Ruang Fiskal Makin Sempit, Suahasil Dihadapkan pada Ujian Ekonomi yang Berat

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 16 September 2026 | 10:22 WIB
Ruang Fiskal Makin Sempit, Suahasil Dihadapkan pada Ujian Ekonomi yang Berat
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah) menyapa para pegawai usai dilantik menjadi Menteri Keuangan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ekonom UGM Yudistira Hendra Permana menyoroti tantangan Menkeu baru Suahasil menghadapi ruang fiskal sempit pada Rabu (16/9/2026).
  • Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dinilai rapuh akibat hilirisasi terkonsentrasi pada sektor tertentu dan belum terdiversifikasi.
  • Alokasi transfer ke daerah dalam APBN 2026 turun menjadi sekitar Rp690 triliun, terutama pada dana bagi hasil.

Suara.com - Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yudistira Hendra Permana menyoroti tantangan Menteri Keuangan baru Suahasil dalam mengelola fiskal di tengah ruang anggaran yang semakin sempit. Persoalan inflasi, pertumbuhan ekonomi yang belum terdiversifikasi, hingga ketergantungan pada penerimaan komoditas menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi.

Yudistira menilai tantangan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan kondisi makroekonomi Indonesia.

Menurutnya, fiskal pemerintah perlu dibaca bersama dengan kemampuan masyarakat menjaga konsumsi dan struktur perekonomian yang menopang pertumbuhan. Salah satu persoalan yang disoroti ialah inflasi.

"Dan sayangnya inflasinya itu justru bertambah atau atau didorong oleh faktor-faktor yang bukan dari permintaan. Ya, bukan dari konsumsi rumah tangga, tetapi lebih kepada andilnya itu komponen-komponen yang sifatnya barang bahan makanan masih bergejolak, volatile food inflation gitu," kata Yudistira kepada Suara.com, Rabu (16/9/2026).

Selain itu, tekanan inflasi juga perlu diwaspadai dari harga barang yang diatur pemerintah, termasuk tarif dasar listrik (TDL) dan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kenaikan harga komponen tersebut berpotensi menekan kemampuan belanja masyarakat.

Yudistira mengingatkan tekanan inflasi tidak hanya berdampak pada harga barang, tetapi turut berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga.

"Apakah ini kemudian akan terjadi potensi deflasi yang seperti tahun 2024 kemarin ya?" tanyanya.

Di sisi lain, Yudistira menyinggung pertumbuhan yang berada di atas 5 persen, tetapi masih jauh dari target pertumbuhan 8 persen. Ia menilai capaian angka tersebut perlu dilihat dari sektor-sektor yang menjadi sumber pendongkraknya.

Menurut dia, hilirisasi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. Namun, aktivitas tersebut masih terkonsentrasi di kawasan dan sektor tertentu sehingga manfaatnya belum tersebar luas ke berbagai sektor perekonomian.

baca juga

"Jadi pertumbuhan ini memang angkanya terlihat meyakinkan, tetapi strukturnya boleh dibilang apa ya? Mungkin rapuh ya, komposisinya rapuh. Karena masih didorong oleh satu sektor tertentu gitu. Belum terdiversifikasi," tuturnya.

Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan kebijakan hilirisasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, termasuk sejak penerapan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).

Menurut Yudistira, kebijakan larangan ekspor mineral mentah belum sepenuhnya diikuti diversifikasi struktur ekonomi.

Indikasi lain terlihat dari sektor manufaktur. Yudistira menyebut penurunan manufacturing index sebagai hal yang perlu diwaspadai karena berlawanan dengan gambaran pertumbuhan ekonomi yang meningkat.

"Manufacturing index itu turun tuh di Indonesia. Nah, ini yang patut diwaspadai begitu. Kan tadi agak tadi, pertumbuhannya naik tetapi manufacturing index-nya kok turun gitu," tandasnya.

Selain persoalan struktur ekonomi, tantangan fiskal juga berada pada transfer ke daerah. Yudistira menyoroti alokasi transfer ke daerah dalam APBN 2026 yang berada di kisaran Rp690 triliun dan masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan terbesar pada dana bagi hasil (DBH).

