Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 17 September 2026 | 17:32 WIB
Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah
Ilustrasi beras fortifikasi palsu. [Magnific]
baca 10 detik
  • Guru Besar UGM Sri Raharjo menyoroti peredaran 25 merek beras fortifikasi tidak standar pada Kamis 17 September 2026.
  • Masyarakat tidak dapat mendeteksi pemalsuan zat gizi beras fortifikasi secara visual karena bentuk dan rasanya sama.
  • Pemerintah dinilai terlambat menyiapkan sarana pengawasan laboratorium sehingga produsen nakal dapat memalsukan produk beras tersebut.

Suara.com - Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Raharjo menyoroti dugaan peredaran 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar mutu dan kadar gizi mikro di pasaran menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan pangan di tingkat hilir. 

Ia menilai langkah verifikasi lanjutan dan pembuktian secara menyeluruh di lapangan mendesak untuk segera dilakukan.

Pasalnya, masyarakat umum dipastikan tidak akan mampu membedakan beras fortifikasi asli dengan yang palsu hanya melalui pengamatan fisik maupun indra pengecap. 

Formulasi zat gizi mikro sengaja dirancang sedemikian rupa agar tidak merubah warna, bentuk, maupun rasa beras saat dikonsumsi.

"Ketidaksesuaian dari dua macam ini, baik jenisnya maupun kadarnya, itu memang secara visual atau secara sensoris, hanya mengandalkan pemeriksaan lewat mata atau mungkin bahkan dengan dicicipi apakah teksturnya berbeda atau tidak, itu sama sekali tidak bisa mendeteksi adanya pemalsuan," kata Sri kepada Suara.com, Kamis (17/9/2026).

Disampaikan Sri, aturan mengenai penambahan zat gizi pada beras sengaja membatasi kadar fortifikan agar berada pada kisaran tertentu. 

Penambahan nutrisi dibuat cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi harian konsumen, tetapi tetap berada di bawah ambang batas yang dapat memicu perubahan cita rasa maupun kenampakan fisik.

Pemberian panduan kepada publik untuk membedakan beras fortifikasi berdasarkan bentuk atau ukuran butiran bukan merupakan solusi dan justru berpotensi menyesatkan. 

Oknum pemalsuan bisa saja membuat butiran fortifikan dengan ukuran dan bentuk yang serupa. Namun sama sekali tidak menyuntikkan kandungan gizi mikro ke dalamnya.

baca juga

Sri mengingatkan agar beban pembuktian dan deteksi pemalsuan produk pangan ini tidak dilimpahkan kepada masyarakat luas.

"Masyarakat jangan dibebani dengan harus punya kemampuan membedakan. Dalam kondisi ini sulit," tegasnya.

Karakteristik pemalsuan beras fortifikasi jauh berbeda bila dibandingkan dengan kasus beras oplosan. Praktik pengoplosan beras umumnya memanipulasi mutu fisik yang masih dapat dikenali melalui mata telanjang, sementara pemalsuan zat gizi mikro membutuhkan pengujian laboratorium secara presisi.

Dalam kasus ini, Sri menilai pemerintah terlambat mengantisipasi kesiapan sarana pengawasan ketika Standar Nasional Indonesia (SNI) beras fortifikasi mulai diberlakukan. Jeda waktu antara penetapan standar dan kesiapan infrastruktur pengujian di lapangan justru dimanfaatkan oleh produsen nakal untuk meraup keuntungan.

"Nah harus dari sisi pemerintah harus memperkuat dari sisi pengawasan, iya toh? Pemeriksaannya itu," ucapnya.

Ia bilang efektivitas penegakan standar pangan di dunia usaha sangat bergantung pada kesiapan alat dan metode pengawasan yang dimiliki oleh pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar UGM Buka Suara Soal Bakteri 'Tahan Panas' di Kasus Keracunan MBG

Pakar UGM Buka Suara Soal Bakteri 'Tahan Panas' di Kasus Keracunan MBG

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:26 WIB

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:11 WIB

Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Terkini

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 08:55 WIB

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 08:52 WIB

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:50 WIB

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

×