-
Pelajar Bobotoh berusia 16 tahun meninggal dunia usai menonton laga Persib di Pakansari.
-
Kepolisian Resor Bogor masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban di Jalan Raya Jakarta–Bogor.
-
Pemkab Bogor menanggung seluruh biaya rumah sakit, pemulangan jenazah, serta memberikan santunan keluarga.
Suara.com - Bobotoh berinisial ARK yang merupakan pelajar berusia 16 tahun yang tewas usai menyaksikan pertandingan Persib Bandung. Korban dikabarkan ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di pinggir Jalan Raya Jakarta–Bogor tepat setelah laga melawan Garudayaksa FC usai.
Penemuan tubuh siswa kelas 1 SMA ini langsung mengguncang komunitas suporter serta memicu simpati mendalam dari jajaran pejabat daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan komitmen penuh untuk menanggung seluruh biaya penanganan medis dan pemulangan jenazah ke rumah duka.
Langkah pengusutan kasus ini menjadi ujian krusial bagi aparat penegak hukum dalam menjamin keamanan arena olahraga publik. Publik kini menanti ketegasan polisi untuk mengibak fakta sebenarnya di balik insiden berdarah yang menimpa Bobotoh muda tersebut.
Jajaran aparat kepolisian bersama jajaran Pemkab Bogor menyambangi keluarga korban sebagai bentuk dukungan moril atas musibah ini. Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mendatangi langsung kediaman keluarga guna menyampaikan duka cita mendalam.
Keluarga dan kerabat dekat mulai memadati ruang jenazah RSUD Cibinong sejak dini hari untuk mendampingi almarhum. Suasana haru menyelimuti fasilitas kesehatan tersebut saat penanganan medis terhadap jenazah pelajar Bogor ini berlangsung.
Bupati Bogor Rudy Susmanto turut hadir menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban di rumah sakit. Kehadiran pimpinan daerah tersebut dilakukan sesaat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah subuh berjamaah di wilayahnya.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Rudy menyampaikan rasa duka atas musibah yang menimpa warganya. Beliau mendoakan almarhum sekaligus memberikan pesan kedamaian bagi seluruh pihak.
"Usai shalat Subuh berjamaah, melanjutkan ke RSUD Bhakti Padjajaran untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga salah satu warga yang berpulang setelah peristiwa pascapertandingan Persib Bandung vs Garudayaksa FC. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. Mari jadikan ini pengingat untuk terus menjaga persaudaraan, persatuan, dan perdamaian demi keselamatan bersama... SALAM BOGOR ISTIMEWA ?? KUTA UDAYA WANGSA" tulis Rudy.
Selain memberikan dukungan moril, Pemkab Bogor memastikan alokasi bantuan finansial dan santunan bagi keluarga korban. Penanganan jenazah hingga proses pemakaman dipastikan sepenuhnya dijamin oleh pihak pemerintah daerah.
Pihak berwenang mengimbau warga agar tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan isu yang belum terverifikasi di media sosial. Ketenangan masyarakat sangat dibutuhkan agar aparat kepolisian dapat fokus menyelesaikan proses penyelidikan secara profesional.
Peristiwa tragis ini bermula saat ARK selesai menonton laga Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Minggu (25/10/2026). Selesai pertandingan, remaja berusia 16 tahun itu justru ditemukan tergeletak kritis di pinggir jalan utama.
Petugas dan warga setempat sempat membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat. Namun, nyawa almarhum tidak dapat ditolong akibat luka berat serta pendarahan hebat yang dialaminya.
Hingga saat ini, kepolisian belum mengonfirmasi kronologi pasti maupun dugaan adanya tindak kekerasan dalam peristiwa tersebut. Penyelidikan mendalam masih terus berjalan guna mengungkap fakta pasti di balik kematian Bobotoh asal Bogor ini.