- Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono di Jakarta, Senin, menegaskan anak panti asuhan tetap menjadi sasaran program Makan Bergizi Gratis.
- Penyaluran makanan bergizi untuk anak panti asuhan dilakukan melalui sekolah tempat mereka menempuh pendidikan formal.
- Badan Gizi Nasional juga menetapkan posyandu sebagai saluran distribusi resmi untuk menyalurkan makanan bergizi kepada kelompok balita.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan anak-anak yang tinggal di panti asuhan tetap menjadi bagian dari sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, penyalurannya dilakukan melalui sekolah tempat mereka menempuh pendidikan.
Penjelasan ini disampaikan Sudaryono merespons polemik mengenai anak-anak panti asuhan yang disebut tidak menerima manfaat program unggulan pemerintah tersebut.
"Diberikan MBG di tempat mereka bersekolah. Ada mekanisme dan regulasinya, maka kami mohon dukungan selalu dari masyarakat," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Pernyataan itu disampaikan melalui kolom komentar akun Instagram @syamsulaco yang memberikan masukan untuk perbaikan pelaksanaan MBG.
Sudaryono memastikan anak-anak panti asuhan tetap memiliki hak memperoleh makanan sehat dan bergizi. Ia menekankan penyaluran bantuan harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.
Selain melalui sekolah, BGN juga menggunakan posyandu sebagai salah satu jalur distribusi MBG untuk kelompok balita.
"Untuk balita juga disalurkan melalui channel-channel MBG yaitu posyandu, yang merupakan salah satu saluran distribusi program," katanya.
Penjelasan tersebut menyoroti pentingnya jalur distribusi dalam pelaksanaan MBG. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan mendapatkan makanan melalui sekolah, sedangkan balita dapat mengakses program melalui posyandu.
Meski demikian, polemik mengenai anak panti asuhan yang disebut tidak menerima manfaat MBG menunjukkan perlunya kejelasan informasi tentang mekanisme penyaluran program kepada masyarakat.
Sosialisasi mengenai jalur distribusi dan ketentuan penerima manfaat menjadi penting agar kelompok sasaran memahami cara mengakses program sekaligus memastikan pelaksanaannya sesuai regulasi.