Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:13 WIB
Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran khusus untuk melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca secara berkesinambungan.
  • Pernyataan tersebut disampaikan di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, pada hari Minggu, 25 Oktober 2026.
  • Hujan buatan terbukti mampu menurunkan tingkat polusi udara secara signifikan dan disambut gembira oleh masyarakat.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan intervensi langit demi menekan polusi udara tidak akan berhenti begitu saja meski perhelatan besar telah rampung digelar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran khusus guna melangsungkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara berkesinambungan.

Kepastian mengenai pendanaan penyejuk udara ibu kota tersebut disampaikan langsung oleh Pramono saat memberikan keterangan pers di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026).

Dirinya mengungkapkan bahwa hujan buatan bakal terus disemai di langit Jakarta selama potensi gumpalan awan dinilai mencukupi.

“Ya selama masih ada awan yang cukup, pasti kami akan turunkan hujan, karena memang bagaimanapun Pemerintah DKI Jakarta telah mengalokasikan budget untuk melakukan OMC,” ujar Pramono.

Kehadiran hujan hasil penyemaian awan itu juga diyakini memantik rasa semringah warga yang telah mendambakan udara segar setelah sekian lama terkepung polusi.

“Kami melihat dengan OMC ini polusinya turun, masyarakatnya juga lebih happy. Apalagi kalau teman-teman mengikuti Jakarta Running Festival, semuanya bergembira karena betul-betul udaranya enak sekali,” jelas Pramono.

Operasi teknologi atmosfer tersebut sebelumnya diinstruksikan selama dua hari berturut-turut untuk menjaga kualitas udara saat ajang maraton berlangsung di ibu kota.

Pramono memaparkan keberhasilan intervensi presipitasi buatan yang terbukti sanggup menekan angka polutan secara signifikan sejak fajar hingga siang hari.

baca juga

“Saya mengalami sendiri ketika jam 04.00 membuka flag off untuk full maraton, kita di angka 61, kemudian naik menjadi 68, dan ketika siang 80. Itu menunjukkan bahwa kondisi udara ataupun polusi di Jakarta rendah sekali,” klaim eks Sekretaris Kabinet itu.

Dengan kesiapan anggaran yang sudah dipatok dalam kas daerah, Pemprov DKI bertekad terus memburu bibit awan agar udara bersih dapat terus dicecap oleh khalayak luas selama kemarau belum berakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persija Tantang Persik Kediri, Shin Tae-yong Akui Timnya Bakal Kesusahan

Persija Tantang Persik Kediri, Shin Tae-yong Akui Timnya Bakal Kesusahan

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:16 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Terkini

Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara

Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:13 WIB

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Berapa Harga Blush On Inez? Intip Pilihan Warna dan Kesan Pembeli

Berapa Harga Blush On Inez? Intip Pilihan Warna dan Kesan Pembeli

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:11 WIB

UPH Masuk Top=5 PTS Indonesia di THE WUR 2027, Tempati Peringkat 1.8012.000 Dunia

UPH Masuk Top=5 PTS Indonesia di THE WUR 2027, Tempati Peringkat 1.8012.000 Dunia

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Pemutihan Denda Pajak di Pekanbaru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026

Pemutihan Denda Pajak di Pekanbaru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026

Riau | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Review Film Clayface: Saat Wajah Hilang, Jati Diri Ikut Hancur Total

Review Film Clayface: Saat Wajah Hilang, Jati Diri Ikut Hancur Total

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Arti Mimpi Orang Lain Meninggal Dunia Menurut Islam dan Psikologi

Arti Mimpi Orang Lain Meninggal Dunia Menurut Islam dan Psikologi

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Heboh Trio Wanita Berjilbab Bentangkan Poster Isu Sawit Indonesia Dikirim ke Israel

Heboh Trio Wanita Berjilbab Bentangkan Poster Isu Sawit Indonesia Dikirim ke Israel

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Tangis Pilu Kakak Bobotoh yang Tewas Mengenaskan Usai Nonton Garudayaksa vs Persib

Tangis Pilu Kakak Bobotoh yang Tewas Mengenaskan Usai Nonton Garudayaksa vs Persib

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Arus Modal Asing Jadi Beban

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Arus Modal Asing Jadi Beban

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:47 WIB

×