- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka peluang Polwan memimpin Polri saat konferensi IAWP 2026 di Bali.
- Konferensi IAWP 2026 di Bali pada 20-24 September ini diikuti 450 polisi wanita dari 43 negara.
- Analis Boni Hargens mengapresiasi langkah Kapolri sebagai terobosan paradigmatik untuk memajukan reformasi berpikir institusi Polri.
Suara.com - Analis politik dan hukum Boni Hargens mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membuka ruang bagi Polisi Wanita (Polwan) untuk menempati posisi kepemimpinan tertinggi di Polri.
Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu (20/9/2026).
Konferensi tersebut diikuti ratusan polisi wanita dari 43 negara dan berlangsung hingga 24 September 2026.
Dalam forum tersebut, Sigit menegaskan bahwa Polwan memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan karier hingga jenjang kepemimpinan tertinggi di kepolisian.
Kapolri bahkan menyebut kemungkinan suatu saat Polri dipimpin seorang perempuan.
Ia mencontohkan Australia, Belanda, dan Barbados yang pernah menempatkan perempuan di posisi puncak kepolisian.
Boni Sebut Terobosan Paradigmatik
Boni Hargens menilai pernyataan Kapolri tersebut bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan menunjukkan perubahan cara pandang dalam institusi Polri.
"Apa yang disampaikan Kapolri merupakan suatu terobosan paradigmatik signifikan yang mencerminkan Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengalami kemajuan yang magnifikan, tidak hanya dalam reformasi kelembagaan, tetapi dalam reformasi berpikir," kata Boni.
Menurut Boni, kemajuan sebuah institusi tidak hanya dapat dilihat dari modernisasi peralatan ataupun perubahan regulasi.
Ia menilai perubahan pola pikir juga menjadi bagian penting dalam proses reformasi kelembagaan.
Boni mengatakan perubahan paradigma tersebut pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap budaya institusi, termasuk dalam pembangunan hukum dan demokrasi di Indonesia.
"Pada waktunya nanti, terobosan berpikir macam ini niscaya membawa Polri pada tahapan budaya institusi yang jauh lebih menjanjikan bagi pembangunan hukum dan demokrasi di Indonesia," ujarnya.
Polwan Didorong Siapkan Diri
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga meminta Polwan terus meningkatkan kualitas dan kapasitas profesional.