- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau sistem keamanan mandiri berteknologi canggih milik warga di Gandaria Utara, Rabu (27/5/2026).
- Sistem tersebut mencakup akses kartu, CCTV, hingga pusat kendali yang dinilai Rano berpotensi menjadi percontohan keamanan bagi seluruh Jakarta.
- Rano berencana membantu pendanaan melalui CSR guna memperkuat sistem dan menyarankan penambahan cadangan daya agar operasional tetap berjalan optimal.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dibuat kagum oleh sistem keamanan berbasis teknologi yang dibangun secara mandiri oleh warga RT 11 RW 7 Gang Haji Jeni 2, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, saat berkunjung ke lokasi pada Rabu (27/5/2026).
Sistem keamanan yang dibangun warga setempat terbilang canggih untuk ukuran permukiman padat, mencakup pagar dengan akses kartu (tap card), CCTV, GPS tracker, panic button, alarm, hingga sebuah command center terpadu yang dioperasikan sepenuhnya oleh warga.
Rano bahkan sempat turun langsung mencoba sejumlah perangkat keamanan yang tersedia di sana.
Ia menilai sistem semacam ini berpotensi menjadi model keamanan lingkungan yang bisa diterapkan di seluruh penjuru Ibu Kota.
"Ini kalau Jakarta begini aja, barangkali Jakarta bisa nomor satu masalah keamanan. Kami bersyukur selama satu tahun di Jakarta ini, ternyata yang menjaga Jakarta itu adalah masyarakatnya. Kenapa keluar tagline Jaga Jakarta? Karena nggak ada gunanya tentara, polisi, kalau masyarakat Jakartanya nggak care. Tapi begitu masyarakatnya care, seluruhnya menjaga Jakarta, ini menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.
Rano menegaskan, kunci keberhasilan inovasi semacam ini terletak pada kemauan kolektif warga, bukan sekadar ketersediaan teknologi.
"Sistem ini kalau bisa diterapkan di setiap kampung, minimal wilayah itu aman. Cuma memang, inovasi itu kalau nggak dilaksanakan dengan kemauan bersama, susah. Jadi saya sangat bersyukur bahwa inovasi ini tumbuh," katanya.
Rano juga sempat menelisik kesiapan sistem dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya saat pemadaman listrik.
Ia mengingatkan pentingnya solusi cadangan daya agar sistem tidak lumpuh saat listrik padam.
"Harus juga dipikirkan gitu. Di saat mati lampu, bagaimana caranya. Berarti harus ada, kalau di kami kan ada namanya UPS," imbaunya ke Imam Basori selaku Ketua RT.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Rano berjanji akan membantu mencari pendanaan tambahan, termasuk melalui jalur CSR, untuk memperkuat fasilitas yang sudah ada.
"Kalau belum ada, bagaimana caranya, kita pikirin. Kita cari CSR-nya. Kami tambah nanti dananya," pungkasnya.