Mahfud MD Bongkar 2 Kelemahan Mendasar Purbaya Usai Dicopot Prabowo, Komunikasi dan Substansi

Bangun Santoso

Rabu, 16 September 2026 | 15:42 WIB
Mahfud MD Bongkar 2 Kelemahan Mendasar Purbaya Usai Dicopot Prabowo, Komunikasi dan Substansi
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. [Hiskia]
baca 10 detik
  • Mahfud MD menilai kinerja Purbaya Yudhi Sadewa memiliki kelemahan mendasar pada komunikasi publik dan penanganan substansi kementerian.
  • Purbaya dianggap kerap menyederhanakan masalah ekonomi, mengejek pakar, serta gagal menepati janji terkait strategi pajak dan proyek Whoosh.
  • Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai pengganti Menteri Keuangan pada Rabu (16/9/2026) untuk memperbaiki keadaan.

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kinerja Purbaya Yudhi Sadewa setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan mencopot jabatannya sebagai Menteri Keuangan dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai pengganti.

Mahfud MD menilai, ekspektasi publik terhadap Purbaya pada awalnya tergolong tinggi, namun performanya dinilai menyisakan catatan kritis mendasar.

"Nah, menyangkut Purbaya memang dulu kita terlalu besar harapannya. Kelemahan Purbaya yang paling mendasar itu dua sebenarnya," terangnya sebagaimana dikutip, Rabu (16/9/2026).

Mahfud merinci dua poin evaluasi utama terhadap Purbaya, yakni tata kelola komunikasi publik dan penanganan persoalan substansi di kementerian.

"Satu, komunikasi publiknya buruk. Kemudian, substansi urusannya juga tidak beres," kata Mahfud.

Terkait komunikasi publik, Mahfud menilai Purbaya kerap menyederhanakan masalah ekonomi yang kompleks dan memberikan harapan yang tidak realistis kepada masyarakat.

"Dia memberi harapan orang. Itu gampang, itu nanti untuk pertumbuhan ekonomi, nanti gampang. Kemudian semuanya dianggap gampang. Orang yang bertanya kepada dia malah dilecehkan," jelasnya.

Mahfud menyinggung perlakuan Purbaya terhadap kalangan ahli saat berdiskusi di ruang publik.

"Dulu ada seorang pakar kan bicara, 'Anda kan bukan ekonom, tidak tahu apa-apa.' Kan gitu kan di depan forum. Kayak gitu, ngejek sekali," ungkapnya.

baca juga

Pada aspek substansi, Mahfud menyoroti realisasi pernyataan dan janji Purbaya yang kerap berubah, sembari membandingkannya dengan karakter Suahasil Nazara.

"Janjinya nggak ada yang bisa ditepati dan berubah macam-macam. Nah mudah-mudahan Pak Suahasil ya orangnya nggak banyak bicara sebenarnya," tuturnya.

Kritik terhadap substansi kinerja Purbaya juga dikaitkan dengan strategi penerimaan negara, khususnya kebijakan penarikan pajak yang menuai polemik di tengah masyarakat.

"Bekerja dan bagus mudah-mudahan kesan yang selama ini untuk mendapat pendapatan negara ini mengejar-ngejar pajak sampai hal-hal yang tidak penting, apa yang tidak layak ditarik pajaknya," katanya.

Mahfud menegaskan bahwa keluhan publik terkait agresivitas pemungutan pajak terus bergulir di ranah digital.

"Mungkin itu berlebihan yang di medsos itu, tapi suara seperti itu nggak pernah bisa berkurang. Nah dari sudut substansi juga kan begitu," bebernya.

Selain persoalan perpajakan, Mahfud menyinggung inkonsistensi sikap Purbaya terkait pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

"Ya substansi, janji-janjinya (Purbaya) itu tidak jalan. Misalnya dulu ketika bicara Whoosh. Ya, mula-mula dia sama dengan pandangan masyarakat. Pandangan kita lah itu harus jangan ditanggung negara. Karena sejak semula memang itu dinyatakan tidak pakai APBN," timpalnya.

Mahfud mempersoalkan penggunaan APBN yang akhirnya dibebankan pada proyek tersebut serta ketidakjelasan dokumen kerja samanya.

"Nah tiba-tiba pakai APBN dan harganya setiap kali lipat dari apa yang sudah disepakati dengan Jepang. Dan yang penting, yang paling penting bagi konstitusi, dokumen perjanjian Whoosh itu sampai sekarang nggak ada," kuncinya.

Terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru, Mahfud memandang langkah itu sebagai keputusan yang tepat.

"Ini sebuah upaya perbaikan dan pilihannya kepada Pak Suahasil Nazara menurut saya oke juga," ujar Mahfud dikutip, Rabu (16/9/2026).

Mahfud mengenal rekam jejak Suahasil saat masih bertugas bersama di kabinet pemerintahan periode sebelumnya.

"Seorang birokrat profesional gitu ya. Profesional, saya bekerja dengan dia lima tahunan lah, empat sampai lima tahun. Cukup profesional dan correct," ucapnya.

Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan tersebut dipandangnya sebagai peluang untuk menata ulang tata kelola fiskal negara ke depan.

"Mudah-mudahan ini bisa memperbaiki keadaan. Itu kalau untuk langkah yang diambil Presiden dan memilih Suahasil," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:59 WIB

Membongkar APBN Kredibel di Era Suahasil: Bukan Sekadar Defisit di Bawah 3%

Membongkar APBN Kredibel di Era Suahasil: Bukan Sekadar Defisit di Bawah 3%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:56 WIB

Ruang Fiskal Makin Sempit, Suahasil Dihadapkan pada Ujian Ekonomi yang Berat

Ruang Fiskal Makin Sempit, Suahasil Dihadapkan pada Ujian Ekonomi yang Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:22 WIB

Pengusaha Wanti-wanti 5 Hal ke Menkeu Suahasil, Dari Debottlenecking hingga Insentif

Pengusaha Wanti-wanti 5 Hal ke Menkeu Suahasil, Dari Debottlenecking hingga Insentif

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:18 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:17 WIB

Terkini

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:13 WIB

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

Video | Minggu, 01 November 2026 | 15:08 WIB

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

×