- Kepala BRIN Arif Satria menyatakan pengguna vape di Indonesia telah mencapai lebih dari empat juta orang.
- Hasil penelitian BRIN di Jakarta pada Selasa (29/9/2026) menunjukkan vape memicu masalah kesehatan seperti diabetes, paru-paru, dan pankreas.
- BRIN berkoordinasi dengan kementerian terkait dan BNN untuk mengkaji regulasi guna mengantisipasi penyebaran narkoba lewat vape.
Suara.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengungkapkan dampak kesehatan yang bisa timbul dari penggunaan vape.
Efek tersebut diketahui berdasarkan hasil penelitian BRIN.
Saat ini tercatat pengguna vape telah mencapai lebih dari 4 juta orang. Secara medis dari uji yang dilakukan oleh BRIN, penggunaan vape berdampak kepada kesehatan, mulai dari masalah diabetes, masalah paru-paru, dan masalah pankreas.
“Dari uji-uji yang dilakukan oleh BRIN, vape itu punya dampak terhadap kesehatan,” kata Arif di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Selain dampak kesehatan, Arif menyampaikan bahwa vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba.
“Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi,” kata Arif.

Ia menyampaikan, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, BNN, Kementerian Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengkaji berbagai regulasi terkait.
Kajian tersebut akan didukung hasil riset dan naskah akademik sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan.
“Intinya bahwa Presiden ingin menyelamatkan generasi ke depan Sehingga beliau ingin benar-benar generasi ke depan itu aman dari narkoba,” ujar Arif.