Riyadh Digempur! Houthi Klaim Dilindungi Donald Trump: AS Ogah Bantu Arab Saudi

Galih Prasetyo

Minggu, 20 September 2026 | 14:30 WIB
Riyadh Digempur! Houthi Klaim Dilindungi Donald Trump: AS Ogah Bantu Arab Saudi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2028. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Kelompok Houthi menyerang ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dengan rudal balistik pada Sabtu, 19 September.
  • Putra Mahkota Saudi meminta serangan langsung AS terhadap Houthi, tetapi Washington menolak dan hanya memberikan dukungan intelijen.
  • Ofensif terbaru Houthi membuat pasukan pro-Saudi kehilangan wilayah strategis pesisir serta meningkatkan risiko terhadap ekspor energi.

Suara.com - Kelompok Houthi memperluas ofensifnya di Yaman hingga mendekati jalur strategis selat Bab el-Mandeb, sementara Arab Saudi menghadapi tekanan untuk membendung laju kelompok tersebut tanpa dukungan militer langsung dari Amerika Serikat.

Kelompok Houthi juga diketahui menyerang ibu kota Arab Saudi, Riyadh dengan menggunakan rudal balistik, Sabtu (19/9) waktu setempat.

Menurut laporan CNN Internasional, Washington sejauh ini memilih memberikan dukungan intelijen dan data penentuan sasaran kepada Saudi, tetapi belum mengambil langkah untuk melancarkan serangan langsung terhadap Houthi.

Menurut CNN, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah dua kali berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan sebelumnya untuk meminta serangan AS terhadap Houthi.

Namun, permintaan tersebut sejauh ini ditolak. Washington memilih memberikan dukungan melalui pertukaran informasi intelijen dan data target kepada Saudi.

Rudal Houthi Serang Riyadh, Negara Arab Ramai-Ramai Bela Arab Saudi Desak DK PBB Bertindak [Istimewa]
Rudal Houthi Serang Riyadh, Negara Arab Ramai-Ramai Bela Arab Saudi Desak DK PBB Bertindak [Istimewa]

Seorang pejabat AS yang dikutip CNN mengatakan belum ada serangan ofensif Amerika Serikat terhadap Houthi dalam eskalasi terbaru.

Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Trump yang menyebut Houthi tidak ingin berperang dengan Amerika Serikat.

Trump juga mengatakan kelompok tersebut lebih memilih tidak terlibat langsung dengan Washington.

Saudi selama hampir satu dekade telah melatih pasukan pemerintah Yaman yang menjadi mitranya dalam menghadapi Houthi.

baca juga

Namun, kekuatan yang didukung Riyadh tersebut belum mampu menghentikan kemajuan Houthi.

Reuters melaporkan ofensif terbaru kelompok tersebut bahkan telah membuat pasukan yang didukung Saudi kehilangan sejumlah wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah.

CNN mengutip sejumlah sumber yang mempertanyakan kemampuan Saudi menghentikan Houthi hanya dengan mengandalkan kekuatan Yaman yang didukung kerajaan.

Sejumlah sumber di kawasan juga menilai kemampuan Houthi berkembang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan Iran, pelatihan, serta pengalaman tempur disebut menjadi faktor yang meningkatkan kemampuan kelompok tersebut.

AS Tak Ingin Terjebak Konflik Baru

Amerika Serikat sebelumnya pernah melancarkan kampanye militer terhadap Houthi.

Namun, menurut CNN, serangkaian serangan tersebut tidak berhasil sepenuhnya mengusir kelompok tersebut dari wilayah yang dikuasainya dan kemudian berakhir dengan gencatan senjata.

Kini Washington kembali memilih pendekatan yang lebih terbatas.

Dukungan intelijen dan informasi target diberikan kepada Saudi, sementara pasukan AS tidak dilibatkan dalam serangan ofensif langsung.

Seorang pejabat Houthi yang dikutip CNN mengatakan pihaknya menerima pesan bahwa Amerika Serikat tidak ingin bergabung dengan Saudi dalam konflik tersebut.

“Pesan ini kami terima secara positif,” kata pejabat Houthi tersebut kepada CNN.

Sejumlah sumber kawasan menilai serangan Houthi dan situasi di sekitar Bab el-Mandeb ikut memengaruhi pembicaraan mengenai Hormuz. D

ua jalur strategis tersebut kini berada di tengah ketegangan regional yang saling berkaitan.

Sementara itu, Saudi juga menghadapi sejumlah tekanan lain, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi dan kebutuhan menjaga jalur ekspor minyak tetap terbuka.

Reuters melaporkan konflik terbaru telah meningkatkan risiko terhadap ekspor energi Saudi dan perdagangan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Houthi Targetkan Warga Sipil di Riyadh dan 4 Kota Lain, Arab Saudi Siapkan Balasan Mengerikan

Houthi Targetkan Warga Sipil di Riyadh dan 4 Kota Lain, Arab Saudi Siapkan Balasan Mengerikan

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:18 WIB

Review Drama As You Stood By, Ketika Hukum Gagal Melindungi Korban KDRT

Review Drama As You Stood By, Ketika Hukum Gagal Melindungi Korban KDRT

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 10:55 WIB

Komandan Elite Houthi Tewas dalam Serangan Udara, Selat Bab el-Mandeb Jadi Medan Panas

Komandan Elite Houthi Tewas dalam Serangan Udara, Selat Bab el-Mandeb Jadi Medan Panas

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:07 WIB

Houthi Serang Arab Saudi, Selat Bab el-Mandeb Terancam, Pakar: Bahaya bagi Jalur Dagang Asia-Eropa

Houthi Serang Arab Saudi, Selat Bab el-Mandeb Terancam, Pakar: Bahaya bagi Jalur Dagang Asia-Eropa

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

×