakan tidak disetujui pemegang obligasi.

RUPO sendiri dihadiri pemegang obligasi dan/atau kuasanya yang mewakili pokok obligasi sebesar Rp2,344 triliun atau 95,146% dari total obligasi yang masih beredar sebesar Rp2,464 triliun. Kuorum kehadiran pun terpenuhi sehingga rapat sah mengambil keputusan yang mengikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:34 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Terkini

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:15 WIB

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:09 WIB

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:06 WIB

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

Kalbar | Rabu, 16 September 2026 | 12:05 WIB

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:04 WIB

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:02 WIB

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

Soal Parliamentary Threshold, Dede Yusuf Sebut Angka 4 atau 5 Persen Paling Kuat

Soal Parliamentary Threshold, Dede Yusuf Sebut Angka 4 atau 5 Persen Paling Kuat

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

×