Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 15 September 2026 | 09:58 WIB
Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal
Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Presiden mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara pada Selasa, 15 September 2026.
  • Pakar UGM menyatakan pencopotan dipicu pertimbangan ekonomi politik, dinamika pusat-daerah, serta persiapan strategis menjelang Pemilu 2029.
  • Data BKPM membuktikan gaya komunikasi Purbaya tidak mengganggu pertumbuhan investasi nasional sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Suara.com - Dinamika perombakan kabinet di tubuh Kementerian Keuangan dengan mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan dan menggantikannya dengan Suahasil Nazara menuai beragam spekulasi. 

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menilai pergantian pimpinan fiskal tersebut tidak bisa dilepaskan dari kombinasi pertimbangan ekonomi politik dan dinamika hubungan pusat-daerah.

"Tentu saja yang tahu kenapa dicopot hanya presiden dan elite tertentu di ring satu. Namun, aroma akan terjadinya pencopotan sebetulnya sudah dicium oleh publik dalam beberapa bulan terakhir ini," kata Subarsono kepada Suara.com, Selasa (15/9/2026).

Menurut Subarsono, pengurangan Dana Transfer ke Daerah (DTD) bukan alasan tunggal yang menjelaskan pergantian Menkeu. Pasalnya kebijakan efisiensi anggaran merupakan kehendak presiden setelah diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

"Jadi pemangkasan DTD adalah kehendak presiden karena presiden memiliki program prioritas seperti MBG dan Sekolah Rakyat. Dalam hal ini Purbaya sekedar implementor kebijakan presiden," ujarnya.

Walaupun memang berkurangnya DTD berpotensi mengurangi kepercayaan politik daerah terhadap pemerintah pusat.

"Sebagai konsekuensi DTD berkurang, telah mengurangi kepercayaan politik daerah pada pemerintah pusat, dan ini tidak menguntungan bagi perhelatan poltik tahun 2029," imbuhnya.

Ia menyoroti dugaan bahwa gaya komunikasi Purbaya yang terbuka dan berbeda dari pendekatan konservatif Kemenkeu sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran pasar. Namun, tudingan bahwa gaya tersebut mengganggu arus investasi asing perlu diuji melalui data resmi.

"Namun, data resmi BKPM mencatat total investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target Rp1.905,6 triliun. Pada Semester I 2026, total investasi mencapai Rp 1.010,6 triliun, naik 7,2 persen," tuturnya.

baca juga

Data tersebut, lanjut dia, menunjukkan investasi tetap tumbuh di tengah kontroversi komunikasi kebijakan Menkeu. Penanaman Modal Asing (PMA) pada Semester I 2026 mencapai Rp507,6 triliun atau 50,2% dari total investasi, sedikit lebih besar daripada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun.

"Dengan demikian, pernyataan Purbaya terbukti tidak mengganggu arus investasi asing masuk Indonesia," tambahnya.

Di sisi lain, isu keretakan internal antara Menkeu dan jajaran Dirjen Pajak maupun Bea Cukai dinilainya bukan faktor utama yang sanggup menggoyahkan posisi menteri.

Lebih jauh langkah pencopotan ini disinyalir erat kaitannya dengan rencana strategis pemerintah yang bernuansa politik jelang Pemilu 2029. 

Salah satunya adalah rencana pembukaan rekening baru bagi 200 juta penduduk dewasa dengan estimasi kebutuhan dana awal mencapai Rp11 triliun.

"Saya memperkirakan bahwa setiap tahun akan terjadi trasfer ke masing-masing pemilik rekening dengan label Bantuan Sosial atau apapun namanya. Untuk itu, nampaknya presiden mencari orang yang lebih mampu bergerak cepat bisa berkolaborasi dengannya dan punya track record panjang dan andal di sektor fiskal," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Terkini

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×