Beda dengan NasDem, Golkar Nilai Parliamentary Threshold 5 Persen Sudah Ideal

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 21 September 2026 | 16:31 WIB
Beda dengan NasDem, Golkar Nilai Parliamentary Threshold 5 Persen Sudah Ideal
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Sekjen Partai Golkar M. Sarmuji menyatakan partainya menilai angka lima persen jauh lebih ideal untuk ambang batas parlemen.
  • Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mendorong kenaikan ambang batas parlemen sebesar tujuh persen guna menyederhanakan jumlah partai politik.
  • Golkar menetapkan usulan lima persen pada Senin (21/9/2026) demi menjaga keterwakilan ragam ideologi masyarakat di parlemen.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji menanggapi usulan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang mendorong parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 7 persen. 

Golkar menilai angka 5 persen jauh lebih ideal untuk diterapkan pada pemilu mendatang.

Sarmuji menyebut, penetapan ambang batas parlemen bertujuan untuk penyederhanaan partai, namun tetap harus mempertimbangkan realitas dan dinamika di tengah masyarakat.

"Ambang batas parlemen itu adalah instrumen untuk terciptanya sistem multi partai sederhana. Tapi kita juga harus memperhatikan ragam dan karakter ideologis yang ada di masyarakat. Untuk pemilu ini angka sekitar 5 persen sudah ideal," kata Sarmuji kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Menanggapi anggapan mengenai efisiensi dari besaran angka ambang batas tersebut, Sarmuji menegaskan hal itu tidak berkaitan. 

"Nggak ada kaitannya dengan efisien," ujanya.

Sarmuji menambahkan, Golkar tetap berpatokan pada angka 5 persen agar keterwakilan ideologi masyarakat di parlemen tidak tergerus.

"Lebih baik lima persen. Ragam ideologi yang hidup di masyarakat agar tetap tercermin melalui partai partai di parlemen. Khawatirnya kalau 7 persen jumlah partai tidak mencerminkan ragam ideologis masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan partainya tetap konsisten mendorong kenaikan ambang batas parlemen parliamentary threshold menjadi 7 persen dalam pembahasan RUU Pemilu. 

baca juga

Langkah ini dinilai penting untuk menyeleksi partai politik agar tata kelola demokrasi berjalan lebih efektif.

Ia menyampaikan, bahwa pandangan tersebut senantiasa diperjuangkan oleh Fraksi Partai NasDem di DPR RI dari pemilu ke pemilu.

"Dari pemilu ke pemilu memang NasDem paling eager (ingin sekali) untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Saya harus katakan sejujurnya memang itu," kata Surya Paloh ditemui di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). 

Ia menjelaskan, pertimbangan di balik usulan tersebut adalah penerapan selected party atau penyederhanaan jumlah partai di parlemen. 

Sistem dengan jumlah partai yang lebih terbatas diyakini mampu membuat dinamika demokrasi lebih terarah dibandingkan sistem multipartai yang terlalu luas.

"Karena memang pertimbangan kita adalah selected party. Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi di negeri ini, menurut pandangan kami," ujarnya.

Meskipun survei elektabilitas NasDem berada di kisaran 4 persen, Surya Paloh menegaskan partainya siap menanggung risiko tidak lolos ke parlemen demi mewujudkan gagasan tersebut.


"NasDem mengusulkan 7%, walaupun surveinya NasDem 4%. Jadi NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi, ya itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nusron Wahid Saat Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar: Tanya Pak Bahlil

Nusron Wahid Saat Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar: Tanya Pak Bahlil

News | Senin, 21 September 2026 | 14:46 WIB

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

News | Senin, 21 September 2026 | 09:50 WIB

Terkini

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

×