- Bakti sosial di Syafana Islamic School Tangerang menargetkan 300 peserta untuk pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
- Kegiatan bertema melihat lebih jelas tersebut menyasar tenaga pendidik, staf sekolah, masyarakat dhuafa, serta peserta didik untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.
- Program kolaborasi JEC Eye Hospitals and Clinics bersama komunitas sekolah ini menggunakan teknologi EyeCheck serta edukasi kesehatan mata guna meningkatkan kualitas hidup.
Suara.com - Sebanyak 250 hingga 300 peserta ditargetkan memperoleh pemeriksaan mata gratis, edukasi kesehatan penglihatan, hingga bantuan kacamata dalam kegiatan bakti sosial di Syafana Islamic School Secondary Campus, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan bertema “Melihat Lebih Jelas, Berbagi Lebih Luas” tersebut menyasar tenaga pendidik, staf sekolah, masyarakat sekitar yang membutuhkan, khususnya kelompok dhuafa, serta peserta didik Atta’awun Educare Kampus Lengkong.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pemeriksaan mata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang dikutip dalam keterangan penyelenggara, sekitar 17 persen dari 55 juta penduduk berusia di atas tujuh tahun yang menjalani skrining kesehatan mata pada 2025 diketahui mengalami gangguan penglihatan. Kondisi tersebut meliputi miopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, serta astigmatisme atau mata silinder.
Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat memengaruhi kenyamanan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup. Karena itu, pemeriksaan mata berkala diperlukan untuk membantu mengenali masalah penglihatan sebelum mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan Mata dan Edukasi Kesehatan Penglihatan
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan skrining mata menggunakan teknologi EyeCheck, edukasi kesehatan penglihatan, serta kacamata gratis bagi mereka yang membutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Materi edukasi mencakup penggunaan gawai secara bijak, pentingnya mengistirahatkan mata, menjaga jarak pandang, dan mengenali perubahan kemampuan penglihatan. Program ini juga melanjutkan semangat World Sight Day 2026 yang diperingati pada 8 Oktober melalui kampanye global “Love Your Eyes”.
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, mengatakan deteksi dini perlu didukung akses layanan pemeriksaan mata yang lebih luas.
“Kelainan refraksi, seperti mata minus, plus, dan silinder, dapat dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini kerap tidak disadari sejak awal, padahal dapat memengaruhi kenyamanan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari,” kata Tjahjono.
Ia menekankan pemeriksaan mata secara berkala penting untuk mengenali gangguan penglihatan agar dapat ditangani secara tepat. Pemeriksaan dapat diulang setiap enam bulan hingga satu tahun, bergantung pada kondisi mata dan anjuran dokter.
Tjahjono berharap kolaborasi dengan komunitas pendidikan dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan menjaga kesehatan mata secara berkelanjutan. Kepedulian tersebut juga diharapkan menular kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Libatkan Komunitas Sekolah untuk Bantu Masyarakat
Ketua Parent Teacher Association (PTA) Secondary Syafana Islamic School, Sundus Wahidah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi orang tua, siswa, dan warga sekolah untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin mengajak seluruh komunitas sekolah untuk berkontribusi sesuai perannya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sundus.
Menurut dia, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata diharapkan membantu penerima manfaat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi komunitas sekolah untuk belajar berbagi dan memahami kebutuhan masyarakat.
Dukungan pemberian kacamata turut melibatkan M-Optik JEC, layanan optik yang menyediakan pilihan bingkai dan lensa. Bantuan diberikan kepada peserta yang membutuhkan sesuai hasil pemeriksaan mata.
Kepala Divisi Marketing dan Komunikasi JEC Eye Hospitals and Clinics, Mubadiyah, mengatakan penyediaan kacamata melengkapi layanan pemeriksaan dalam kegiatan tersebut.
“Bagi JEC Eye Hospitals and Clinics, ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat untuk memiliki penglihatan yang baik dan memperoleh kacamata yang sesuai untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” jelas Mubadiyah.
Ia berharap kolaborasi antara penyedia layanan kesehatan dan institusi pendidikan dapat menginspirasi lebih banyak komunitas untuk menggelar kegiatan serupa, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan memperoleh akses layanan kesehatan mata.