- Mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Seorang peserta berkaus putih menghibur aparat kepolisian yang berjaga dengan melakukan atraksi memutar sepeda.
- Massa PMKRI membawa palang kayu salib merah terinspirasi film Pesta Babi dan kondisi masyarakat Papua.
"Itu pulici kalau ketawa emang jadi dipecat? Hahahaha kasian ketawa aja gak boleh," tulis akun lainnya.
Dalam unggahan tersebut, momen itu juga digambarkan sebagai hiburan di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung di ibu kota.
Meski demikian, para anggota kepolisian dalam rekaman tetap terlihat menjaga barisan.
Salib Merah Warnai Aksi Mahasiswa di Dukuh Atas
Di tengah demonstrasi pada hari yang sama, simbol lain turut menarik perhatian massa di kawasan Plaza UOB, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Sebuah palang kayu menyerupai salib berwarna merah berukuran besar dibawa oleh massa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
Berdasarkan pantauan Suara.com, kedatangan massa yang membawa salib merah tersebut disambut meriah oleh peserta aksi yang telah tertahan oleh barisan aparat kepolisian sejak siang hari.
Salah seorang peserta dari PMKRI menjelaskan bahwa simbol tersebut terinspirasi dari kondisi masyarakat Papua dan film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono.
"Karena kami terinspirasi dari masyarakat ada Papua, terinspirasi film Pesta Babi," kata salah seorang massa PMKRI.
Salib merah yang dibawa dalam demonstrasi itu tidak disertai tulisan.
Namun, simbol tersebut dikaitkan dengan pesan yang muncul dalam film dokumenter Pesta Babi, yang mengangkat persoalan masyarakat adat Papua.
Dalam konteks masyarakat adat Papua Selatan, salib merah dimaknai sebagai penanda batas wilayah sekaligus simbol larangan bagi pihak luar untuk memasuki kawasan tertentu.
Simbol tersebut juga merepresentasikan perlawanan damai, doa, serta penderitaan masyarakat adat.
Kehadiran salib merah menambah beragam ekspresi yang muncul dalam demonstrasi 28 Oktober 2026.