- Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp18.089 per dolar AS pada Senin, 26 Oktober 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh keluarnya arus modal asing dan kenaikan harga minyak akibat ketegangan Timur Tengah.
- Mayoritas mata uang Asia bergerak bervariasi, dengan Peso Filipina mengalami pelemahan terdalam dan Yen Jepang menguat tertinggi.
Suara.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (26/10/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda dipengaruhi oleh derasnya arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.089 per dolar AS. Angka tersebut melemah 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.080 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai arus modal asing yang keluar dari pasar ekuitas domestik masih menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan rupiah.
"Outflow dana asing di pasar ekuitas domestik juga masih terus membebani. Range rupiah diperkirakan bergerak ke level Rp18050-Rp18150," katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman memperkirakan, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut hingga perdagangan sore. Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.
"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekuatiran eskalasi tensi geopolitik timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas 100 dolar AS per barel," jelasnya.
![Ilustrasi harga minyak dunia. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/54068-ilustrasi-harga-minyak-dunia.jpg)
Kenaikan harga minyak dunia di tengah ketegangan geopolitik menjadi sentimen yang turut membayangi pergerakan mata uang Garuda.
Di sisi lain, arus modal asing yang masih keluar dari pasar ekuitas domestik menambah tekanan terhadap rupiah pada awal pekan ini.
Di tengah pelemahan rupiah, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini. Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,33 persen.
Berikutnya, baht Thailand terkoreksi 0,06 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen. Dolar Singapura juga bergerak melemah tipis sebesar 0,008 persen pada perdagangan pagi ini.
Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,06 persen terhadap dolar AS. Penguatan juga dialami dolar Taiwan yang terkerek 0,05 persen dan ringgit Malaysia yang naik 0,01 persen.
Selanjutnya, yuan China terapresiasi 0,006 persen, sedangkan won Korea Selatan menguat tipis 0,001 persen terhadap dolar AS pada awal perdagangan hari ini.