Memanen Panas yang Terbuang, Bagaimana BRIN Kembangkan Teknologi Termoelektrik?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 02 September 2026 | 16:52 WIB
Memanen Panas yang Terbuang, Bagaimana BRIN Kembangkan Teknologi Termoelektrik?
Ilustrasi Industri Teknologi. [Unsplash]

Suara.com - Setiap hari, panas dihasilkan dari berbagai aktivitas, dari mesin industri, kendaraan yang melaju, hingga perangkat elektronik. Sebagian besar panas tersebut kemudian dilepaskan begitu saja ke lingkungan.

Padahal, panas yang terbuang bukan berarti tidak memiliki nilai. Energi tersebut masih dapat dikonversi menjadi listrik melalui teknologi termoelektrik, sehingga berpotensi membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus mendukung pengembangan teknologi rendah karbon.

Potensi inilah yang diteliti Asep Ridwan Nugraha, peneliti Pusat Riset Elektronika (PRE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menurut Asep, sekitar 66 persen energi yang dimanfaatkan manusia saat ini belum digunakan secara optimal. Salah satu peluang untuk memanfaatkannya kembali adalah menangkap panas yang selama ini terbuang.

“Dari total energi yang kita gunakan, hanya sekitar 34 persen yang baru dipakai. Melalui rekayasa material termoelektrik, panas yang dibuang ini dapat dimanfaatkan jadi energi listrik,” ujar Asep.

Dari material hingga teknologi

Untuk mewujudkan teknologi tersebut, tantangannya bukan hanya bagaimana mengubah panas menjadi listrik, tetapi juga menghasilkan material yang efisien, stabil, dan terjangkau.

Asep dan timnya mengembangkan material semikonduktor berbasis bismut. Material tersebut direkayasa pada skala nano, antara lain melalui defect engineering dan penambahan fase sekunder.

Strategi tersebut ditujukan untuk meningkatkan figure of merit atau nilai ZT, yaitu salah satu parameter penting dalam menilai kinerja material termoelektrik. Rekayasa yang dilakukan mampu meningkatkan konduktivitas listrik sekaligus menekan konduktivitas termal kisi hingga 23%.

baca juga

Dalam prosesnya, material dipadatkan menggunakan fasilitas Spark Plasma Sintering (SPS). Material kemudian dipotong menjadi pellet tipe-N dan tipe-P untuk dirangkai menjadi modul termoelektrik.

Bagi Asep, pengembangan material tersebut bukan tujuan akhir. Teknologi ini justru menarik karena memiliki peluang penerapan yang luas, mulai dari skala mikro hingga bulk atau material padat.

Aplikasinya dapat diarahkan untuk memanfaatkan panas pada kendaraan listrik, sistem pendingin aktif pada kaca film mobil, hingga pembangkit listrik mandiri untuk perangkat Internet of Things (IoT).

Mendorong teknologi yang bisa digunakan

Kepala PRE BRIN Yusuf Nur Wijayanto mengatakan, penelitian tersebut penting karena Thermoelectric Energy Conversion menawarkan cara untuk mengubah panas terbuang menjadi listrik.

Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan untuk membawa teknologi tersebut dari laboratorium menuju penggunaan yang lebih luas.

“Tantangan risetnya adalah menghasilkan material termoelektrik yang efisien, stabil, dan ekonomis,” kata Yusuf, dikutip dari laman BRIN, Kamis (27/8).

Karena itu, penelitian tidak berhenti pada peningkatan performa material. Tim juga mengembangkan berbagai pendekatan, seperti doping, material komposit, rekayasa struktur, dan pengendalian proses fabrikasi.

Menurut Yusuf, tahap berikutnya adalah memastikan material tersebut dapat diintegrasikan menjadi perangkat yang praktis dan memiliki manfaat nyata.

Pengembangan teknologi termoelektrik pada akhirnya menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi energi tidak selalu harus dimulai dengan menghasilkan lebih banyak energi. Sebagian peluang justru dapat ditemukan dari energi yang selama ini dianggap sebagai limbah.

Untuk mewujudkannya, kolaborasi antara ilmu material dan rekayasa elektronika menjadi penting. Integrasi keduanya diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi yang mampu memanen panas terbuang menjadi listrik secara lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan energi masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:03 WIB

Cara Jaga Kondisi Mobil Agar Tetap Prima di Tengah Cuaca Panas Ekstrem dan Berdebu

Cara Jaga Kondisi Mobil Agar Tetap Prima di Tengah Cuaca Panas Ekstrem dan Berdebu

Otomotif | Selasa, 01 September 2026 | 12:36 WIB

Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon Lewat Pengembangan Ekosistem Baterai

Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon Lewat Pengembangan Ekosistem Baterai

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 07:57 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×