"Ini kan penurunan terbesar ini ada di DBH. Nah, ini bagaimana ini bisa memicu pertumbuhan pembangunan di daerah-daerah, provinsi-provinsi, kabupaten, kayak gitu," ucapnya.

Yudistira kemudian menyoroti kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebagai salah satu komponen yang mengompensasi penerimaan fiskal. Kenaikan PNBP tersebut dinilai perlu ditelaah lebih jauh untuk mengetahui apakah berasal dari penguatan penerimaan yang berkelanjutan atau faktor eksternal.

"Ya, tetapi ini kok belum saya tuh melihat berita narasi tentang ini hasil dari yang memang perusahaan-perusahaan itu kuat dari hasil apa istilahnya? Ada reformasi penerimaan begitu. Tetapi ya windfall saja, windfall komoditas, commodity windfall," ujarnya.

"Ini yang kemudian mengkhawatirkannya adalah ya pada akhirnya tahun ini mungkin masih bisa selamat gitu ya dengan windfall tersebut," imbuhnya.

Tantangan berikutnya ialah penyusunan RAPBN 2027. Yudistira menilai pergantian Menkeu pada September membuat ruang manuver kebijakan fiskal semakin terbatas karena proses penyusunan anggaran tahun depan sudah berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Wanti-wanti 5 Hal ke Menkeu Suahasil, Dari Debottlenecking hingga Insentif

Pengusaha Wanti-wanti 5 Hal ke Menkeu Suahasil, Dari Debottlenecking hingga Insentif

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:18 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:01 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan, Purbaya Respons Isu Gesekan Internal

Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan, Purbaya Respons Isu Gesekan Internal

Video | Selasa, 15 September 2026 | 17:15 WIB

Serah Terima Menkeu, Suahasil Nazara Lanjutkan Warisan Purbaya

Serah Terima Menkeu, Suahasil Nazara Lanjutkan Warisan Purbaya

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 16:39 WIB

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

Purbaya Diganti Suahasil, Ekonom UGM Soroti 3 Hal yang Bisa Menentukan Arah Fiskal

Purbaya Diganti Suahasil, Ekonom UGM Soroti 3 Hal yang Bisa Menentukan Arah Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:11 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, DPR: Gaya 'Koboi' Kini Berganti Sosok Pendiam yang Bekerja

Suahasil Gantikan Purbaya, DPR: Gaya 'Koboi' Kini Berganti Sosok Pendiam yang Bekerja

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:44 WIB

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Jay Idzes Absen, Siapa Bek Pilihan John Herdman di FIFA ASEAN Cup? Kevin Diks atau Elkan Baggott

Jay Idzes Absen, Siapa Bek Pilihan John Herdman di FIFA ASEAN Cup? Kevin Diks atau Elkan Baggott

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 11:18 WIB

4 Sandal Pria Anti Air untuk Aktivitas Outdoor, Nyaman Buat Nongkrong

4 Sandal Pria Anti Air untuk Aktivitas Outdoor, Nyaman Buat Nongkrong

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:15 WIB

Seharusnya Jadi Saksi, Eks Menhub Budi Karya Sumadi Tak Hadir di Sidang Banding Kasus DJKA

Seharusnya Jadi Saksi, Eks Menhub Budi Karya Sumadi Tak Hadir di Sidang Banding Kasus DJKA

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:15 WIB

Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 11:14 WIB

7 Perbedaan Cermin Cembung dan Cermin Cekung Sifat Bayangan

7 Perbedaan Cermin Cembung dan Cermin Cekung Sifat Bayangan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 11:12 WIB

BRI Raih Penghargaan Bergengsi Indonesia Sports Industry of the Year 2026

BRI Raih Penghargaan Bergengsi Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 11:12 WIB

Makkah Diserang, Amerika Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

Makkah Diserang, Amerika Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:10 WIB

Sepatu Ajaib Menyeberangi Sungai

Sepatu Ajaib Menyeberangi Sungai

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:09 WIB

BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 11:08 WIB

Peran 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Suap HGB Summarecon

Peran 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Suap HGB Summarecon

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:07 WIB

×