Tak Lagi Membosankan, Bagaimana Warga Gandaria Utara Pilah Sampah Lewat Smart Geprek?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 08 September 2026 | 10:19 WIB
Tak Lagi Membosankan, Bagaimana Warga Gandaria Utara Pilah Sampah Lewat Smart Geprek?
Mesin pemadat sampah plastik Smart Geprek hasil inovasi warga RT 11 RW 07 Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sumber: Dok Pribadi

Suara.com - Masalah pengelolaan sampah di tingkat lingkungan masih menghadapi tantangan, termasuk kebiasaan memilah sampah yang kerap dianggap merepotkan dan membosankan. Kondisi ini membuat edukasi pengelolaan sampah, terutama kepada anak-anak, perlu dilakukan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Di RT 11 RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, warga mencoba menjawab persoalan tersebut melalui inovasi Smart Geprek, mesin pemadat botol dan kaleng bekas berbasis hidrolik.

Mesin pemadat ini dioperasikan menggunakan alat kontrol yang sengaja dirancang sederhana menyerupai remot mainan anak-anak.

Pendekatan ini dipilih agar anak-anak di pemukiman setempat dapat belajar memilah sampah sejak dini dengan aman, sekaligus membantu menghemat ruang penyimpanan limbah plastik di lingkungan mereka.

"Kadang-kadang ngerebutan ini," kata Arief, relawan penggerak lingkungan di RT 11, sembari terkekeh menunjukkan perangkat kontrol yang bentuk dan cara pakainya memang sengaja dibuat mirip remot mainan anak-anak.

Inovasi sederhana ini lahir dari ide cerdas Imam Basori, ketua RT 11 untuk mengubah urusan memilah sampah menjadi aktivitas harian yang inklusif, edukatif, dan menyenangkan.
 
Sengaja Dibuat Lambat dan Mudah: Dari Cara Pakai Hingga Fungsi Edukasi

Proses pengoperasian Smart Geprek berjalan dengan sangat praktis tanpa menguras tenaga fisik. Pengguna cukup memisahkan botol atau kaleng bekas dari tutupnya, yang nantinya dikumpulkan terpisah untuk bahan kerajinan tangan. Lalu meletakkannya ke dalam ruang pres hidrolik.

Setelah wadah berada di posisinya, penekan hidrolik akan meremukkan botol hingga pipih dalam hitungan detik, baik dengan menekan tombol pada remot bergaya mainan maupun lewat aplikasi web lokal di ponsel pintar Android.

Uniknya, ketika mesin pabrik berlomba-lomba mengejar kecepatan, Smart Geprek justru sengaja dirancang bekerja dengan tempo lambat.

baca juga

"Ya, ini sengaja kita buat lambat. Karena buat edukasi anak-anak. Jadi, anak-anak bisa juga buat belajar sendiri," terang Arief.

Gerakan hidrolik yang diperlambat meminimalkan risiko terjepit, sehingga aman dipegang anak-anak saat mengisi waktu luang sore hari.

Jeda waktu tersebut memberi ruang bagi mereka untuk mengamati proses pemadatan secara utuh, mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi pengalaman belajar langsung. Botol yang sudah geprek pun jauh lebih hemat ruang penyimpanan sebelum dikumpulkan.
 
Koding Mandiri Warga: Teknologi Digital Tanpa Ketergantungan Vendor

Hal menarik dari Smart Geprek tidak berhenti pada sistem mekaniknya. Untuk memantau data volume sampah yang berhasil dipadatkan, warga merancang sistem monitoring digital berbasis laman web.

Cukup menyambungkan ponsel ke jaringan Wi-Fi lokal RT 11 dan memasukkan kode akses, data pemadatan bisa langsung terbaca.

Istimewanya, perangkat lunak ini tidak dibeli dari vendor luar maupun developer komersial. Menurut Arief, baris-baris kode (coding) aplikasi tersebut digarap sendiri oleh warga yang memiliki latar belakang teknis.

Bagi RT yang mengandalkan dana operasional terbatas dari Pemprov DKI Jakarta, langkah ini sangat menghemat anggaran.

Lebih dari itu, kemandirian teknologi ini memastikan sistem dapat terus dirawat dan disempurnakan oleh warga sendiri—seperti pengembangan versi iOS yang saat ini sedang menyusul versi Android.

Nalar Ekonomi Akar Rumput untuk Keberlanjutan Lingkungan

Selain urusan teknis dan edukasi, RT 11 juga bersikap realistis dalam mengelola ekosistem sampahnya. Jika sebelumnya botol dan kaleng hasil pemadatan disetorkan ke Dinas Lingkungan Hidup (LH), belakangan warga memilih menjualnya ke pengepul informal.

"Ini baru-baru kemarin kita jual ke pengepul. Karena kan kita ada salah satu kenalan... dia menawarkan harga tinggi daripada LH," tutur Ibas jujur.

Langkah pragmatis ini menyingkap realitas penting: gerakan lingkungan berbasis komunitas akan berjalan lebih awet jika ditopang oleh insentif ekonomi yang masuk akal. Keuntungan penjualan yang lebih tinggi memberikan nilai tambah bagi kas lingkungan warga tanpa mengurangi manfaat kebersihan itu sendiri.

Prinsip ini sejalan dengan gerakan "Bang Jali" (Bareng Jaga Lingkungan) yang digagas Ketua RT 11, Imam Basori (Ibas).

"Target kita adalah menuntaskan masalah sampah dari sumbernya, yaitu rumah warga. Jika hulu sudah beres, TPA tak perlu lagi menerima kiriman sampah dari lingkungan kita," jelas Ibas.

Melalui Smart Geprek, RT 11 Gandaria Utara membuktikan bahwa teknologi tepat guna, pendekatan yang ramah anak, dan kalkulasi ekonomi yang pas bisa berpadu menjadi solusi nyata pengelolaan sampah di tingkat RT.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Dari Sampah! Kebakaran TPA Galuga Berawal dari Ladang, Tak Ada Korban Jiwa

Bukan Dari Sampah! Kebakaran TPA Galuga Berawal dari Ladang, Tak Ada Korban Jiwa

News | Selasa, 08 September 2026 | 07:23 WIB

Tren Kulkas Jepang di Dapur Modern, Teknologi hingga Desain Jadi Pertimbangan

Tren Kulkas Jepang di Dapur Modern, Teknologi hingga Desain Jadi Pertimbangan

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 19:35 WIB

Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang

Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

×