- Petugas Samsat Ciledug mendatangi montir bernama Yudariansyah di Tangerang untuk menagih pajak mobil mewah.
- Yudariansyah ditagih tunggakan pajak mobil McLaren sebesar Rp 137,4 juta pada hari Jumat, 23 Oktober.
- Samsat Ciledug menduga terjadi pencurian data pribadi Yudariansyah oleh pihak lain untuk pembelian mobil sport.
Suara.com - Yudariansyah, warga Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, kaget tak kepalang saat didatangi petugas Samsat Ciledug yang menagih tunggakan setahun pajak mobil mewah McLaren senilai Rp 137,4 juta.
Data Samsat Ciledug menorehkan Yudariansyah sebagai pemilik mobil McLaren Seri 570S AT keluaran tahun 2019, yang kekinian bernilai Rp 4,5 miliar.
"Jumat (23/10) saya didatangi petugas Samsat Ciledug. Saya kaget banget, dibilang punya mobil McLaren. Saya ini cuma montir di bengkel, tak mungkin punya mobil mewah begitu," kata Yudariansyah, Senin (26/10/2026).
Awalnya dia menyangsikan informasi tersebut. Pertama kali ia mendapat informasi adalah lewat pesan singkat tetangga, bahwa petugas Samsat Ciledug mencari dirinya karena menunggak pajak mobil sport.

"Saya sempat tidak percaya. Dari mana saya punya mobil sport," kata dia.
Pelaksana Teknis Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid, menduga ada orang yang mencuri data pribadi milik Yudariansyah.
"Sudah kami datangi Jumat lalu, Yuda mengatakan tidak mungkin dirinya punya mobil sport. Dia bilang 'Saya cuma kuli, makan sehari-hari saja usah'. Kami curiga ada 'permainan' leasing saat seseorang membeli mobil itu, pakai KTP orang lain yakni Yuda," kata Idam Kholid.
Idam mengatakan, dirinya tergerak memverifikasi langsung Yudariansyah setelah mendapat data yang bersangkutan mempunyai tunggakan pajak mobil sport RP 137,4 juta.
Ketika Idam dan anak buahnya menelusuri alamat Yuda, mereka harus melewati gang sempit. Rumah Yuda juga jauh dari kata mewah.
"Dari situ kami percaya bahwa ada pencurian data pribadi Yuda. Tapi dia bilang tak pernah meminjamkan KTP atau data pribadi ke siapa pun buat beli mobil," kata dia.
Kekinian, kata Idam, pihaknya tengah memburu pemilik asli mobil McLaren tersebut untuk dituntut memenuhi kewajiban pembayaran pajak serta menelusuri dugaan pencurian identitas.