-
Prof Theddeus mendukung penuh mahasiswa yang konsisten merawat nalar kritis.
-
Kritik disampaikan secara elegan dan berbasis riset untuk pemerintah.
-
Inisiatif mahasiswa mampu menumbuhkan keberanian kolektif di tengah masyarakat.
Suara.com - Guru Besar FKUI Prof Theddeus O.H. Prasetyono memuji konsistensi mahasiswa merawat nalar kritis demi kepentingan bangsa. Dukungan tersebut mengalir karena generasi muda dinilai mampu menyuarakan kegelisahan publik lewat cara yang santun dan berbasis riset.
Sikap kritis yang dibangun kampus bukan sekadar protes kosong melainkan cerminan nyata dari integritas akademik. Melalui akun Instagram fiad.post, Theddeus menyebut para mahasiswa sebagai insan akademis yang selalu menjunjung tinggi kejujuran.
"Para mahasiswa, anda semua adalah insan-insan akademis yang memiliki honesty," kata Theddeus dalam akun IG fiad.post.
Rasa tanggung jawab besar membuat kaum intelektual tergerak untuk membawa persoalan rakyat ke ruang publik.
"Luar biasa rasa tanggung jawab Anda sebagai bagian masyarakat negeri ini mau membawakan kegelisahan masyarakat luas," kata dia.
Kombinasi antara kejujuran dan keberanian menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang sehat.
Peran intelektual muda terbukti mampu menawarkan solusi konkret berlandaskan kajian ilmiah yang mendalam.
Gaya penyampaian masukan kepada pemerintah dilakukan secara lugas tanpa meninggalkan unsur penghormatan.
"Lebih dari itu para mahasiswa telah menunjukan kehebatan melalui respect yang anda berikan secara lugas. Memberikan masukan ke goverment dengan cara yang elegan," katanya.
Kebebasan berpendapat di ruang publik merupakan wujud nyata dari tanggung jawab moral kaum terpelajar.
"Merdeka adalam bersuara merupakan bagian untuk menunjukkan respect tanggung jawab sebagai bagian insan akademis."
Inisiatif pergerakan mahasiswa secara tidak langsung mampu memantik keberanian di tengah lapisan masyarakat luas.
"Yang satu dari orang yang tidak miliki adalah courage. Tapi saya percaya dengan anda semua yang sudah berinisiasi untuk bergerak maka anda membangun courage seluruh masyarakat luas. Tidak cuma kalangan mahasiswa."
Gerakan pemuda ini dapat diperkuat dengan mempelajari berbagai kajian kebijakan serta solusi alternatif yang telah disusun komunitas FIAD.
Isu kebebasan bersuara dan peran kritis mahasiswa menguat di tengah dinamika kebijakan nasional yang menuntut keterlibatan aktif kaum intelektual dalam mengawal kepentingan publik.