Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan
Kericuhan di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (28/10/2026) malam. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Sosiolog UGM Andreas Budi Widyanta menyatakan kerusuhan Malioboro Rabu malam dipicu massa cair tanpa identitas.
  • Kericuhan tersebut merupakan akumulasi kekecewaan publik akibat tekanan ekonomi serta respons berlebihan dari aparat keamanan.
  • Andreas meminta publik tidak menyalahkan elemen pro demokrasi karena kelompok tersebut telah membubarkan diri secara tertib.

Suara.com - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Andreas Budi Widyanta, meminta publik tidak melakukan 'gebyah uyah' atau memukul rata dengan mengkambinghitamkan elemen pro demokrasi atas kerusuhan yang pecah di kawasan Malioboro usai demonstrasi peringatan Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026) malam.

Ia menyebut bahwa aksi kericuhan itu merupakan titik puncak atau momen kulminasi dari penumpukan emosi serta beban represi psikis kelompok masyarakat.

"Peristiwa demonstrasi kemarin itu memang menjadi momen kulminasi bagi banyak kelompok-kelompok masyarakat yang mengartikulasikan dengan kepentingan yang berbeda-beda," kata Abe sapaan akrabnya saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).

Menurut Abe, kericuhan hingga tengah malam tersebut dipicu oleh kehadiran massa cair tanpa identitas terorganisir yang terdiri dari gabungan berbagai kelompok masyarakat.

"Saya ingin mengatakan bahwa yang perlu untuk diklarifikasi oleh media adalah Jogja perlu membaca secara lebih cermat ini bukanlah kelompok pro demokrasi yang melakukan itu. Itu harus digarisbawahi," ujarnya.

"Ini massa cair. Massa yang tidak punya identitas lagi lebih karena lalu kemudian mencurahkan seluruh kepentingan-kepentingan, seluruh beban-beban represi psikis dalam psikologi massa yang sudah tidak bisa dikontrol lagi," tambahnya.

Hal itu terlihat dari aksi unjuk rasa yang dimotori oleh elemen mahasiswa, akademisi, LSM, dan kelompok pro demokrasi lain yang dipastikan berjalan damai serta telah membubarkan diri secara tertib sesuai aturan pada pukul 18.00 WIB.

Ia tak memungkiri bahwa eskalasi bentrokan yang terjadi merupakan puncak kulminasi dari meluapnya kekecewaan publik terhadap kebuntuan politik nasional, tekanan ekonomi, kesulitan lapangan kerja, hingga konflik dingin antar-kelompok warga yang terkanalisasi dalam satu momentum.

"Maka kemudian itu menjadi kayak proxy war. Jadi ini proxy war bagi kelompok-kelompok yang mau menyalurkan kebuntuan sosial, frustrasi sosial, kemarahan sosial itu dilampiaskan dalam proses itu," ungkapnya.

baca juga

Selain itu, Abe menyoroti peristiwa aksi unjuk rasa di ruang publik yang sering kali rentan ditunggangi oleh kelompok kepentingan politik tertentu. Kelompok itu sengaja memanfaatkan celah kekacauan demi mewujudkan narasi sekuritisasi.

Seringkali kelompok massa warga pun tak terlepas dari penyusup atau penunggang dari elemen-elemen ormas yang berbasis kekerasan.

"Kekuasaan juga seringkali menaruh momen-momen penting aksi berdemokrasi dengan aksi unjuk rasa itu ditunggangi dengan kelompok-kelompok kepentingan yang sudah disusupi oleh kepentingan-kepentingan politik terutama untuk sekuritisasi," tandasnya.

Pendekatan serta respon berlebihan dari aparat keamanan di lapangan dalam meredam massa aksi disinyalir memicu reaksi timbal balik yang membuat situasi di lapangan kian tidak terkendali.

"Tentu saja bahwa kemudian ketika perlakuan aparat juga barangkali berlebihan di dalam penanganan itu dengan ala kepolisian yang juga sampai hari ini paradigmanya juga belum berubah itu menunjukkan massa yang sudah tidak jelas identitasnya itu menjadi semakin beringas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ricuh! Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Pukul Mundur Massa Demo di Jogja

Ricuh! Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Pukul Mundur Massa Demo di Jogja

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Eva Celia Lulusan Apa? Ikut Aksi Demo Indonesia Sadar 28 Oktober 2026

Eva Celia Lulusan Apa? Ikut Aksi Demo Indonesia Sadar 28 Oktober 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Profil Eva Celia yang Ikut Aksi Demo 28 Oktober 2026

Profil Eva Celia yang Ikut Aksi Demo 28 Oktober 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Terkini

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

×