WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 30 September 2026 | 15:58 WIB
WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina
Pemuda asal Natuna Rendi Apriyanto tewas akibat serangan drone Ukraina saat menjadi tentara bayaran Rusia. (Batamnews)
baca 10 detik
  • Rendi Apriyanto, pemuda asal Natuna, tewas akibat serangan drone Ukraina di wilayah Rusia.

  • Korban baru lima bulan bertugas di bagian logistik militer Rusia melalui perekrutan agen tidak resmi.

  • Orang tua korban menerima kabar duka pada 26 September 2026 dari rekan Rendi di Rusia.

Suara.com - Rendi Apriyanto, pemuda asal Ranai Darat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tewas mengenaskan di tengah pusaran perang Rusia-Ukraina. Tentara bayaran Rusia itu mengembuskan napas terakhir setelah dihantam serangan pesawat nirawak militer drone Ukraina yang menyasar wilayah Rusia.

Kematian Rendi menjadi bukti nyata keterlibatan warga negara Indonesia dalam jaringan perekrutan tentara bayaran asing di zona konflik. Tragedi ini mengejutkan pihak keluarga dan masyarakat Natuna yang tidak menyangka korban nekat berangkat ke medan perang.

Informasi duka ini terungkap dari rekan korban sesama pekerja militer serta unggahan media sosial para kerabat di kampung halamannya. Orang tua korban mengonfirmasi kabar memilukan tersebut saat ditemui di kediamannya di Ranai Darat.

Haerul, salah satu sahabat masa kecil korban, membenarkan kabar mengejutkan yang beredar luas di lingkungan tempat tinggalnya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan nasib tragis yang menimpa teman sepermainannya tersebut.

"Rendi dulu teman masa kecil saya. Kami sama-sama tinggal di Ranai Darat, main kelereng bersama," ujar Haerul, mengenang, dikutip dari Batamnews.

Insiden maut itu terjadi pada 20 September 2026 di tengah gempuran drone Ukraina ke wilayah Moskow dan sekitarnya. Pihak keluarga baru menerima kepastian kabar duka tersebut beberapa hari setelah peristiwa naas itu berlangsung.

Ayah korban, Rustamal, mengungkapkan bahwa anaknya tidak sempat menyelamatkan diri saat hujan drone menghujam lokasi tempatnya bertugas. Laporan kepastian mengenai gugurnya Rendi didapatkan langsung dari sesama tentara bayaran asal Indonesia.

"Iya, kami mendapat informasi awal dari rekannya yang sama-sama di Rusia pada Sabtu malam 26 September 2026. Rendi terkena serangan drone dari Ukraina sewaktu Rusia mengadakan pemilu. Di situlah terjadinya serangan drone itu. Di situ anak saya tidak bisa menghindar lagi, karena banyaknya drone," kata Rustamal.

Sebelum menjadi bagian dari militer Rusia, Rendi sempat mengadu nasib sebagai teknisi listrik di Filipina. Keputusannya berpindah ke Rusia secara mendadak mengejutkan pihak keluarga di kampung halaman.

baca juga

Rendi diduga kuat masuk ke Rusia melalui perekrutan tidak resmi oleh sebuah agen tenaga kerja. Korban kemudian ditempatkan pada divisi logistik militer untuk membantu operasional pasukan Rusia.

Kedua orang tua korban sebenarnya telah memberikan peringatan keras saat mengetahui Rendi berada di wilayah konflik bersenjata. Namun, korban meyakinkan orang tuanya bahwa posisi pekerjaan logistik yang dijalaninya relatif aman.

Rustamal sempat membujuk putranya agar segera keluar dari Rusia demi keselamatan jiwanya. Namun, Rendi tetap memilih bertahan dan meminta restu serta doa dari kedua orang tuanya.

"Saya bilang, 'Kenapalah di sana. Di sana kan lagi perang'. 'Mudah-mudahan lah Pak aman, doa aja Pak'," kata Rustamal menirukan ucapan anaknya.

Rendi tercatat baru sekitar lima bulan menjalani profesi berbahaya tersebut sebelum akhirnya gugur. Keberadaan agen ilegal penawaran kerja tentara bayaran di Rusia kini menjadi sorotan utama.

Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan warga asing yang tergiur tawaran kerja militer di Rusia tanpa perlindungan hukum resmi. Jalur rekrutmen non-pemerintah disinyalir memanfaatan tenaga kerja migran dari berbagai negara berkembang.

Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina terus menelan korban jiwa, termasuk warga negara asing yang bekerja di zona perang. Pasukan Ukraina belakangan meningkatkan intensitas serangan drone jarak jauh yang menembus hingga ke jantung wilayah Rusia dan fasilitas militer.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendukung logistik di garis belakang mendorong masuknya pekerja asing melalui jalur tidak resmi. Banyak dari mereka awalnya berstatus pekerja migran biasa di negara tetangga sebelum tergiur iming-iming gaji besar sebagai staf militer.

Hingga saat ini, proses pemulangan jenazah Rendi dari Rusia menuju Natuna masih menunggu penanganan lebih lanjut dari otoritas terkait. Kasus ini menjadi alarm keras mengenai ancaman perekrutan tentara bayaran ilegal yang menyasar warga negara Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI Tentara Bayaran Rusia WhatsApp Jubir Kemlu RI, Apa Katanya?

WNI Tentara Bayaran Rusia WhatsApp Jubir Kemlu RI, Apa Katanya?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:20 WIB

8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia, Sukamta PKS Ingatkan Pemerintah Jangan Buru-buru Bicara Sanksi

8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia, Sukamta PKS Ingatkan Pemerintah Jangan Buru-buru Bicara Sanksi

News | Jum'at, 04 September 2026 | 19:09 WIB

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Kewarganegaraan

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Kewarganegaraan

News | Rabu, 02 September 2026 | 13:53 WIB

Terkini

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:55 WIB

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Istri Eks Sekjen Kemnaker  Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

Istri Eks Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:48 WIB

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:44 WIB

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:43 WIB

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Video | Rabu, 30 September 2026 | 15:42 WIB

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:41 WIB

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:40 WIB

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

×