Gus Ipul Anggap Gus Lilur Tebar Fitnah soal Dugaan Aliran Rp480 M ke Muktamar ke-35 NU, Siap Somasi

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB
Gus Ipul Anggap Gus Lilur Tebar Fitnah soal Dugaan Aliran Rp480 M ke Muktamar ke-35 NU, Siap Somasi
Mantan Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Gus Lilur menuding ada aliran uang korupsi Rp480 miliar ke Muktamar ke-35 NU di Jombang.
  • Saifullah Yusuf membantah tudingan tersebut di Jakarta pada Rabu, 23 September 2026, dan menyebutnya sebagai fitnah.
  • Saifullah Yusuf berencana menempuh jalur hukum dan melayangkan somasi terhadap pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan.

Sementara itu, ditanya apakah Gus Lilur menjadi salah satu pihak yang akan disomasi? Ipul belum membeberkan.

"Ya nanti besok lah ya, tunggu ya, masih di dalam proses pembicaraan dengan penasihat hukum," kata Ipul.

Dugaan Aliran Rp480 Miliar

Kiai Kampung Nahdlatul Ulama (NU), Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur sebelumnya menyebut adanya dugaan aliran uang hasil korupsi senilai Rp480 miliar ke Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur yang digelar pada akhir Agustus kemarin.

Gus Lilur mengaku mendapat informasi tersebut secara informal dari sejumlah penyidik internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Informasi yang ia bongkar dari pertemuannya bersama penyidik KPK itu mengaitkan aliran dana kasus dugaan korupsi pertanahan di Bogor dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

"Secara informal mereka menjelaskan bahwa ada dua mobil Land Cruiser yang berangkat dari satu tempat di Selatan-Timur Jakarta. Land Cruiser ini membawa uang kira-kira Rp480 miliar, jadi satu mobil itu kira-kira isinya 240-an miliar lah," kata Gus Lilur dikutip dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Selasa (22/9/2026).

Ia menyebut dua Land Cruiser tersebut tidak dikendarai langsung menuju Jombang, melainkan diangkut menggunakan dua kendaraan towing.

Menurut Gus Lilur, informasi itu disebut bersumber dari pengakuan orang-orang yang terjaring OTT KPK serta hasil digital forensik terhadap telepon seluler yang disita penyidik.

baca juga

"Land Cruiser ini naik towing, jadi Land Cruiser ini bukan jalan sendiri, naik towing. Jadi dua Land Cruiser, dua towing. Berangkat dari Jakarta dibawa ke Jombang," ujarnya.

Gus Lilur kemudian membeberkan dugaan komposisi uang Rp480 miliar tersebut. Ia menyebut sekitar Rp150 miliar diduga berasal dari oknum institusi P dan Rp150 miliar lainnya dari oknum institusi B.

Sementara Rp180 miliar sisanya disebut sebagai "kreasi" Nusron Wahid.

"Nah, Rp180 (miliar) itu dikabarkan kreasinya NW. Ya, NW itu Nusron Wahid," ungkapnya.

Nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu muncul dalam kaitannya dengan perkara OTT KPK terkait dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

Sementara ini KPK telah menetapkan delapan tersangka dan menyebut empat di antaranya, yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry, sebagai pihak yang memiliki hubungan kepercayaan dengan Nusron.

KPK menyita uang sekitar Rp106,3 miliar dalam bentuk rupiah dan sejumlah valuta asing dari perkara tersebut.

Dalam podcast tersebut, Gus Lilur mengaku melihat sendiri adanya peredaran uang dalam jumlah besar di sekitar arena Muktamar NU. Ia menyebut tas-tas berisi uang disebut berpindah tangan kepada sejumlah pihak yang berkaitan dengan peserta Muktamar.

Menurut Gus Lilur, dugaan transaksi tersebut berkaitan dengan perebutan suara dalam Muktamar yang tidak hanya memilih Ketua Umum PBNU, tetapi juga Rais Aam. Ia memperkirakan kebutuhan dana menjadi lebih besar karena suara dari struktur tanfidziyah dan syuriyah disebut menjadi sasaran transaksi.

