Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources

Bangun Santoso

Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:23 WIB
Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Muhammad Lutfi. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Mantan Kepala BKPM Muhammad Lutfi mengkritik Low Tuck Kwong karena menghibahkan Rp1,7 triliun untuk pendidikan di Singapura.
  • Penyerahan 22 persen saham Bayan Resources kepada putrinya yang berkewarganegaraan Singapura mengubah status perusahaan menjadi Penanaman Modal Asing.
  • Haji Isam mengakuisisi 30,25 persen saham senilai Rp26,1 triliun untuk mengembalikan kepemilikan tambang ke pihak nasional Indonesia.

Suara.com - Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Muhammad Lutfi, melayangkan kritik tajam terhadap alur pemanfaatan kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang dinilai justru dialirkan keluar untuk menyejahterakan sektor publik negara tetangga.

Sorotan ini secara spesifik dialamatkan pada keputusan pendiri PT Bayan Resources Tbk, Low Tuck Kwong, yang menggelontorkan dana hibah sebesar 101 juta dolar Singapura atau setara Rp1,7 triliun untuk pengembangan sektor pendidikan tinggi dan beasiswa di Singapura.

Lutfi memandang alokasi sumbangan lintas batas bernilai fantastis tersebut mencederai keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.

Pasalnya, pundi-pundi modal konglomerasi batubara tersebut digali langsung dari perut bumi nusantara, tepatnya di wilayah Kalimantan.

"Mengurus batu bara dari perut bumi Kalimantan sampai menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Tetapi baru saja menyumbang 101 juta dolar Singapura atau Rp1,7 triliun untuk beasiswa dan pendidikan di Singapura," ujar Lutfi dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Lutfi mempertanyakan orientasi keadilan sosial serta tujuan mendasar tata kelola industri ekstraktif nasional. Ia menilai dana jumbo tersebut semestinya diprioritaskan untuk mengikis ketimpangan kualitas sarana pendidikan anak-anak di dalam negeri.

Sebagai komparasi nyata, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan alokasi dana sebesar Rp878 miliar untuk merehabilitasi dan membangun 19 gedung sekolah berstandar internasional yang ditunjang sarana teknologi modern.

Artinya, nilai sumbangan ke Singapura tersebut melampaui kebutuhan pembangunan puluhan sekolah berstandar dunia di Indonesia.

Dinamika Status Kewarganegaraan dan Isu Divestasi Tambang

baca juga

Lutfi turut mengurai riwayat hukum penguasaan konsesi tambang raksasa di Kalimantan tersebut. Pada tahun 1992, Low Tuck Kwong melepaskan kewarganegaraan Singapura untuk beralih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) agar memperoleh legalitas menguasai izin konsesi tambang batubara secara penuh.

Namun, konfigurasi kepemilikan korporasi mengalami pergeseran signifikan pada Agustus 2024. Low Tuck Kwong menghibahkan 22 persen kepemilikan saham Bayan Resources kepada putrinya, Elaine Low.

Mengingat Elaine Low memegang status kewarganegaraan Singapura, langkah transfer aset keluarga ini dinilai membawa implikasi hukum formal pada status perseroan, yakni secara otomatis bermutasi menjadi Penanaman Modal Asing (PMA).

Perubahan status menjadi entitas asing tersebut mengaktifkan kewajiban hukum yang diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta regulasi pertambangan nasional.

Berdasarkan ketentuan undang-undang mineral dan batubara, perusahaan tambang berstatus PMA diwajibkan melakukan divestasi saham minimal sebesar 51 persen secara bertahap kepada pihak nasional Indonesia.

"Di sinilah Pasal 33 UUD 1945 dan hukum kita mengunci bumi, air, dan kekayaan alam Indonesia dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Begitu saham tambang strategis kita pindah ke tangan warga negara Singapura, status otomatis berubah menjadi PMA, dan wajib hukumnya mendivestasikan kepemilikan ke tangan nasional," ujar mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Mendag RI Kecam Usulan Politisi Malaysia Serukan Indonesia Dikucilkan karena Kebakaran Hutan

Eks Mendag RI Kecam Usulan Politisi Malaysia Serukan Indonesia Dikucilkan karena Kebakaran Hutan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Bos BEI Buka Suara soal Tuduhan Tekanan Asing ke MSCI

Bos BEI Buka Suara soal Tuduhan Tekanan Asing ke MSCI

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:02 WIB

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Eks Mendag Lutfi Tuduh Kepentingan Singapura di Balik MSCI, Bos OJK Tidak Ambil Pusing: Kerja Aja!

Eks Mendag Lutfi Tuduh Kepentingan Singapura di Balik MSCI, Bos OJK Tidak Ambil Pusing: Kerja Aja!

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Aja!

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Aja!

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Singapura Tak Main-main! Perusahaan Kertas Indonesia Dijatuhi Sanksi Berat Terkait Karhutla

Singapura Tak Main-main! Perusahaan Kertas Indonesia Dijatuhi Sanksi Berat Terkait Karhutla

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Ditegur Singapura, Milik Siapa 7 Perusahaan Indonesia yang Diduga Biang Kerok Karhutla?

Ditegur Singapura, Milik Siapa 7 Perusahaan Indonesia yang Diduga Biang Kerok Karhutla?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources

Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar

Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar

Banten | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Mengenal Tanda Kulit Butuh Eksfoliasi, Jenis-Jenis dan Rekomendasi Produknya

Mengenal Tanda Kulit Butuh Eksfoliasi, Jenis-Jenis dan Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Di Balik Aksi Greenpeace: Sigap Copot Spanduk, Lambat Tangani Karhutla

Di Balik Aksi Greenpeace: Sigap Copot Spanduk, Lambat Tangani Karhutla

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:19 WIB

KPK Tak Setuju Usul Luhut Soal Kerugian Negara Bukan Korupsi, Ini Alasannya

KPK Tak Setuju Usul Luhut Soal Kerugian Negara Bukan Korupsi, Ini Alasannya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:16 WIB

16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan

16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan

Banten | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa Memutihkan Wajah? Ini Penjelasannya

Apakah Viva Skin Food Bisa Memutihkan Wajah? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:15 WIB

5 Shio yang Diprediksi Bertemu Jodoh dan Menikah di Tahun 2027

5 Shio yang Diprediksi Bertemu Jodoh dan Menikah di Tahun 2027

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Prabowo Minta Bansos Diberikan Bantuan Tunai, Tak Lagi Berupa Produk

Prabowo Minta Bansos Diberikan Bantuan Tunai, Tak Lagi Berupa Produk

Video | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:15 WIB

×