- Triwisaksana dari DPP Partai Gelora meminta kader tidak risau menghadapi wacana kenaikan ambang batas parlemen.
- Partai Gelora menilai isu revisi undang-undang pemilu tersebut masih prematur dan sebatas manuver tes ombak.
- Sebagai langkah antisipasi, Partai Gelora memilih fokus memenuhi syarat keanggotaan dan verifikasi parpol di KPU.
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus dan kadernya tidak perlu risau menghadapi wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 5 persen serta syarat pencalonan presiden oleh dua fraksi dalam usulan revisi UU Pemilu.
Partai Gelora menegaskan isu tersebut hanyalah aksi cek ombak dari partai-partai di parlemen.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Desk Rekrutmen Anggota sekaligus Ketua Korbid Penggalangan DPP Partai Gelora, Triwisaksana, dalam Rapat Koordinasi Desk Rekrutmen Anggota DPP-DPW secara daring, dikutip Rabu (23/9/2026).
Triwisaksana, menekankan bahwa usulan perubahan aturan Pemilu 2029 saat ini masih sangat cair dan sebatas manuver tes ombak dari partai-partai di DPR.
"Isu mengenai threshold 5 persen itu, manuver cek ombak dari partai-partai eksisting untuk nanti dirangkum di dalam Revisi UU Pemilu. Karena berupa ma berupa manuver dan wacana yang belum tentu berlaku,” kata Triwisaksana.
Ia menambahkan, bahwa regulasi pemilu dari waktu ke waktu sangat dinamis. Kenaikan ambang batas maupun syarat pencalonan presiden belum final dan masih tergolong prematur untuk disikapi secara berlebihan.
“Karena itu, kita tidak perlu down, galau atau risau dalam menentukan strategi politik dalam kepemiluan 2029. Wavana itu masih prematur," ujarnya.
Daripada menghabiskan energi merespons manuver cek ombak tersebut, Partai Gelora memilih untuk memprioritaskan agenda internal, yakni pemenuhan syarat keanggotaan dan verifikasi parpol di Sipol KPU.
Langkah ini dinilai sebagai fondasi utama sebelum melangkah ke strategi pemenangan Pemilu 2029.
“Kita mulai perjuangan ini dari rekrutmen anggota, kita penuhi semua syarat-syaratnya di Sipol KPU untuk verifikasi. Bisa jadi Partai Gelora justru menjadi kuda hitam dan menang di Pemilu 2029,” katanya.
Ia mengibaratkan pemenuhan syarat verifikasi parpol seperti wudu sebelum menunaikan ibadah salat. Tanpa kelulusan verifikasi KPU, pembahasan daerah pemilihan prioritas maupun strategi kontestasi politik tidak akan berlanjut.
“Jadi kita fokus saja pada rekrutmen anggota dan verifikasi parpol sekarang,” katanya.
Guna memantapkan kesiapan tersebut, Partai Gelora bakal membahas langkah strategisnya secara lebih komprehensif dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) yang akan digelar dalam waktu dekat.