- Presiden Prabowo berencana menggratiskan pendidikan negeri dari SD hingga universitas menggunakan dana sitaan korupsi.
- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai rencana tersebut dapat diwujudkan melalui perhitungan fiskal yang matang.
- DPR menyarankan agar pembiayaan utama berasal dari APBN atau APBD yang berkelanjutan demi menjaga kualitas pendidikan nasional.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar kebijakan ini direalisasikan secara sistematis demi memastikan efektivitas dan mutu pendidikan nasional.
"Jadi, pendidikan gratis sangat mungkin dilakukan, tetapi idealnya diterapkan secara bertahap, dengan perhitungan biaya yang transparan dan sumber pembiayaan yang stabil. Jangan sampai pendidikan hanya gratis dari sisi biaya, tetapi kualitas layanan justru menurun," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berencana menggratiskan seluruh biaya pendidikan negeri dari tingkat sekolah dasar hingga universitas.
Rencana tersebut disampaikan Prabowo dalam acara HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center pada Jumat, 18 September 2026.
Anggaran pendidikan gratis ini akan bersumber dari uang sitaan negara hasil tindak kejahatan para koruptor.