Maria Ulfah Blak-Blakan Minta Anggaran Komnas Perempuan Ditambah: Kewajiban Negara!

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:09 WIB
Maria Ulfah Blak-Blakan Minta Anggaran Komnas Perempuan Ditambah: Kewajiban Negara!
Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah. (Pebriansyah Ariefana/suara.com)
baca 10 detik
  • Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah meminta pemerintah serta DPR memperkuat kewenangan, independensi, dan anggaran lembaga.
  • Permintaan tersebut disampaikan dalam perayaan HUT ke-28 Komnas Perempuan di Jakarta pada hari Kamis.
  • Penguatan kelembagaan diperlukan untuk mendampingi korban kekerasan berbasis gender yang pelakunya melibatkan aparat negara.

Suara.com - Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria Ulfah, secara terbuka meminta pemerintah dan DPR RI memperkuat kewenangan serta independensi lembaganya, termasuk dengan menyediakan anggaran yang memadai dan berkelanjutan.

Permintaan itu disampaikan Maria dalam sambutan peringatan hari ulang tahun ke-28 Komnas Perempuan di Jakarta hari ini, Kamis (15/10), yang turut dihadiri Ketua Komisi XIII Willy Aditya. 

Menurut Maria, penguatan kelembagaan diperlukan agar Komnas Perempuan tetap bisa mendampingi korban, termasuk ketika pelaku kekerasan merupakan aparat atau pejabat negara.

Maria mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir Komnas Perempuan menerima pengaduan dan mengidentifikasi kasus kekerasan terhadap perempuan yang sebelumnya belum terpetakan sebagai kekerasan di ranah negara.

Berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan 2025 yang dirilis pada Maret 2026, terdapat 371 kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP) di ranah negara.

"Cukup banyak angkanya kekerasan terhadap perempuan yang pelakunya adalah aparat negara, dan kejadiannya ada di ruang-ruang milik negara, khususnya kekerasan seksual," kata Maria.

Ia menegaskan, independensi menjadi syarat penting bagi Komnas Perempuan untuk menjalankan mandatnya tanpa mengabaikan kasus kekerasan yang melibatkan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan.

"Independensi bagi kami adalah syarat untuk tetap berdiri bersama korban, termasuk ketika pelakunya adalah aparat atau pejabat negara," ujarnya.

Atas dasar itu, Maria meminta pemerintah dan DPR tidak hanya memperkuat kewenangan lembaga, tetapi juga menjamin dukungan anggaran yang berkesinambungan. Ia menyebut, penguatan tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip Paris yang menjadi acuan bagi independensi lembaga hak asasi manusia.

baca juga

"Kami mohon pemerintah dan DPR RI berkenan, sekali lagi, memperkuat Komnas Perempuan dalam hal kewenangan dan independensinya, disertai anggaran yang memadai dan berkelanjutan," tuturnya.

Maria menegaskan, permintaan anggaran tersebut bukan semata-mata untuk memenuhi kepentingan organisasi. Dukungan negara dibutuhkan agar hak-hak perempuan korban kekerasan dapat diperjuangkan melalui lembaga yang memiliki kewenangan dan sumber daya memadai.

"Ini adalah wajiban negara kepada perempuan korban, bukan kepentingan lembaga," pungkas Maria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekerasan terhadap Perempuan Terus Meningkat, Anggaran Komnas Perempuan Malah Dipangkas pada 2027

Kekerasan terhadap Perempuan Terus Meningkat, Anggaran Komnas Perempuan Malah Dipangkas pada 2027

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Komnas Perempuan: Kebenaran Tragedi Mei 1998 Masih Harus Dijaga dari Penyangkalan

Komnas Perempuan: Kebenaran Tragedi Mei 1998 Masih Harus Dijaga dari Penyangkalan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:58 WIB

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Beberkan Dampak PSN ke Nelayan dan Petani Perempuan

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Beberkan Dampak PSN ke Nelayan dan Petani Perempuan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Terkini

Soal Kans Jabat Panglima TNI Usai Dilantik jadi KSAD, Jenderal Tandyo Bilang Begini

Soal Kans Jabat Panglima TNI Usai Dilantik jadi KSAD, Jenderal Tandyo Bilang Begini

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Jadwal Super League Pekan Kelima: Persija Hadapi Persita, Persib Tantang Persik

Jadwal Super League Pekan Kelima: Persija Hadapi Persita, Persib Tantang Persik

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Kilang Mini Cilamaya Diresmikan, Bisa Tutup 15 Persen Kebutuhan LPG Jakarta dan Jabar

Kilang Mini Cilamaya Diresmikan, Bisa Tutup 15 Persen Kebutuhan LPG Jakarta dan Jabar

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Pendidikan Indonesia Abad 21: Bukan Zamannya Lagi Gonta-ganti Kurikulum

Pendidikan Indonesia Abad 21: Bukan Zamannya Lagi Gonta-ganti Kurikulum

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Cuma 12,7 Cm, Xbox Nano Controller Bisa Dibawa di Saku dan Terhubung ke HP

Cuma 12,7 Cm, Xbox Nano Controller Bisa Dibawa di Saku dan Terhubung ke HP

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Bukan Saat Bela Timnas Indonesia, Momen Laga Ini yang Buat Emil Audero Menangis

Bukan Saat Bela Timnas Indonesia, Momen Laga Ini yang Buat Emil Audero Menangis

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Gak Pakai Lama! Mentan Minta Pupuk Subsidi Langsung Masuk Desa Lewat KDMP

Gak Pakai Lama! Mentan Minta Pupuk Subsidi Langsung Masuk Desa Lewat KDMP

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Milirik Berbagai Sudut Pandang Kehidupan dalam Buku Batu-Batu Kelaparan

Milirik Berbagai Sudut Pandang Kehidupan dalam Buku Batu-Batu Kelaparan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Pansus Ijazah Gibran Menggelinding, Siapa Elite Politik yang Paling Diuntungkan?

Pansus Ijazah Gibran Menggelinding, Siapa Elite Politik yang Paling Diuntungkan?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Kritik Militerisasi Ruang Sipil, Todung: Perbedaan Pendapat Disingkirkan atas Nama Komando

Kritik Militerisasi Ruang Sipil, Todung: Perbedaan Pendapat Disingkirkan atas Nama Komando

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:29 WIB

×