- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menemui perwakilan KWJK di kantor Kemensos pada Kamis untuk menindaklanjuti aksi demonstrasi penyaluran bantuan sosial.
- Kemensos memproses 406 data keluarga dari 2.900 data valid untuk pembukaan rekening penyaluran bantuan sosial berikutnya.
- Menteri Sosial meminta agar data warga yang terindikasi judi online diperiksa ulang tanpa langsung dikesampingkan.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta data warga yang terindikasi terkait judi online tidak langsung dikesampingkan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut dia, terdapat kemungkinan identitas warga digunakan oleh pihak lain.
“Siapa tahu dia dimanfaatkan orang lain. Jadi data seperti ini bisa kita olah,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan pemadanan data tidak hanya dilakukan untuk menentukan desil warga. Data tersebut juga digunakan untuk mengetahui kebutuhan masing-masing keluarga.
Menurut dia, data yang telah sesuai akan ditindaklanjuti melalui berbagai program perlindungan sosial, baik yang dimiliki Kemensos, kementerian dan lembaga lain, maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Ada sebagian data yang memang perlu perbaikan desil, tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi sebagian lagi memang sudah sesuai dengan data yang kita punya,” kata Gus Ipul.
“Data-data yang sudah hasil pemutakhiran dan sesuai dengan kenyataan ini akan kita tindak lanjuti dengan berbagai program yang dimiliki oleh pemerintah,” imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul juga mengajak KWJK melanjutkan kerja sama hingga tingkat akar rumput. Ia menawarkan agar Kemensos dapat bertemu langsung dengan warga di posko-posko KWJK, termasuk dengan melibatkan RT dan RW setempat.
Ketua Umum KWJK Marlo Sitompul menyambut ajakan tersebut. Namun, ia berharap Kemensos tidak hanya mengandalkan aplikasi dan pertemuan di kantor, tetapi juga datang langsung ke permukiman warga.
“Saya berharap Kemensos dipimpin Gus Ipul dan Agus Jabo lebih akomodatif lagi. Saya berharap juga Bapak bisa hadir di perkampungan, misalnya seperti rumah susun,” ujar Marlo.