Ramai Soal Dugaan Pungli Food Truck di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 19 September 2026 | 15:20 WIB
Ramai Soal Dugaan Pungli Food Truck di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap usaha kuliner berupa food truck milik restoran Bolosego di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta menjadi sorotan publik. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Pemilik food truck Bolosego, Dyah Fardisa, mengalami dugaan pungli di Alkid Yogyakarta pada 16-20 September 2026.
  • Keraton Yogyakarta dan Dinas Perhubungan menegaskan bahwa pungutan liar tersebut bukan merupakan biaya resmi yang diizinkan.
  • Polresta Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta langsung turun tangan melakukan pendalaman serta penyelidikan mendalam di lapangan.

Suara.com - Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap usaha kuliner berupa food truck milik restoran Bolosego di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta menjadi sorotan publik.

Hal itu setelah pemilik usaha, Dyah Fardisa, mengunggah pengalamannya di media sosial. Dyah mengaku diminta membayar sejumlah uang saat hendak berjualan di kawasan tersebut pada 16-20 September 2026.

Unggahan Dyah melalui akun TikTok @dyahfardisa pada 17 September 2026 itu kemudian viral dan mendapat perhatian warganet. Dalam ceritanya, Dyah menyebut telah mengantongi izin dari pihak Keraton Yogyakarta sebelum mengoperasikan food truck di Alkid.

Namun, baru sehari berjualan, Dyah memilih menghentikan aktivitasnya dan memindahkan lokasi usaha. Ia mengaku mendapat permintaan uang parkir dari seseorang yang mengaku sebagai juru parkir.

Semula, Dyah mengaku diminta membayar Rp2,5 juta per hari. Setelah dilakukan negosiasi, nominal tersebut disebut turun menjadi Rp1 juta per hari atau Rp5 juta untuk lima hari.

Selain permintaan uang parkir, Dyah juga mengaku mendapat permintaan lain, termasuk menyediakan makanan untuk 10 orang yang disebutnya sebagai preman atau tukang parkir.

Tak sampai di situ, ia menyebut adanya permintaan makanan untuk tiga anggota polisi serta biaya tambahan terkait pemasangan listrik.

Keraton Tegaskan Bukan Pungutan Resmi

Melalui keterangan tertulisnya, Keraton Yogyakarta membenarkan telah memberikan izin kepada usaha food truck tersebut untuk beraktivitas di kawasan Alkid. Namun, Keraton menegaskan berbagai permintaan pembayaran yang diceritakan Dyah bukan bagian dari pungutan resmi pihak Keraton.

baca juga

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Condrokirono, mengatakan izin diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pihak Keraton Yogyakarta telah memberikan izin untuk kegiatan food truck tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata GKR Condrokirono dikutip, Sabtu (19/9/2026).

Menurut GKR Condrokirono, permintaan pembayaran parkir maupun permintaan lain yang disampaikan melalui media sosial itu tidak berkaitan dengan proses perizinan dari Keraton Yogyakarta.

"Terkait kemudian adanya pembayaran parkir serta permintaan lain yang disampaikan oleh yang bersangkutan melalui media sosial, perlu kami tegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan bagian dari proses perizinan maupun pungutan yang ditetapkan oleh pihak Keraton Yogyakarta," tegasnya.

Keraton menyayangkan kejadian tersebut dan meminta persoalan yang terjadi di luar proses perizinan ditindaklanjuti pihak berwenang. Langkah tersebut diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kraton Yogyakarta (SuaraJogja/Dita Alvinasari)
Kraton Yogyakarta (SuaraJogja/Dita Alvinasari)

Dishub: Tak Ada Juru Parkir Berizin di Kawasan Alkid

Sementara itu Kepala Bidang Perpakiran Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Aminudin Aziz memastikan pihaknya tidak menerbitkan izin bagi juru parkir di kawasan Alkid. Menurutnya, pengaturan Dishub di kawasan tersebut berkaitan dengan rambu parkir.

"Kawasan Alun-Alun Kidul itu kalau kita bicara Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang perparkiran dan aturan teknisnya, itu kita tidak ada juru parkir yang di sana yang kita terbitkan izinnya," kata Aziz.

Ditambahkan Aziz, pihaknya juga tidak menerbitkan izin parkir untuk aktivitas food truck di kawasan tersebut. Perizinan parkir yang dikeluarkan Dishub untuk parkir di tepi jalan umum tidak mencakup kendaraan seperti truk.

