Kemarau Panjang Mengintai, Industri Semen Pangkas Pengambilan Air 45 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 18 September 2026 | 10:58 WIB
Kemarau Panjang Mengintai, Industri Semen Pangkas Pengambilan Air 45 Persen
Ilustrasi. Ancaman kemarau yang lebih kering dan panjang membuat industri mulai memperketat penggunaan air. Foto istimewa.
baca 10 detik
  • Solusi Bangun Indonesia pangkas pengambilan air baku 45 persen.
  • Air hujan dan recycled water makin banyak digunakan pabrik semen.
  • Pabrik Lhoknga tekan penggunaan air sungai hingga 100 persen.

Suara.com - Ancaman kemarau yang lebih kering dan panjang membuat industri mulai memperketat penggunaan air. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) bahkan mencatat pengurangan pengambilan air baku hingga 45 persen pada 2025, jauh melampaui target pengurangan 10 persen yang ditetapkan hingga 2030.

Berdasarkan analisis dan prakiraan BMKG, kondisi atmosfer kering masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia seiring musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal. Kondisi tersebut juga dipengaruhi fenomena El Niño yang diprakirakan bertahan hingga awal 2027.

Situasi ini membuat efisiensi penggunaan air menjadi semakin penting, termasuk bagi sektor industri yang membutuhkan air dalam kegiatan operasionalnya.

Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono mengatakan perubahan pola iklim mendorong industri untuk semakin adaptif dalam mengelola sumber daya air.

“Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan termasuk kegiatan ekonomi dan industri. Karena itu, kami terus berupaya menurunkan penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan sumber air alternatif seperti pemanenan air hujan, penggunaan recycled water, serta penggunaan teknologi yang membantu mengoptimalkan distribusi air ke fasilitas produksi agar lebih efisien,” ujar Edi.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, total pengambilan air baku Solusi Bangun Indonesia turun dari 2.252 megaliter pada 2024 menjadi 2.132 megaliter pada 2025.

Penurunan juga terjadi pada penggunaan air permukaan yang turun sekitar 18 persen dari 841 megaliter menjadi 688 megaliter. Penggunaan air tanah ikut menyusut sekitar 11 persen dari 487 megaliter menjadi 432 megaliter.

Sebaliknya, pemanfaatan air hujan meningkat sekitar 9 persen, dari 676 megaliter pada 2024 menjadi 734 megaliter pada 2025.

Perusahaan juga meningkatkan penggunaan recycled water. Sepanjang 2025, empat pabrik semen Solusi Bangun Indonesia memanfaatkan 563 megaliter air hasil daur ulang dari proses produksi. Volume tersebut setara dengan 31,7 persen dari total pengambilan air dan meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

baca juga

Di Pabrik Cilacap, Jawa Tengah, air hujan yang ditampung di settling pond digunakan kembali untuk kebutuhan produksi. Langkah tersebut membuat penggunaan air baku di pabrik itu turun 37 persen pada 2025 dibandingkan baseline 2019.

Sementara di Pabrik Narogong, Jawa Barat, teknologi Programmable Logic Control (PLC) dan Internet of Things (IoT) digunakan dalam River Pump Management untuk mengatur distribusi air secara lebih presisi.

Teknologi tersebut membantu mengurangi konsumsi air tawar dari sungai sebesar 82 megaliter sepanjang 2025.

Adapun Pabrik Lhoknga di Aceh memanfaatkan air hujan melalui fasilitas penampungan untuk mengurangi ketergantungan terhadap air sungai. Pada 2025, penggunaan air baku dari sungai di pabrik tersebut berhasil ditekan hingga 100 persen.

Edi mengatakan pengelolaan air tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadapi perubahan iklim, melalui efisiensi, penggunaan kembali air, serta pemanfaatan sumber air alternatif.

“Ketahanan menghadapi perubahan iklim dibangun dari keputusan yang kita ambil hari ini. Setiap upaya untuk menggunakan kembali air, memanfaatkan sumber alternatif, dan mengurangi kehilangan air membantu menjaga ketersediaannya bagi operasi, lingkungan, maupun masyarakat,” kata Edi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Indonesia Tembus 202 Ribu Hektare, Ilmuwan Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Pemicu

Karhutla Indonesia Tembus 202 Ribu Hektare, Ilmuwan Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Pemicu

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:55 WIB

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Kemarau Ekstrem Intai Jakarta, DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut Jadi Air Bersih

Kemarau Ekstrem Intai Jakarta, DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut Jadi Air Bersih

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:26 WIB

Terkini

Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua

Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 11:19 WIB

Bikin Dada Bergetar, Dokter Ungkap Suara Sound Horeg Picu Denyut Jantung dan Tensi Naik

Bikin Dada Bergetar, Dokter Ungkap Suara Sound Horeg Picu Denyut Jantung dan Tensi Naik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:18 WIB

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah NIK KTP Bisa untuk Judol? Perhatikan 10 Hal Penting Ini

Apakah NIK KTP Bisa untuk Judol? Perhatikan 10 Hal Penting Ini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

Euforia Haji Isam Masuk BYAN, Moodys Malah Pasang Outlook Negatif

Euforia Haji Isam Masuk BYAN, Moodys Malah Pasang Outlook Negatif

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

Bulog Optimalkan 2 Jurus Penugasan Pemerintah untuk Kendalikan Harga Beras

Bulog Optimalkan 2 Jurus Penugasan Pemerintah untuk Kendalikan Harga Beras

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

8 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju yang Lupa Dijemur Setelah Dicuci

8 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju yang Lupa Dijemur Setelah Dicuci

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:05 WIB

Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut

Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 11:02 WIB

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:00 WIB

Drama A Bloody Lucky Day, Mimpi Buruk Sopir Taksi dan Penumpang Terakhir

Drama A Bloody Lucky Day, Mimpi Buruk Sopir Taksi dan Penumpang Terakhir

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 11:00 WIB

×