Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

Bangun Santoso

Minggu, 06 September 2026 | 12:05 WIB
Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya
Pantauan Gunung Anak Krakatau alami erupsi di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam. (ANTARA/Desi Purnama Sari)
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meletus pada 4 hingga 5 September 2026.
  • Erupsi BRIN melontarkan material vulkanik setinggi 13 hingga 14 kilometer menembus lapisan tropopause.
  • Dampak letusan menyebabkan penutupan Bandara Soekarno-Hatta serta berpotensi memengaruhi iklim global.

Suara.com - Skala erupsi Gunung Anak Krakatau yang baru-baru ini terjadi dinilai sangat masif dan memiliki dampak yang melampaui sekadar gangguan lokal.

Analisis terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa kekuatan letusan gunung api di Selat Sunda ini mampu melontarkan material vulkanik hingga ketinggian yang ekstrem, melampaui batas atmosfer bawah bumi.

Profesor Riset di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, membeberkan analisis terkait aktivitas erupsi eksplosif Gunung Api Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik masif.

Berdasarkan data satelit, erupsi ini bukan sekadar letusan biasa, melainkan sebuah fenomena atmosferik yang signifikan.

Sebagai informasi, letusan Gunung Api Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9) malam pukul 23:07 WIB hingga Sabtu (5/9) pagi pukul 04:40 WIB.

Aktivitas ini terjadi setelah peningkatan status gunung tersebut yang kembali aktif sejak Juli 2026.

Durasi erupsi yang panjang ini memberikan energi yang cukup besar untuk mendorong kolom abu ke lapisan langit yang lebih tinggi.

Dalam unggahan di akun X pribadinya, Erma membeberkan pantauan citra satelit yang menunjukkan material letusan Gunung Api Anak Krakatau membentuk kolom awan tebal yang bergerak ke arah barat dengan bentangan mencapai 851 kilometer, mencakup wilayah hingga Pulau Enggano. Jangkauan ini menunjukkan betapa besarnya volume material yang dilepaskan ke udara.

Besarnya volume material yang terpantau jelas secara visual menandakan skala letusan yang sangat signifikan.

baca juga

Hal yang paling menarik perhatian para peneliti adalah ketinggian kolom letusan yang mencapai angka belasan kilometer dari permukaan laut.

Simulasi atmosfer menunjukkan bahwa erupsi ini melontarkan kolom letusan yang sangat tinggi, dengan estimasi mencapai 13 hingga 14 kilometer.

Ketinggian tersebut bahkan menyentuh lapisan tropopause, batas atas troposfer yang memungkinkan material vulkanik tersebar luas ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Ketika material vulkanik berhasil menembus tropopause, abu dan gas sulfur tidak lagi hanya berinteraksi dengan cuaca harian, tetapi masuk ke lapisan stratosfer.

Di lapisan ini, partikel dapat bertahan lebih lama dan menyebar secara global, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kondisi iklim dalam skala yang lebih luas.

Menurut Erma, meskipun sebaran utama saat ini didominasi ke arah barat, dinamika cuaca lokal tetap patut diwaspadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KAI Pantau Dampak Erupsi Anak Krakatau, Perjalanan Kereta Masih Normal

KAI Pantau Dampak Erupsi Anak Krakatau, Perjalanan Kereta Masih Normal

News | Minggu, 06 September 2026 | 10:49 WIB

Bandara Soetta Ditutup Akibat Erupsi Anak Krakatau, 209 Penerbangan Terdampak

Bandara Soetta Ditutup Akibat Erupsi Anak Krakatau, 209 Penerbangan Terdampak

Video | Minggu, 06 September 2026 | 09:30 WIB

Waspada, Hampir Seluruh Wilayah Kota Tangerang Kini Diselimuti Abu Vulkanik Anak Krakatau

Waspada, Hampir Seluruh Wilayah Kota Tangerang Kini Diselimuti Abu Vulkanik Anak Krakatau

News | Minggu, 06 September 2026 | 10:23 WIB

Menyebar ke Jabar dan Bengkulu, BMKG Ungkap 2 Klaster Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Menyebar ke Jabar dan Bengkulu, BMKG Ungkap 2 Klaster Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

News | Minggu, 06 September 2026 | 10:35 WIB

Tetap Tenang Jangan Panik, Ini 6 Langkah Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

Tetap Tenang Jangan Panik, Ini 6 Langkah Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:57 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sudah Sampai Depok dan Bogor, Warga Pakai Masker-Kurangi Aktivitas

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sudah Sampai Depok dan Bogor, Warga Pakai Masker-Kurangi Aktivitas

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:51 WIB

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Menyebar Hingga ke Jakarta dan Depok

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Menyebar Hingga ke Jakarta dan Depok

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:33 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, KAI Pastikan Aktifitas Perjalanan Kereta Aman

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, KAI Pastikan Aktifitas Perjalanan Kereta Aman

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:11 WIB

Terkini

Jakarta Belajar dari Seoul soal Kota Global, dari Ruang Publik hingga Kebudayaan

Jakarta Belajar dari Seoul soal Kota Global, dari Ruang Publik hingga Kebudayaan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:46 WIB

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:44 WIB

7 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Berbohong dan Pintar Menutupi Fakta

7 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Berbohong dan Pintar Menutupi Fakta

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:43 WIB

Benarkah Tanda Cupang di Leher Berbahaya Hingga Mematikan?

Benarkah Tanda Cupang di Leher Berbahaya Hingga Mematikan?

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Luke Vickery Cuma Bisa Geleng-geleng Usai Timnas Indonesia Akhiri Penantian 35 Tahun

Luke Vickery Cuma Bisa Geleng-geleng Usai Timnas Indonesia Akhiri Penantian 35 Tahun

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Membedah Putusan MK soal Dokumen Pendidikan Wapres: Kepastian Hukum vs Realitas Administrasi

Membedah Putusan MK soal Dokumen Pendidikan Wapres: Kepastian Hukum vs Realitas Administrasi

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Ijazah SMA Gibran Tak Ditemukan, Legislator PDIP: Sangat Mungkin DPR Menindaklanjuti Putusan MK

Ijazah SMA Gibran Tak Ditemukan, Legislator PDIP: Sangat Mungkin DPR Menindaklanjuti Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kepantasan Gibran Jadi Wapres Dipertanyakan, Ray Rangkuti: Masih Layak Kalau Tak Punya Ijazah SMA?

Kepantasan Gibran Jadi Wapres Dipertanyakan, Ray Rangkuti: Masih Layak Kalau Tak Punya Ijazah SMA?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Ketika Kesempurnaan Menyimpan Rahasia Gelap dalam Novel Girls in the Dark

Ketika Kesempurnaan Menyimpan Rahasia Gelap dalam Novel Girls in the Dark

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya

Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:26 WIB

×