Istana Jawab Protes Negara Tetangga, Pemerintah Ungkap Sulitnya Padamkan Karhutla Gambut

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Senin, 12 Oktober 2026 | 17:18 WIB
Istana Jawab Protes Negara Tetangga, Pemerintah Ungkap Sulitnya Padamkan Karhutla Gambut
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (12/10/2026) untuk membahas penanganan karhutla.
  • Kabut asap lintas batas akibat kebakaran di Kalimantan telah memicu protes dari Malaysia, Brunei, Singapura, dan Filipina.
  • Dampak karhutla menyebabkan penutupan sekolah di Malaysia serta lebih dari 170.000 kasus infeksi saluran pernapasan di Indonesia.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (12/102/2026) sore ini. Prabowo menyadari asap dari dampak kebakaran sudah melewati batas negara.

Menko Polkam Dudung Abdurahman buka suara menanggapi sejumlah protes yang disampaikan negara tetangga mengenai dampak karhutla di tanah air.

"Iya memang dampaknya kan ke negara-negara tetangga. Makanya beliau sangat concern sekali," kata Dudung sebelum rapat membahas karhutla di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dudung menyadari upaya pemadaman karhutla yang berlokasi di lahan gambut tidak mudah.

Meski demikian, ia memastikan bahwa pemerintah terus melakukan upaya penanganan.

"Karena memang banyak lahan-lahan gambut sih ya yang sulit untuk dipadamkan. Tetapi beberapa usaha-usaha yang kita lakukan, tentunya saya sebagai ketua pengarah untuk kebakaran hutan dan lahan ini, ini nanti akan dibahas oleh Bapak Presiden," ujar Dudung.

Diketahui, karhutla di Kalimantan tak lagi sekadar menjadi persoalan domestik.

Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyeberang dan menghantam sejumlah negara tetangga, memicu lonjakan polusi, protes warga, hingga lumpuhnya aktivitas pendidikan di kawasan regional.

Sejumlah negara tetangga yang terdampak, antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, sampai Filipina.

baca juga

Bukan hanya itu, fenomena tahunan yang kembali berulang ini mendulang sorotan tajam dari berbagai media internasional dengan beragam sudut pandang, mulai dari krisis kesehatan masyarakat, penyelamatan satwa langka, hingga riak diplomasi antarnegara.

Media internasional Al Jazeera, misalnya, menyoroti dampak buruk kabut asap lintas batas yang melumpuhkan aktivitas publik di Malaysia dan Singapura.

Pemerintah Malaysia terpaksa meliburkan sekolah di Kuala Lumpur, Putrajaya, serta lima negara bagian lainnya yang berdampak pada sekitar dua juta siswa setelah Indeks Pencemar Udara (IPU) menembus angka tidak sehat.

Dikutip dari Al Jazeera, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan keprihatinannya secara terbuka atas krisis udara ini.

"Isu kabut asap ini memang berada pada tingkat yang membimbangkan," tegas Anwar Ibrahim sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Selain memicu penutupan sekolah, Al Jazeerajuga melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat lebih dari 170.000 kasus infeksi saluran pernapasan akibat paparan asap karhutla.

Media asal Singapura, Mothership.SG, mengulas sudut pandang dari pihak pemerintah Indonesia terkait krisis kabut asap ini.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini merupakan fenomena alam di luar kendali manusia.

"Kami berharap negara tetangga memahami bahwa ini di luar human error; ini benar-benar fenomena alam," ujar Syahganda Nainggolan kepada media sebagaimana dikutip dari Mothership.SG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikuti Rapat Bareng Prabowo, Dudung Buka Suara Soal Status Bencana Nasional Karhutla

Ikuti Rapat Bareng Prabowo, Dudung Buka Suara Soal Status Bencana Nasional Karhutla

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Panggil Menteri hingga Panglima, Prabowo Gelar Rapat Khusus Bahas Karhutla di Istana

Panggil Menteri hingga Panglima, Prabowo Gelar Rapat Khusus Bahas Karhutla di Istana

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:01 WIB

RI Punya 465 Juta Benih Lobster per Tahun, Pemerintah Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan

RI Punya 465 Juta Benih Lobster per Tahun, Pemerintah Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Karhutla dan Banjir Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang di Kawasan Hutan

Karhutla dan Banjir Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang di Kawasan Hutan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Terkini

MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Transaksi Digital hingga Bisnis UMKM

MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Transaksi Digital hingga Bisnis UMKM

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Sugiono Berpamitan, Arrmanatha Nasir Resmi Melanjutkan Estafet Menlu

Sugiono Berpamitan, Arrmanatha Nasir Resmi Melanjutkan Estafet Menlu

Foto | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Utang Rp25 Juta Diduga Jadi Motif Pembunuhan Sopir Ojol di Sumedang

Utang Rp25 Juta Diduga Jadi Motif Pembunuhan Sopir Ojol di Sumedang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Ikuti Rapat Bareng Prabowo, Dudung Buka Suara Soal Status Bencana Nasional Karhutla

Ikuti Rapat Bareng Prabowo, Dudung Buka Suara Soal Status Bencana Nasional Karhutla

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

BRI Perkuat Transaksi Digital dan Ekosistem UMKM di MotoGP Mandalika

BRI Perkuat Transaksi Digital dan Ekosistem UMKM di MotoGP Mandalika

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

IHSG Tiba-tiba Ambruk 2,59% ke Level 5.900, GOTO Merosot Tajam

IHSG Tiba-tiba Ambruk 2,59% ke Level 5.900, GOTO Merosot Tajam

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Menelusuri Jejak Patriarki di Korea dalam Novel Kim Jiyeong Born in 1982

Menelusuri Jejak Patriarki di Korea dalam Novel Kim Jiyeong Born in 1982

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026

BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Kulit Berminyak Bukan Halangan, Ini Rahasia Makeup Tahan Lama dan Bebas Kilap

Kulit Berminyak Bukan Halangan, Ini Rahasia Makeup Tahan Lama dan Bebas Kilap

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:13 WIB

LPDB Koperasi Dorong PSN Lewat Penguatan Dana Bergulir dan Modernisasi Teknologi

LPDB Koperasi Dorong PSN Lewat Penguatan Dana Bergulir dan Modernisasi Teknologi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:11 WIB

×