Komnas Perempuan: Kebenaran Tragedi Mei 1998 Masih Harus Dijaga dari Penyangkalan

Bella, Lilis Varwati

Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:58 WIB
Komnas Perempuan: Kebenaran Tragedi Mei 1998 Masih Harus Dijaga dari Penyangkalan
Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria Ulfah, dalam peringatan hari ulang tahun ke-28 Komnas Perempuan di Jakarta, Kamis (15/10/2026). [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah menyatakan lembaganya lahir akibat kekerasan seksual terhadap perempuan etnis Tionghoa saat kerusuhan Mei 1998.
  • Keppres Nomor 181 Tahun 1998 diterbitkan Presiden BJ Habibie atas desakan korban dan gerakan perempuan agar negara bertanggung jawab.
  • Maria menegaskan peringatan HUT ke-28 Komnas Perempuan di Jakarta pada 15 Oktober 2026 menekankan pentingnya menjaga kebenaran sejarah dari penyangkalan.

Suara.com - Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria Ulfah, mengingatkan pentingnya menjaga kebenaran sejarah tragedi Mei 1998 yang diwarnai kekerasan seksual terhadap perempuan.

Tragedi yang terjadi pada pertengahan Mei 1998, menjelang lengsernya Presiden ke-2 Soeharto, menjadi titik balik lahirnya Komnas Perempuan. Dalam peristiwa tersebut, banyak perempuan, terutama dari etnis Tionghoa, mengalami kekerasan seksual di tengah kerusuhan.

"Komnas Perempuan lahir dari tragedi Mei 1998 ketika perempuan, terutama perempuan etis Tionghoa, mengalami kekerasan seksual, termasuk perkosaan di tengah kerusuhan peristiwa Mei 98," kata Maria saat menyampaikan sambutan dalam peringatan hari ulang tahun ke-28 Komnas Perempuan di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurut Maria, pembentukan Komnas Perempuan tidak terlepas dari desakan korban, keluarga, pendamping, dan gerakan perempuan yang menuntut negara mengakui peristiwa tersebut serta bertanggung jawab.

Desakan itu kemudian melahirkan Keputusan Presiden Nomor 181 Tahun 1998 yang ditandatangani Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan menjadi dasar pembentukan Komnas Perempuan.

Maria mengatakan, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa mandat lembaga itu berangkat dari keberanian para korban untuk bersuara dan menuntut pertanggungjawaban negara.

"Mandat kami, Komnas Perempuan, tumbuh dari situ. Bagaimana kami tumbuh dari keberanian korban dan kepada mereka lah kami pertama-tama harus bertanggung jawab," ujarnya.

Memasuki usia 28 tahun, Maria menegaskan bahwa upaya menjaga ingatan tentang tragedi Mei 1998 masih menjadi pekerjaan penting. Ia mengingatkan agar kebenaran mengenai peristiwa tersebut tidak hilang di tengah upaya penyangkalan.

"28 tahun kemudian, kebenaran tentang Mei 98 masih harus kita jaga dari upaya penyangkalan," tuturnya.

baca juga

Maria menambahkan, mengingat kekerasan masa lalu bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga bagian dari proses pemulihan bagi para korban.

"Mengingat adalah bagian dari pemulihan," pungkas Maria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Gerakan I Am Jane Doe, dari Doxxing hingga Aksi Solidaritas

5 Fakta Gerakan I Am Jane Doe, dari Doxxing hingga Aksi Solidaritas

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Gelar Pahlawan Soeharto Digugat ke PTUN: Langgar TAP MPR dan Tak Punya Keteladanan!

Gelar Pahlawan Soeharto Digugat ke PTUN: Langgar TAP MPR dan Tak Punya Keteladanan!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Gelar Pahlawan Soeharto Dinilai Jauh dari Partisipasi Publik, Akademisi Ungkap Dampaknya

Gelar Pahlawan Soeharto Dinilai Jauh dari Partisipasi Publik, Akademisi Ungkap Dampaknya

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Pakar Tegaskan Keppres Gelar Pahlawan Soeharto Cacat Hukum, Terganjal TAP MPR 11/1998

Pakar Tegaskan Keppres Gelar Pahlawan Soeharto Cacat Hukum, Terganjal TAP MPR 11/1998

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:33 WIB

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Beberkan Dampak PSN ke Nelayan dan Petani Perempuan

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Beberkan Dampak PSN ke Nelayan dan Petani Perempuan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:54 WIB

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Minta Hakim Gunakan Analisis Hukum Feminis

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Minta Hakim Gunakan Analisis Hukum Feminis

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Politisi PSI: Presiden BJ Habibie Tidak Memiliki Ijazah Sarjana

Politisi PSI: Presiden BJ Habibie Tidak Memiliki Ijazah Sarjana

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:56 WIB

Terjadi Berulang Sejak 2023! Lebih dari 10 Santri Jadi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Bekasi

Terjadi Berulang Sejak 2023! Lebih dari 10 Santri Jadi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Bekasi

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:06 WIB

8 Jam Diperiksa Polisi! Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Kasus Kekerasan Seksual di Kelab Malam

8 Jam Diperiksa Polisi! Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Kasus Kekerasan Seksual di Kelab Malam

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Terkini

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Urutan Memakai Pensil Alis, Browcara, dan Concealer agar Hasilnya Rapi dan Natural

Urutan Memakai Pensil Alis, Browcara, dan Concealer agar Hasilnya Rapi dan Natural

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Kekerasan terhadap Perempuan Terus Meningkat, Anggaran Komnas Perempuan Malah Dipangkas pada 2027

Kekerasan terhadap Perempuan Terus Meningkat, Anggaran Komnas Perempuan Malah Dipangkas pada 2027

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Bekas Musuh Orba Sentil Ego Prabowo: Atasi Karhutla Harus Kerjasama, Timor Leste Siap Bantu

Bekas Musuh Orba Sentil Ego Prabowo: Atasi Karhutla Harus Kerjasama, Timor Leste Siap Bantu

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:34 WIB

×