"Jadi kalau Rp500 juta Ketua Tanfidziyah PCNU, lalu Rp500 juta Rais Syuriyah PCNU, ya satu cabang Rp1 miliar. Kalau 400 cabang, Rp400 miliar," ujarnya.

Tak hanya itu, Gus Lilur juga mengklaim ada kiai yang disebut mengembalikan uang yang diterimanya setelah Muktamar. Ia menyebut Kiai Afifuddin Muhajir dikabarkan mengembalikan 200.000 dolar AS dan Rp1 miliar kepada Saifullah Yusuf.

Ia meminta KPK melakukan klarifikasi langsung kepada Kiai Afifuddin Muhajir untuk menguji informasi tersebut. Menurutnya, klarifikasi kepada tokoh yang dianggap mengetahui langsung dugaan pemberian uang akan membantu penyidik mengungkap fakta di balik dugaan aliran dana.

"Saya sampaikan ke rekan penyidik KPK, cobalah tabayun pada kiai sepuh. Karena ada kiai sepuh yang dianggap punya kredibilitas dan punya integritas, seminggu setelah dikasih uang, uangnya dikembalikan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Lilur Sebut Dugaan Aliran Rp 480 Miliar ke Muktamar NU, Sebut Nama Nusron Wahid

Gus Lilur Sebut Dugaan Aliran Rp 480 Miliar ke Muktamar NU, Sebut Nama Nusron Wahid

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

News | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:52 WIB

Kawal Data Desil Bermasalah, KWJK Bakal Geruduk Kemensos Selama Sepekan

Kawal Data Desil Bermasalah, KWJK Bakal Geruduk Kemensos Selama Sepekan

News | Kamis, 17 September 2026 | 19:46 WIB

KWJK Temui Mensos Gus Ipul, Kritik Skema Desil bagi Warga Kolong Jembatan dan Rusun

KWJK Temui Mensos Gus Ipul, Kritik Skema Desil bagi Warga Kolong Jembatan dan Rusun

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:04 WIB

Terkini

Influencer Pamer Kekayaan di Tengah Krisis, Masihkah Layak Jadi Tontonan?

Influencer Pamer Kekayaan di Tengah Krisis, Masihkah Layak Jadi Tontonan?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:15 WIB

Gaya Hidup Aesthetic ala Gen Z: Menikmati Keindahan atau Mengejar Standar?

Gaya Hidup Aesthetic ala Gen Z: Menikmati Keindahan atau Mengejar Standar?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:15 WIB

57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf

57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 15:14 WIB

BRI inFrame 2026 Hadir Lagi, Mengubah Kisah Ekonomi Kerakyatan Menjadi Karya Fotografi

BRI inFrame 2026 Hadir Lagi, Mengubah Kisah Ekonomi Kerakyatan Menjadi Karya Fotografi

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 15:14 WIB

Jet Tempur F-16 Amerika Serikat Jatuh di Jerman

Jet Tempur F-16 Amerika Serikat Jatuh di Jerman

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:13 WIB

Karyawan BRI Bisa Glowing Bareng Lewat Promo Eksklusif Ini

Karyawan BRI Bisa Glowing Bareng Lewat Promo Eksklusif Ini

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 15:12 WIB

Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan

Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 15:12 WIB

Identitas ABK Terungkap Lewat Uji DNA, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian 5 Jurnalis

Identitas ABK Terungkap Lewat Uji DNA, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian 5 Jurnalis

Banten | Rabu, 23 September 2026 | 15:10 WIB

Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Fatal Pakai Hotspot HP Sambil Dicas

Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Fatal Pakai Hotspot HP Sambil Dicas

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 15:10 WIB

BRI inFrame 2026 Kembali, Mengabadikan Inspirasi di Balik Ekonomi Kerakyatan

BRI inFrame 2026 Kembali, Mengabadikan Inspirasi di Balik Ekonomi Kerakyatan

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 15:10 WIB

×