Ia mengatakan izin parkir yang diterbitkan Dishub di kawasan Kota Yogyakarta pada dasarnya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan mobil. Sementara kendaraan seperti truk sedang, truk besar, truk gandeng, maupun bus tidak termasuk dalam izin tersebut.

"Iya kita tidak mengeluarkan izin parkir yang ada di situ, apalagi seperti aktivitas food truck. Itu kan tidak boleh," ujarnya.

Terkait dugaan pungutan terhadap food truck, Aziz menyebut permintaan tersebut tidak memiliki izin resmi dari Dishub.

"Yang jelas itu tidak berizin. Nah, kalau tidak berizin konsekuensinya ya arahnya ke pungutan liar," tuturnya.

Polresta Turun Lakukan Pendalaman

Dugaan pungli tersebut kini didalami Polresta Yogyakarta. Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani HS mengatakan informasi yang beredar di media sosial menjadi bahan bagi kepolisian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tim dari unit Reskrim dan fungsi Propam kemudian turun ke lapangan untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi.

Dani mengatakan pendalaman mencakup dugaan pungli serta informasi mengenai keterlibatan anggota kepolisian. Polisi masih mengumpulkan data sebelum mengambil langkah berdasarkan hasil pemeriksaan.

"Jika nanti ditemukan adanya pelanggaran hukum atau pelanggaran SOP dari anggota, akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Dani.

Polresta juga akan meminta keterangan dari pihak food truck untuk memastikan informasi yang beredar dapat diverifikasi langsung. Menurut Dani, keterangan dari pemilik usaha diperlukan untuk melengkapi data dalam proses pendalaman.

Pemkot Yogyakarta Minta Semua Pihak Dikonfirmasi

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan turut merespons persoalan tersebut. Ia mengatakan Pemkot Yogyakarta bersama kepolisian dan unsur terkait telah berkoordinasi untuk melihat kondisi di lapangan.

Wawan menyebut persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh agar informasi yang beredar dapat diklarifikasi.

"Ya memang makanya sebetulnya melihat sesuatu hal itu kan tidak boleh harus langsung diviral kan. Jadi semuanya harus dikonfirmasi. Jadi semuanya biar clear," kata Wawan.

Menurut Wawan, kawasan Alkid merupakan bagian dari ruang publik yang berada dalam lingkungan Kagungan Dalem Keraton Yogyakarta. Maka dari itu, ia berharap aktivitas di kawasan tersebut tetap memperhatikan kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan pengunjung.

"Ya kalau kami lebih pada posisi sekarang, bekerja sama dengan Polresta dan juga dengan Kodim, itu pokoknya kalau bicara yang malak-malak untuk dengan itu kita akan coba larang," ujarnya.

Wawan berharap seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Alkid dapat mengedepankan tenggang rasa. Menurutnya, pengaturan parkir maupun aktivitas ekonomi harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:33 WIB

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:19 WIB

Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi

Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:32 WIB

Pameran Pangastho Aji: Merawat Nilai Luhur dari Keraton Yogyakarta

Pameran Pangastho Aji: Merawat Nilai Luhur dari Keraton Yogyakarta

Your Say | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 14:39 WIB

Terkini

Ancaman Suhu Bumi Kian Nyata, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sekolah Masukkan Isu Iklim ke Kurikulum

Ancaman Suhu Bumi Kian Nyata, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sekolah Masukkan Isu Iklim ke Kurikulum

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 15:17 WIB

Bye Garis Halus! 4 Serum Adenosine Jaga Wajah Tetap Kenyal Tanpa Iritasi

Bye Garis Halus! 4 Serum Adenosine Jaga Wajah Tetap Kenyal Tanpa Iritasi

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:15 WIB

Bukan Sekadar Bahan Bakar, BP Batam dan Pertamina Siapkan Fondasi Industri Aviasi Batam

Bukan Sekadar Bahan Bakar, BP Batam dan Pertamina Siapkan Fondasi Industri Aviasi Batam

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 15:15 WIB

Bukan Oversharing, Tulisan yang Jujur dan Personal Tetap Punya Batasan

Bukan Oversharing, Tulisan yang Jujur dan Personal Tetap Punya Batasan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:14 WIB

Perbedaan Sunscreen Symwhite 377 vs Vitamin C untuk Flek Hitam: Mana yang Lebih Efektif?

Perbedaan Sunscreen Symwhite 377 vs Vitamin C untuk Flek Hitam: Mana yang Lebih Efektif?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 15:05 WIB

Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data

Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 15:03 WIB

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:00 WIB

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 14:56 WIB

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

×