- Kementerian Ekonomi Kreatif mengkurasi 15 kekayaan intelektual lokal pada ajang Indonesia Design Week 2026 di Jakarta.
- Pemerintah memfasilitasi keberangkatan tiga desainer muda Indonesia untuk mengikuti pameran internasional SaloneSatellite di Milan, Italia.
- Kolaborasi strategis ini bertujuan memperkuat ekosistem arsitektur dan desain serta memperluas akses talenta lokal ke pasar global.
Suara.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat dukungan terhadap Indonesia Design Week (IDW) 2026 dengan mengkurasi 15 kekayaan intelektual (IP) lokal dan memfasilitasi tiga desainer muda Indonesia tampil di ajang desain internasional.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem arsitektur dan desain Indonesia, sekaligus membuka akses lebih luas bagi talenta lokal menuju pasar global.
Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Sabar Norma Megawati Panjaitan, mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan untuk memberi ruang lebih besar bagi karya dan IP lokal.
“Tahun ini kami berkolaborasi dengan menampilkan IP-IP lokal dalam IDW. Ada 15 IP yang sudah kami kurasi bersama panitia Indonesia Design Week,” ujar Sabar di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Menurut Sabar, IDW tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer karya desain. Festival tersebut juga mempertemukan pelaku kreatif dengan industri, pemerintah, komunitas, akademisi, hingga jejaring internasional.
“Diperlukan kolaborasi antara talenta kreatif, industri, pemerintah, komunitas, akademisi, dan jejaring internasional untuk menciptakan ekosistem yang semakin kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Hubungkan Empat Subsektor Desain
Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif. Empat di antaranya berkaitan langsung dengan arsitektur dan desain, yakni arsitektur, desain interior, desain produk, serta desain komunikasi visual.
Sabar menilai IDW memiliki posisi strategis karena dapat menjadi ruang pertemuan berbagai subsektor tersebut.
“Kementerian memandang Indonesia Design Week sebagai salah satu inisiatif strategis yang patut didukung karena memiliki posisi yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor arsitektur dan desain,” jelasnya.
Dukungan pemerintah juga diarahkan untuk membawa talenta Indonesia ke panggung internasional.
Tahun ini, Kemenekraf memfasilitasi tiga desainer muda Indonesia untuk mengikuti SaloneSatellite di Milan, Italia.
“Tahun ini kami mendukung keberangkatan tiga desainer muda ke SaloneSatellite,” kata Sabar.
Menurutnya, kesempatan tampil dalam ajang desain internasional dapat membuka akses bagi desainer Indonesia untuk membangun jejaring dengan pelaku industri kreatif dunia.
“Bagi para desainer, bisa tampil di sana merupakan salah satu pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.
Pemerintah Bantu Keberangkatan
Sabar menjelaskan dukungan terhadap tiga desainer tersebut mencakup fasilitasi kebutuhan keberangkatan ke Milan.
“Untuk tiga desainer tersebut, kami mendukung keberangkatan mereka. Tentunya kalau berangkat ke sana membutuhkan biaya, sehingga ada beberapa bentuk dukungan yang dapat kami berikan,” jelasnya.
Menurut Sabar, dukungan pemerintah diharapkan tidak berhenti pada eksposur selama festival atau pameran.
Karya dan talenta lokal diharapkan mampu berkembang setelah memperoleh akses terhadap jejaring, kolaborasi, dan peluang baru di tingkat internasional.
“Kami melihat Indonesia Design Week membuka peluang nyata bagi pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Ia menegaskan potensi lokal tidak cukup hanya ditampilkan kepada publik. Diperlukan dukungan berkelanjutan agar karya tersebut dapat berkembang dan memiliki akses lebih luas.
“Dukungan kami hadir untuk memperkuat proses tersebut agar potensi lokal tidak hanya tampil, tetapi juga berkembang melalui jejaring dan sinergi yang berkelanjutan,” lanjut Sabar.
Kemenekraf berharap Indonesia Design Week dapat menjadi salah satu jalur bagi talenta dan karya kreatif Indonesia untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Kami berharap Indonesia Design Week dapat terus berkembang sebagai salah satu platform yang membawa talenta dan karya Indonesia dari tingkat lokal menuju nasional, kemudian global,” tutupnya.