Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB
Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili
Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti turun ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) untuk mengecam lambannya penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan yang kian mencemaskan warga di berbagai daerah. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti berdemonstrasi di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Aksi tersebut mengecam lambannya penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan yang mencemaskan warga di berbagai daerah.
  • Massa menuntut agar Satgas PKH diadili karena dianggap mandul serta mendesak pemulihan ekosistem hutan yang rusak.

Suara.com - Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti turun ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) untuk mengecam lambannya penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan yang kian mencemaskan warga di berbagai daerah.

Dari atas mobil komando, orator aksi mengutarakan kepedihan mendalam atas bencana kabut asap yang melumpuhkan aktivitas dan merenggut kesehatan anak-anak di daerah.

"Saudara-saudara kita yang ada di Kalimantan, Sumatera, Papua, terkena ISPA, sakit, tidak bisa bersekolah karena efek kebakaran hutan teman-teman!" pekiknya.

Ia turut mempertanyakan kesungguhan pemerintah dalam memulihkan ekosistem rimba yang hangus agar tidak dialihfungsikan menjadi konsesi bisnis ekstraktif.

Massa mahasiswa Universitas Trisakti memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (29/10/2026). [Suara.com/Adiyoga]
Massa mahasiswa Universitas Trisakti memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (29/10/2026). [Suara.com/Adiyoga]

"Apakah orang yang ada di sana bisa menjanjikan setelah kebakaran hutan ini selesai, apakah akan menjadi hutan kembali teman-teman? Atau hanya menjadi kelapa sawit, atau daerah-daerah tambang teman-teman?" tanya sang orator.

Selain menyengsarakan fisik masyarakat, dampak karhutla dinilai merembet hingga meremukkan tatanan perekonomian warga setempat.

Ketua BEM FH Trisakti, Zahra Nazira Firman, turut mempertegas kegetiran atas jurang nasib antara masyarakat di daerah terdampak karhutla dan warga ibu kota.

"Di Kalimantan hari ini, belum tentu mereka merasakan hawa segar yang kita rasakan hari ini, dan ini sangat miris," kata Zahra di sela kegiatan penyampaian pendapat.

Selain menuntut pemulihan ruang hidup, mahasiswa membidik kinerja Satgas PKH yang dianggap mandul dan luput dari pertanggungjawaban hukum.

baca juga

"Satgas PKH ini sudah ada pada tahun 2025. Tapi hari ini, sama sekali Satgas PKH tidak disentuh. Bahkan kami sebagai mahasiswa pun, kami harus menagih. Mereka harus bertanggung jawab, mereka harus diadili," tutur Zahra.

Sebanyak 350 petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Polhut, Brigade Manggal Agni masih berjibaku di lokasi untuk memadamkan api yang membakar sebagian kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). [ANTARA]
Sebanyak 350 petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Polhut, Brigade Manggal Agni masih berjibaku di lokasi untuk memadamkan api yang membakar sebagian kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). [ANTARA]

Mereka menilai, para pemangku kebijakan justru saling melempar tanggung jawab alih-alih mengadili pihak yang lalai dalam menjaga kawasan hutan.

"Padahal kita sebagai rakyat, tanpa dituntut pun, sebagai seorang pemerintah, mereka memiliki tanggung jawab yang untuk memastikan bahwasanya hak kita sebagai masyarakat Indonesia terjamin, terpenuhi," kata Zahra.

Massa demonstran pun sempat menggelar aksi hening di depan barikade polisi sebagai perlambang duka cita atas ketidakberdayaan rakyat di kepungan asap.

Gerakan mahasiswa berikrar tidak akan tinggal diam sampai pemerintah benar-benar memulihkan hutan Indonesia dan menjamin hak hidup sehat bagi seluruh rakyat terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Lahan Bekas Karhutla Tak Boleh Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit, Pelanggar Bakal Dipidana!

Lahan Bekas Karhutla Tak Boleh Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit, Pelanggar Bakal Dipidana!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:08 WIB

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Terkini

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:43 WIB

×