- Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menyatakan Presiden Masoud Pezeshkian berangkat ke Sidang Umum PBB di New York pada Rabu, 23 September 2026.
- Kunjungan strategis tersebut bertujuan menghadapi tekanan Amerika Serikat, menyampaikan posisi Teheran, serta menunjukkan kemajuan dan kekuatan Iran di hadapan dunia.
- Pemerintah Iran tetap memanfaatkan panggung PBB untuk menyampaikan perlawanan selama lima dekade meskipun mengkritik standar ganda lembaga internasional.
Suara.com - Iran mengirim sinyal keras pada pidato Presiden Masoud Pezeshkian di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.
Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menyebut Presiden Masoud Pezeshkian datang ke New York dengan 'peluru penuh' untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat dan menyampaikan posisi Teheran kepada dunia.
Dalam rapat kabinet Iran pada Rabu (23/9/2026) waktu setempat, Aref menilai kunjungan Pezeshkian ke New York memiliki arti strategis bagi Iran.
Ia menyebut Presiden Iran akan memiliki posisi unggul ketika menyampaikan pidatonya di hadapan para pemimpin dunia.
“Presiden berangkat ke New York dengan tangan penuh dan dalam pidatonya di Majelis Umum PBB juga akan memiliki posisi unggul,” kata Aref, dikutip dari situs informasi pemerintah Iran.

Menurut Aref, Pezeshkian akan menggunakan forum internasional tersebut untuk menunjukkan apa yang disebutnya sebagai kekuatan dan kemajuan Iran.
Ia juga mengatakan Iran akan merespons tekanan dan sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara yang dianggap sebagai lawannya.
Iran Kritik Standar Ganda Dunia Internasional
Aref pada saat yang sama melontarkan kritik terhadap lembaga-lembaga internasional.
Ia menilai Iran tidak seharusnya terlalu berharap pada institusi internasional karena, menurutnya, lembaga tersebut berada di bawah pengaruh kekuatan dominan dan menerapkan standar ganda.
Meski demikian, Aref mengatakan Iran tetap akan memanfaatkan panggung PBB.
Menurutnya, masih ada kelompok dan negara di dunia yang bersedia mendengarkan pesan Teheran.
“Kami dapat menyampaikan pesan kami kepada mereka dan menunjukkan kepada dunia keteguhan serta perlawanan Iran selama lima dekade terhadap sistem dominasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana pemerintah Iran memandang perjalanan Pezeshkian bukan sekadar agenda diplomatik.
PBB diposisikan sebagai panggung untuk menyampaikan narasi Iran mengenai konflik, tekanan internasional, dan hubungan dengan Amerika Serikat.