Pemerintah Telusuri 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korban Penipuan atau Sukarela?

Bella

Rabu, 02 September 2026 | 11:03 WIB
Pemerintah Telusuri 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korban Penipuan atau Sukarela?
Ilustrasi - Patroli tentara Rusia di Mariupol Ukraina. (Foto: AFP)
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menelusuri dugaan keterlibatan delapan WNI dalam militer Rusia yang diungkap intelijen Ukraina.
  • Pemerintah akan memverifikasi apakah para WNI tersebut merupakan korban penipuan pekerjaan atau bergabung secara sadar.
  • WNI yang terbukti bergabung dengan militer asing tanpa izin presiden dapat kehilangan status kewarganegaraannya.

Suara.com - Pemerintah tengah menelusuri status delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia. Penelusuran dilakukan untuk memastikan apakah mereka menjadi korban perekrutan bermodus pekerjaan atau secara sadar masuk dalam dinas militer asing.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah belum dapat menarik kesimpulan sebelum identitas, proses perekrutan, hingga bentuk keterlibatan para WNI tersebut dipastikan.

"Informasi yang disampaikan pihak Ukraina tentu kami cermati. Tetapi kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan sebelum seluruh faktanya diverifikasi," kata Yusril di Jakarta, Rabu.

Menurut Yusril, verifikasi diperlukan untuk mengetahui identitas para WNI, tawaran yang mereka terima saat direkrut, hingga apakah mereka benar terlibat dalam dinas militer Rusia.

Kasus ini mencuat setelah Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) mengungkap sejumlah dokumen yang diklaim berkaitan dengan perekrutan sedikitnya delapan WNI ke dalam militer Rusia.

Delapan nama yang disebut dalam laporan tersebut yakni Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Muhammad Syaripudin, M Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Nuraha Hakim.

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/Lilis Varwati)
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/Lilis Varwati)

FISU menyebut para WNI itu diduga direkrut dengan tawaran pekerjaan bergaji tinggi, tugas nontempur, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, serta sejumlah tunjangan sosial.

Namun, tawaran pekerjaan tersebut diduga menjadi pintu masuk untuk mengarahkan warga asing ke dalam dinas militer.

Yusril mengatakan apabila informasi tersebut terbukti, pemerintah harus membedakan antara WNI yang menjadi korban penipuan atau eksploitasi dan mereka yang secara sadar bergabung dengan militer asing.

baca juga

"Kalau benar ada warga negara kita yang direkrut dengan modus tawaran pekerjaan, tetapi kemudian ternyata diarahkan untuk masuk dinas militer dan dikirim ke wilayah konflik, tentu kita harus melihat apakah yang bersangkutan merupakan korban," katanya.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan apabila para WNI tersebut terbukti menjadi korban perekrutan dengan modus pekerjaan.

Namun, persoalan berbeda muncul apabila mereka secara sadar masuk ke dalam dinas militer Rusia tanpa memperoleh izin Presiden.

Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia mengatur bahwa WNI dapat kehilangan kewarganegaraan apabila masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

Meski demikian, Yusril menegaskan ketentuan tersebut tidak dapat serta-merta diberlakukan hanya berdasarkan laporan atau dugaan keterlibatan seseorang dalam militer asing.

"Kalau memang terbukti memenuhi ketentuan kehilangan kewarganegaraan, tentu pemerintah akan mengambil langkah sesuai mekanisme hukum," katanya.

Ia mengatakan status kewarganegaraan harus ditentukan berdasarkan fakta yang telah diverifikasi serta melalui prosedur hukum dan administratif sesuai peraturan perundang-undangan.

Kehilangan kewarganegaraan, menurut Yusril, juga memerlukan mekanisme administratif, termasuk keputusan Menteri Hukum mengenai kehilangan kewarganegaraan.

Karena itu, pemerintah masih mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan delapan WNI tersebut sebelum menentukan langkah perlindungan maupun konsekuensi hukum yang mungkin diterapkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinggalkan Como, Emil Audero Ucapkan Selamat Tinggal untuk Liga Champions

Tinggalkan Como, Emil Audero Ucapkan Selamat Tinggal untuk Liga Champions

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 11:01 WIB

Bursa Kripto CFX Dukung Atlet Muda Indonesia dalam 20th Asian Games Aichi-Nagoya

Bursa Kripto CFX Dukung Atlet Muda Indonesia dalam 20th Asian Games Aichi-Nagoya

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 11:00 WIB

Misteri Kematian Sutrimo: Transfer Rp5 Juta, Ponsel Hilang, dan Jejak Terakhir di Jakarta

Misteri Kematian Sutrimo: Transfer Rp5 Juta, Ponsel Hilang, dan Jejak Terakhir di Jakarta

News | Rabu, 02 September 2026 | 10:56 WIB

Bukan Sekadar Kongsi Biasa, Honda dan Nissan Sepakat Bikin "Otak" Mobil Masa Depan Bareng!

Bukan Sekadar Kongsi Biasa, Honda dan Nissan Sepakat Bikin "Otak" Mobil Masa Depan Bareng!

Otomotif | Rabu, 02 September 2026 | 10:53 WIB

Persija Jakarta Langsung Hadapi Borneo dan Persib, Shin Tae-yong Minta Anak Asuhnya Tak Buang Poin

Persija Jakarta Langsung Hadapi Borneo dan Persib, Shin Tae-yong Minta Anak Asuhnya Tak Buang Poin

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 10:51 WIB

6 Kulkas Mini Terbaik dan Termurah untuk Stok ASI, ASIP Awet Tagihan Listrik Aman

6 Kulkas Mini Terbaik dan Termurah untuk Stok ASI, ASIP Awet Tagihan Listrik Aman

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 10:50 WIB

Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?

Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 10:48 WIB

4 Tips Memilih Sepatu untuk Penderita Sakit Lutut Menurut Pakar, Cek 7 Rekomendasi Terbaik

4 Tips Memilih Sepatu untuk Penderita Sakit Lutut Menurut Pakar, Cek 7 Rekomendasi Terbaik

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 10:48 WIB

Perbedaan Air Mawar Viva vs Purbasari, Intip Review Pembeli dan Harganya

Perbedaan Air Mawar Viva vs Purbasari, Intip Review Pembeli dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 10:53 WIB

Paru-Paru Dunia Tak Sehat, Tanah Emas Tak Kaya: Ada Apa dengan Indonesia?

Paru-Paru Dunia Tak Sehat, Tanah Emas Tak Kaya: Ada Apa dengan Indonesia?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

×