- Ketua JARI 98 Willy Prakarsa meminta publik mengawal kasus hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Jakarta.
- Willy menyatakan perhatian publik berpotensi terpecah akibat pemberitaan pergantian Menteri Keuangan pada September 2026.
- Ia meminta Presiden Prabowo mengevaluasi Kepala Kejaksaan Agung karena mempublikasikan uang sitaan tanpa kejelasan tersangkanya.
Suara.com - Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98) Willy Prakarsa meminta publik tidak kehilangan fokus terhadap perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Pernyataan Willy disampaikan di tengah ramainya pemberitaan nasional mengenai pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta sejumlah operasi penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Secara faktual, Purbaya telah digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Pergantian tersebut menjadi salah satu isu besar yang menyita perhatian publik.
Sementara itu, perkara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah juga memasuki tahapan penting. Willy menilai momentum tersebut membuat perhatian publik berpotensi terpecah.
Ia meminta masyarakat tetap mengawal proses hukum terhadap Febrie sebelum adanya putusan pengadilan.
"Kita minta usut tuntas, kasus yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ini bukan rakit lagi, bukan sampan, bukan perahu. Bukan kapal tanker, bukan kapal keruk, ini kelasnya sudah benar-benar kelas kapal tongkang. Ini lho, extraordinary crime," kata Willy Prakarsa, Jumat (18/9/2026).
Di sisi lain, Willy juga menyoroti publikasi barang bukti uang dalam sejumlah penindakan hukum di Kejagung. Ia mempertanyakan asal-usul uang yang dipublikasikan dan mempertanyakan siapa tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan oleh PT PSMI tersebut.
Bahkan aktivis senior 98 tersebut meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi bahkan memecat Kepala Kejaksaan Agung apabila hanya mempublikasi uang sitaan namun belum juga disertai penjelasan yang memadai mengenai tersangkanya.
“Saya sebagai pendukung dan menangkan Bapak di Pilpres 2024 untuk Tangerang Raya dan Banten, mohon banget copot aja lah yang ganggu karena ini bisa jadi api pemantik. Publikasi uang, nggak bedanya menggunting dalam lipatan di pemerintahan itu sendiri. Tersangkanya mana, gitu? Bukan hanya uang, kita cuma bertanya uang itu hasil dari apa? Oh, ini uang koruptor, tersangkanya mana?," tandasnya.