Wamen Ekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif Pascabencana di Sumbar

Liberty Jemadu

Senin, 31 Agustus 2026 | 11:57 WIB
Wamen Ekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif Pascabencana di Sumbar
Wamen Ekraf Irene Umar menggelar program Kriyasi di Kota Payakumbuh untuk memulihkan ekonomi kreatif pascabencana. [Dok Pribadi]
baca 10 detik
  • Kementerian Ekraf meluncurkan program Kriyasi di Kota Payakumbuh untuk memulihkan ekonomi kreatif pascabencana.
  • Pelatihan bagi 50 perajin lokal tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan desain, produksi, dan daya saing produk.
  • Pemerintah mendorong perajin menyertakan cerita sejarah pada produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Suara.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan pihaknya terus mendorong pemulihan ekonomi kreatif pascabencana di Sumatera Barat, khususnya Kota Payakumbuh. Salah satu wujud upaya ini adalah melalui program Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Anyam dan Sulam untuk membangkitkan kembali produktivitas dan daya saing para pelaku kriya lokal.

Irene mengatakan, sektor kerajinan anyaman dan sulam merupakan warisan budaya sekaligus salah satu penopang ekonomi kerakyatan yang potensial di Payakumbuh. Dalam upaya memulihkan ekonomi kreatif di Sumatera Barat, produk sulam dan anyam perlu terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan semakin berdaya saing, baik di pasar nasional maupun internasional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Ekraf Peduli, sebagai wujud kepedulian dan komitmen Kementerian Ekraf dalam mendampingi para pelaku ekonomi kreatif untuk kembali pulih, memperkuat usaha, dan bangkit, melalui semangat ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’," kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Penguatan potensi lokal ini selaras dengan tren pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor kriya terus menunjukkan kinerja positif.

Nilai ekspornya meningkat dari 3,47 miliar dolar AS pada Januari-April 2025 menjadi 3,82 miliar dolar AS pada periode yang sama 2026. Pada 2025, subsektor kriya juga berkontribusi 10,7 persen terhadap ekonomi kreatif, dengan pertumbuhan sebesar 2,36 persen.

Irene mengatakan agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas, ia meminta untuk para perajin membuat produk yang memiliki nilai cerita sejarah dan makna yang mendalam sehingga pembeli tidak hanya melihat fisik produk namun juga memahami produk tersebut bernilai tinggi.

“Cerita pada sebuah produk itu penting agar pembeli tahu alasan dan makna di balik barang yang mereka beli. Tanpa adanya cerita, orang hanya akan melihat barang dari keindahan bentuk dan harganya saja. Padahal buatan tangan manusia mengandung nilai sejarah dan doa yang tidak pernah bisa digantikan oleh mesin, ketika pembeli memahami cerita di baliknya, saya yakin produk lokal ini tidak hanya bernilai tinggi, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas,” ungkap Irene.

Program Kriyasi Anyam Kementerian Ekraf berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha kriya yang terdampak bencana. Pendampingan dilakukan melalui pengembangan desain, peningkatan keterampilan produksi, serta pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar.

Workshop ini diikuti 50 peserta, terdiri atas 25 perajin kriya anyam dan 25 perajin kriya sulam. Peserta mendapatkan pemaparan dan praktik langsung dari Rumpun Consulting untuk produk sulam serta Balai Besar Kerajinan dan Batik untuk produk anyam.

baca juga

Melalui pelatihan ini, para perajin diharapkan dapat merevitalisasi material dan pengetahuan kerajinan melalui pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya cara berpikir desain, serta meningkatkan kualitas dan nilai tambah pada hasil karya. Semua itu diharapkan berujung pada peningkatan perekonomian yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Styles Land Ubah Pusat Belanja Jadi Ruang Kreatif dan Ekraf

Styles Land Ubah Pusat Belanja Jadi Ruang Kreatif dan Ekraf

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Menteri Ekonomi Kreatif: FHI 2026 Ajang Akselererasi Ekspor Jenama Lokal

Menteri Ekonomi Kreatif: FHI 2026 Ajang Akselererasi Ekspor Jenama Lokal

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:17 WIB

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada

Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 23:57 WIB

Terkini

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

×